URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 kini mulai banyak para penjual bendera musiman di Kota Salatiga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jelang 17-an Pedagang Bendera Musiman di Salatiga Panen

Jelang 17-an Pedagang Bendera Musiman di Salatiga Panen

Jelang 17-an Pedagang Bendera Musiman di Salatiga Panen

Salah satu pedagang Bendera musimam di Salatiga
Salah satu pedagang Bendera musimam di Salatiga
featured-img

Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 kini mulai banyak para penjual bendera musiman di Kota Salatiga.

Salah satunya penjual bendera di Jalan Adi Sucipto Kota Salatiga,Diki Nasrul, asal Garut Jawa Barat.
Diki mengatakan dirinya berjualan bendera dadakan sejak tahun 2015.

Dirinya tahun ini tidak sendiri namun dengan 15 orang penjual bendera dadakan yang disebar di sekitar Kota Salatiga.

“Saya disini berjualan sejak tanggal 17 Juli dan setiap tahun pasti berjualan di Salatiga,” kata Diki Selasa (2/8/2022).

Dia mengaku memilih berjualan di Kota Salatiga karena pemodalnya memiliki area di Kota Salatiga.
Penjualan bendera jelang HUT RI Ke-77, dirinya dapat menjual bendera sebanyak tiga sampai empat kodi.

“Saya dapat jual dalam sehari mencapai Rp 2 juta itu belum setorannya,” jelasnya.

Diki saat diwawancarai wartawan

Dikatakannya, pasca pandemi dirinya merasakan ada kenaikan jumlah pembeli mencapai 70% ditambah lagi bulan Juli kemarin ada HUT Kota Salatiga.

“Benderanya macam-macam jenisnya, ada bendera kecil, umbul-umbul dan lainnya,” paparnya.

“Untuk harganya Rp 15 ribu sampai Rp 300 ribu tergantung ukuran dan jenisnya,” imbuhnya.

Sementara itu, pembeli bendera, Kusniarti mengaku cukup terbantu dengan adanya penjual bendera dadakan ini.

“Mencarinya cukup mudah dan harganya dapat ditawar juga serta modelnya beragam,” kata Kusniarti.

BACA JUGA :

Bupati Semarang Ngesti Nugraha melantik 118 pejabat struktural dan 17 pejabat fungsional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/7/2026). Pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan yang masih kosong, menyegarkan organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi dilaksanakan secara profesional tanpa praktik jual beli jabatan.
Lantik 118 Pejabat, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Stand Gebyar Lelang Serentak Barang Rampasan dan Barang Sitaan Negara milik Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejaksaan Negeri Salatiga dipadati warga di Joglo 3 Kantor Kejari Salatiga, Rabu (29/7/2026), menjelang pelaksanaan lelang pada 11–14 Agustus 2026. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai tata cara mengikuti lelang melalui portal resmi sekaligus memperoleh informasi aset yang akan dilelang secara legal.
Sosialisasi Gebyar Lelang Barang Rampasan, Stand PAPBB Kejari Salatiga jadi Idola Calon Peserta Lelang
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Petani Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mengembangkan budidaya padi semi organik melalui dem area seluas 10 hektare yang melibatkan 21 petani. Program yang telah berjalan hampir tiga tahun ini berhasil meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 9 ton per hektare, sekaligus mendorong pengolahan hasil panen menjadi beras bernilai jual lebih tinggi serta pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung konsep zero waste.
Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Mulai Bidik Pasar Premium Beras Sehat

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga