URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Bupati Semarang beserta seluruh jajaran forkopimda menjalani ziarah ke beberapa lokasi makam leluhur pendiri Kabupaten Semarang menjelang peringatan hari jadi ke-503 Kabupaten Semarang. Mereka pertama-tama mengunjungi makam Ki Ageng Pandanaran I di Mugassari, Kota Semarang, dilanjutkan dengan ziarah ke makam Ki Ageng Pandanaran II di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten, yang merupakan putra dari Ki Ageng Pandanaran I sekaligus Bupati Semarang pertama.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jelang HUT Ke-503 Kabupaten Semarang, Jajaran Forkopimda Ziarahi Leluhur Bumi Serasi

Jelang HUT Ke-503 Kabupaten Semarang, Jajaran Forkopimda Ziarahi Leluhur Bumi Serasi

Jelang HUT Ke-503 Kabupaten Semarang, Jajaran Forkopimda Ziarahi Leluhur Bumi Serasi

Bupati Semarang Ngesti Nugraha bersama jajaran forkopimda Kabupaten Semarang berramah tamah usai ziarah dan doa bersama di kompleks makam Ki Ageng Pandanaran II, Desa Paseban, Bayat, Klaten, Selasa (5/3/2024). Foto: win
Bupati Semarang Ngesti Nugraha bersama jajaran forkopimda Kabupaten Semarang berramah tamah usai ziarah dan doa bersama di kompleks makam Ki Ageng Pandanaran II, Desa Paseban, Bayat, Klaten, Selasa (5/3/2024). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | KLATEN – Menjelang hari jadi ke-503 Kabupaten Semarang, Bupati Semarang dan seluruh jajaran forkopimda bertandang ke beberapa lokasi makam leluhur pendiri Bumi Serasi untuk berziarah.

Lokasi pertama adalah makam Ki Ageng Pandanaran I di Mugassari, Kota Semarang pada Senin (4/3/2024). Selanjutnya adalah ke makam Ki Ageng Pandanaran II di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten. Ia adalah putra dari Ki Ageng Pandanaran I sekaligus merupakan Bupati Semarang yang pertama.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan, ziarah itu merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan hari jadi ke-503 Kabupaten Semarang yang jatuh pada tanggal 15 Maret 2024.

“Sekaligus sebagai usaha menghargai jasa pendahulu Kabupaten Semarang dan ikhtiar mengingat sejarah panjang Bumi Serasi,” kata Ngesti saat sambutan usai ziarah dan doa bersama di kompleks makam Ki Ageng Pandanaran II Desa Paseban, Bayat, Klaten, Selasa (5/3/2024).

Di sisi lain, Ngesti atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terutama Pemkab Klaten karena sudah bersama-sama menyukseskan ziarah ini.

“Semoga ziarah siang ini selain mendoakan leluhur, lebih-lebih Ki Ageng Pandanaran II, masyarakat Kabupaten Semarang dan Klaten mendapatkan kebaikan dan keberkahan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini orang nomor satu di Kabupaten Semarang ini juga meminta maaf jika dalam memimpin bersama Wabup Basari masih banyak kekurangan. Di momentum HUT Kabupaten Semarang ini ia juga turut mendoakan agar masyarakat Kabupaten Semarang sejahtera, ayem, gemah ripah loh jinawi.

“Yang penting semuanya sehat, situasi tetap kondusif,” urainya.

Ngesti menambahkan, memasuki usia Kabupaten Semarang yang sudah lebih dari lima abad ini pihaknya berharap ada kerjasama semua elemen, baik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun masyarakat agar saling bekerjasama serta meningkatkan inovasi demi kesejahteraan bersama. (win)

BACA JUGA :

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga