URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak 40 anak mengikuti Kemah Ceria 2026 di halaman Mushala Al-Istiqomah, RT 05/RW 02 Promasan, Kelurahan Kumpulrejo, Kota Salatiga, pada 27–28 Juni 2026. Kegiatan yang digelar Takmir Mushala bersama Karang Taruna Kawulo Mudho ini menghadirkan kemah, mengaji, hafalan sholawat, pelatihan sablon, dan outbound untuk menumbuhkan semangat belajar agama serta mempererat kedekatan anak-anak dengan mushala.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jauhi HP, Puluhan Anak Kumpulrejo Memilih Berkemah di Mushala

Jauhi HP, Puluhan Anak Kumpulrejo Memilih Berkemah di Mushala

Jauhi HP, Puluhan Anak Kumpulrejo Memilih Berkemah di Mushala

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Disaat anak anak remaja menghabiskan libur sekolah dengan bermain gawai atau berwisata, puluhan anak di RT 05/RW 02 Promasan, Kelurahan Kumpulrejo, Kota Salatiga, justru memilih mengisi waktu dengan berkemah di halaman mushala.

Sebanyak 40 anak mengikuti kegiatan Kemah Ceria 2026 yang digelar di halaman Mushala Al-Istiqomah pada Sabtu-Minggu (27–28/6/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi Takmir Mushala Al-Istiqomah bersama Karang Taruna “Kawulo Mudho” RT 05/RW 02 Promasan sebagai upaya menghadirkan aktivitas edukatif sekaligus mendekatkan anak-anak dengan lingkungan mushala.

Sejak Sabtu sore, para peserta tampak antusias belajar mendirikan tujuh tenda yang telah disiapkan panitia. Didampingi anggota Karang Taruna, mereka saling bekerja sama memasang tenda sebelum mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan.

Usai salat magrib berjamaah, anak-anak mengikuti mengaji Al-Qur’an, menghafal Sholawat Nariyah, hingga menyiapkan yel-yel kelompok. Malam harinya, setiap kelompok bergantian menampilkan kreativitas melalui yel-yel dan hafalan sholawat.

Ketua Karang Taruna Kawulo Mudho, Yasin, mengatakan pemilihan Sholawat Nariyah bukan tanpa alasan. Menurut dia, panitia ingin membiasakan anak-anak melantunkannya di mushala.

“Kami ingin agar mereka hafal Sholawat Nariyah, sehingga nantinya bisa dilantunkan di mushala setiap habis adzan sambil menunggu imam datang,” ujar Yasin.

Tak hanya tampil berkelompok, sejumlah peserta juga menunjukkan keberanian tampil sendiri dengan membacakan puisi, menari, mengaji, hingga bersholawat.

Suasana semakin semarak dengan penampilan M. Suluh Adibrata, juara pidato asal Salatiga yang pernah membawakan tembang macapat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), serta dongeng Islami yang disampaikan pendongeng nasional asal Salatiga, Agus Setiawan. Penampilan keduanya turut menarik perhatian warga sekitar yang datang menyaksikan kegiatan tersebut.

Sebelum beristirahat di tenda, peserta mengikuti sesi “jalan-jalan seram” menyusuri jalan kampung yang gelap sebagai latihan keberanian. Anak-anak yang berani diperbolehkan berjalan sendiri, sedangkan peserta lain berjalan berpasangan.

Memasuki hari kedua, kegiatan diawali salat subuh berjamaah, mengaji, menghafal doa harian, dan senam pagi. Selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan menyablon kaus menggunakan teknik Direct to Film (DTF). Secara bergantian mereka menempelkan sablon bertuliskan “Kemah Ceria 2026” menggunakan setrika. Kaus tersebut kemudian menjadi cendera mata yang dapat dibawa pulang.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan outbound di Bumi Perkemahan Buana Sakti Salatiga. Beragam permainan kelompok, seperti estafet sarung, memindahkan bola, hingga mencari bola dengan mata tertutup, menghadirkan suasana penuh tawa sekaligus melatih kerja sama antarpeserta.

Inisiator Kemah Ceria, Ahmad Fikri Sabiq, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program berkelanjutan Takmir Mushala Al-Istiqomah dan Karang Taruna untuk membangun kedekatan anak-anak dengan mushala.

Menurut dia, sebelumnya telah rutin digelar berbagai kegiatan seperti mengaji setelah magrib, nonton bareng, jalan sehat dan bermain kasti seusai subuh, hingga bimbingan belajar gratis setiap pekan.

“Rangkaian kegiatan ini kami laksanakan untuk memberikan motivasi agar anak-anak RT 05/02 lebih semangat mengaji, serta membuat hati mereka lebih dekat dengan mushala sejak dini,” kata Fikri.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga, pengurus RT, pengurus takmir, para donatur, dan relawan yang telah mendukung terselenggaranya Kemah Ceria 2026 hingga berjalan lancar.

BACA JUGA :

Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”
Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Ratusan warga Perumahan Taman Manunggal Asri dan Wisma Karebet, Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, memeriahkan HUT ke-81 RI melalui senam bersama dan jalan sehat sejauh 1 kilometer pada Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang digelar Karang Taruna Manebet tersebut berlangsung sejak pagi dan melibatkan anak-anak hingga orang dewasa, dengan pelepasan burung perkutut sebagai simbol dimulainya jalan sehat sekaligus pesan pelestarian lingkungan.
Meriah! Karang Taruna Manebet Sukses gelar Acara Senam dan Jalan Santai

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved