[adinserter name="Block 1"]
[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Jelang 17-an Pedagang Bendera Musiman di Salatiga Panen

Jelang 17-an Pedagang Bendera Musiman di Salatiga Panen

Jelang 17-an Pedagang Bendera Musiman di Salatiga Panen

Salah satu pedagang Bendera musimam di Salatiga

Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 kini mulai banyak para penjual bendera musiman di Kota Salatiga.

Salah satunya penjual bendera di Jalan Adi Sucipto Kota Salatiga,Diki Nasrul, asal Garut Jawa Barat.
Diki mengatakan dirinya berjualan bendera dadakan sejak tahun 2015.

Dirinya tahun ini tidak sendiri namun dengan 15 orang penjual bendera dadakan yang disebar di sekitar Kota Salatiga.

“Saya disini berjualan sejak tanggal 17 Juli dan setiap tahun pasti berjualan di Salatiga,” kata Diki Selasa (2/8/2022).

Dia mengaku memilih berjualan di Kota Salatiga karena pemodalnya memiliki area di Kota Salatiga.
Penjualan bendera jelang HUT RI Ke-77, dirinya dapat menjual bendera sebanyak tiga sampai empat kodi.

“Saya dapat jual dalam sehari mencapai Rp 2 juta itu belum setorannya,” jelasnya.

Diki saat diwawancarai wartawan

Dikatakannya, pasca pandemi dirinya merasakan ada kenaikan jumlah pembeli mencapai 70% ditambah lagi bulan Juli kemarin ada HUT Kota Salatiga.

“Benderanya macam-macam jenisnya, ada bendera kecil, umbul-umbul dan lainnya,” paparnya.

“Untuk harganya Rp 15 ribu sampai Rp 300 ribu tergantung ukuran dan jenisnya,” imbuhnya.

Sementara itu, pembeli bendera, Kusniarti mengaku cukup terbantu dengan adanya penjual bendera dadakan ini.

“Mencarinya cukup mudah dan harganya dapat ditawar juga serta modelnya beragam,” kata Kusniarti.

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani