URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sembilan ruas jalan di Kota Salatiga dinyatakan rawan kecelakaan oleh Pj Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani, dalam konferensi pers di Rumah Makan Joglo Rini pada Rabu (18/12/2024). Lokasi tersebut meliputi Jalan Lingkar Selatan (simpang empat Kumpulrejo), Jalan Soekarno-Hatta (Damatex dan Pamor), Jalan Fatmawati (tikungan Dliko), hingga Jalan Imam Bonjol (tikungan SPBU dan tanjakan Banyuputih).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jelang Nataru, Pemkot Salatiga Petakan Jalan Rawan Kecelakaan

Jelang Nataru, Pemkot Salatiga Petakan Jalan Rawan Kecelakaan

Jelang Nataru, Pemkot Salatiga Petakan Jalan Rawan Kecelakaan

Sembilan ruas jalan di Kota Salatiga dinyatakan rawan kecelakaan oleh Pj Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani, dalam konferensi pers di Rumah Makan Joglo Rini pada Rabu (18/12/2024). Lokasi tersebut meliputi Jalan Lingkar Selatan (simpang empat Kumpulrejo), Jalan Soekarno-Hatta (Damatex dan Pamor), Jalan Fatmawati (tikungan Dliko), hingga Jalan Imam Bonjol (tikungan SPBU dan tanjakan Banyuputih).
Foto Arief Rasika
Yasip Khasani saat gelar jumpa pers dengan wartwan Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Sembilan ruas jalan di Kota Salatiga masuk kategori rawan kecelakaan. Karenanya Pj Wali Kota Salatiga Yasip Khasani meminta para pengendara, terutama pemudik dan wisatawan musim libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, untuk meningkatkan kewaspadaan.

Yasip mengatakan, ruas jalan yang rawan kecelakaan adalah Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga di simpang empat Kumpulrejo, Jalan Soekarno-Hatta (Damatex dan Pamor), Jalan Fatmawati (tikungan Dliko), Jalan Pattimura (tikungan Watu Rumpuk), Jalan Hasanudin (tikungan Salib Putih) dan Jalan Tingkir-Barukan.
“Kemudian Jalan Osamaliki area Kalinongko-Palang-RSUD-SMUK 1, dan Jalan Imam Bonjol, tepatnya tikungan SPBU dan tanjakan Banyuputih,” kata Yasip saat konferensi pers di Rumah Makan Joglo Rini, Rabu (18/12/2024).

Menurut Yasip pihaknya telah berkoordinasi dan bekerjasama dengan Polres Salatiga, termasuk Dinas Perhubungan, untuk melakukan pengamanan di ruas jalan yang masuk kategori rawan kecelakaan tersebut.

Selain ruas jalan rawan kecelakaan, lanjutnya, juga perlu diantisipasi potensi kemacetan yang terjadi. Di antaranya di Jalan Hasanudin, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Diponegoro, Jalan Pemuda, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Buksuling, dan Jalan Sukowati. “Kemudian Jalan Barukan-Tingkir dan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga pada simpang empat Kecandran,” ungkapnya.

Menurut Yasip, untuk daerah rawan kemacetan akan diberlakukan rekayasa lalu lintas dengan koordinasi dari Polres Salatiga. “Tentu tergantung situasi di lapangan untuk mengurai kemacetan, bisa dengan buka-tutup jalan,” paparnya.

Suasana jumpa pers akhir tahun

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved