URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sehari menjelang bulan suci Ramadhan, Pasar Induk Salatiga dipadati warga yang berbelanja kebutuhan pokok guna memastikan stok bahan pangan tercukupi selama puasa. Warga, seperti Suciati (56) dari Tingkir, datang sejak pagi dan bersyukur karena harga-harga masih stabil.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jelang Puasa, Warga Salatiga Padati Pasar, Dinas Jamin Stok Sembako Aman

Jelang Puasa, Warga Salatiga Padati Pasar, Dinas Jamin Stok Sembako Aman

Jelang Puasa, Warga Salatiga Padati Pasar, Dinas Jamin Stok Sembako Aman

Sehari menjelang bulan suci Ramadhan, Pasar Induk Salatiga dipadati warga yang berbelanja kebutuhan pokok guna memastikan stok bahan pangan tercukupi selama puasa. Warga, seperti Suciati (56) dari Tingkir, datang sejak pagi dan bersyukur karena harga-harga masih stabil.
foto Arief Rasika
suasana pasar Tradisional Salatiga sehari jelang ramadan
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Satu hari menjelang bulan suci Ramadhan, Pasar Induk Salatiga dipadati warga yang berbelanja kebutuhan pokok. Warga datang sejak pagi untuk memastikan stok bahan pangan tercukupi selama menjalani ibadah puasa.

Pantauan Rasika dilokasi, warga memborong stok bahan pangan jelang Ramadan. bagi Suciati (56), warga Tingkir, misalnya sengaja datang ke pasar untuk membeli sejumlah kebutuhan pokok. “Saya belanja untuk persiapan puasa. Alhamdulillah, harga-harga masih stabil, tidak ada kenaikan yang berarti,” ujarnya, Jumat (28/2/2025).

Senada dengan itu, Rusiti (60), seorang pedagang ayam potong di los pasar ikan dan ayam potong Salatiga, juga menyampaikan bahwa harga ayam potong masih terkendali. “Tahun lalu harga sempat naik menjelang Ramadhan, tapi sekarang stabil. Hari ini harga ayam potong masih di kisaran Rp34 ribu per kilogram,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Kusumo Aji, memastikan kondisi harga bahan pokok di wilayahnya tetap aman menjelang Ramadhan. “Soal harga kebutuhan pokok di Salatiga aman dan stabil. Kami terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada lonjakan harga yang memberatkan masyarakat,” ujarnya.

Keramaian Pasar Induk Salatiga menjelang Ramadhan menjadi pemandangan yang lazim setiap tahunnya. Meski demikian, dengan harga kebutuhan pokok yang relatif stabil, masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa tanpa kekhawatiran akan kenaikan harga yang signifikan.

Terpisah ketua DPRD Salatiga, Dance Ishak Palit menyebut sehari jelang puasa belum ada kenaikan harga yang signifikan.

“Untuk memantau harga dipasar tradisional, rencananya senin (3.3.2025) Dpr bersama dinas terkait akan memantau harga terutama kebutuhan pokok” ujar ketua DPRD Salatiga ini.

Ketua Dpr Dance Ishak Palit saat diwawancara Rasika

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga