URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Jembatan Kaligung di Sidosari, Ungaran Timur, kembali dibuka meski perbaikan belum tuntas. Warga, termasuk Abdul Muis, Selasa 25 November 2025, menyambut positif karena akses kini lancar. Pembukaan dilakukan untuk memudahkan mobilitas, sementara masalah genangan, perbedaan ketinggian jalan, dan usulan normalisasi sungai terus ditindaklanjuti pemerintah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jembatan Kaligung Sidosari Mulai Dibuka, Warga Ingin Proyek Lanjutan Normalisasi Sungai

Jembatan Kaligung Sidosari Mulai Dibuka, Warga Ingin Proyek Lanjutan Normalisasi Sungai

Jembatan Kaligung Sidosari Mulai Dibuka, Warga Ingin Proyek Lanjutan Normalisasi Sungai

Jembatan Kaligung yang ada di Kelurahan Sidosari, Ungaran Timur sudah bisa dilalui kendaraan meski memasuki tahap akhir perbaikan, Selasa (25/11/2025). Foto: win
Jembatan Kaligung yang ada di Kelurahan Sidosari, Ungaran Timur sudah bisa dilalui kendaraan meski memasuki tahap akhir perbaikan, Selasa (25/11/2025). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Proyek perbaikan Jembatan Kaligung di Kelurahan Sidosari, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang memasuki tahap akhir. Meski belum sepenuhnya selesai, jembatan tersebut telah dibuka dan kini dapat dilalui pengguna jalan di ruas Jalan MT Hariyono, baik menuju Alun-alun Bung Karno Kalirejo maupun sebaliknya.

Warga menyambut positif pembukaan akses tersebut. Salah satunya Abdul Muis (54), warga The Daarra Sidosari Town House. Ia mengaku senang sebab aktivitas untuk bepergian maupun jogging jadi lebih cepat dan tidak perlu memutar lagi.

“Penanganan banjir juga sudah cukup bagus, saat hujan deras air tidak menggenang,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).

Para pedagang di sekitar lokasi juga merasakan dampaknya. Setelah sebelumnya akses jalan ditutup karena perbaikan, kini aktivitas jual beli mulai kembali ramai. Meski demikian, sejumlah persoalan masih dikeluhkan warga. Salah satunya sisa genangan air di depan Klinik Sidosari atau sebelum jembatan dari arah Amaya Residence.

“Genangan tidak terlalu dalam namun cukup mengganggu pengguna jalan. Warga menduga penyebabnya adalah saluran drainase yang belum lancar,” kata dia.

Selain itu, masih terdapat perbedaan ketinggian jalan tanpa pembatas di depan minimarket. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengendara, terutama pada malam hari.

“Kondisi itu sebaiknya diratakan atau diberi pagar pembatas agar aman,” ungkapnya.

Warga juga meminta adanya normalisasi Sungai Kaligung. Mereka khawatir jika hujan turun dengan intensitas tinggi dan durasi lama, air berpotensi masuk ke permukiman meski jalan di sekitar jembatan tidak lagi tergenang.

“Ini menjadi keluhan warga sejak lama. Sehingga kami meminta setelah perbaikan jembatan selesai, bisa dilanjutkan dengan normalisasi sungai,” jelasnya.

Sementara Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan, jembatan tersebut sebelumnya kerap dilanda banjir. Peninggian konstruksi menjadi langkah utama untuk mencegah luapan Sungai Kaligung.

“Dengan jembatan yang ditinggikan, harapannya air tidak lagi meluap ke jalan. Kami mohon maaf karena selama pembangunan sempat ada penutupan jalan sehingga lalu lintas harus memutar cukup jauh,” urainya.

Diketahui, proyek perbaikan Jembatan Kaligung dibiayai melalui Bantuan Keuangan Khusus Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan nilai kontrak Rp1.949.568.000. Proyek tersebut ditargetkan selesai dalam 120 hari kalender hingga akhir November 2025. (win)

BACA JUGA :

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
Sebanyak 1.759 anak PAUD dan TK se-Kota Salatiga memecahkan Rekor LEPRID melalui pertunjukan drama dan medley lagu dolanan anak dalam peringatan Hari Anak Nasional di Salatiga. Rekor tersebut diraih karena menjadi penampilan medley lagu dolanan anak dengan peserta PAUD/TK terbanyak. Selain itu, peserta membentuk formasi angka 1276 sebagai simbol Hari Jadi Kota Salatiga, dilanjutkan penanaman pohon tabebuya dan penyerahan bibit anggrek sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Hari Anak, Ribuan Anak PAUD Tampilkan Drama dan Medley Lagu Dolanan, Catatkan Rekor LEPRID
Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Semarang menurun menjadi 35 kasus pada semester pertama 2026 setelah sebelumnya terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. DP3AKB Kabupaten Semarang menyampaikan penurunan tersebut saat peringatan Hari Anak Nasional, Kamis (23/7/2026), sembari menegaskan perlindungan anak berkebutuhan khusus tetap diprioritaskan melalui pendampingan korban, pencegahan perundungan, serta penguatan layanan pendidikan inklusif dan rencana beasiswa bagi 1.682 anak inklusi pada 2027.
Hari Anak Nasional, DP3AKB Kabupaten Semarang Dampingi Kasus Kekerasan Terhadap Anak Difabel, Pemkab Perkuat Perlindungan Anak Inklusi
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi UKSW dalam menghadirkan pendidikan inklusif, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang kesehatan, lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi desa.
Berkat Akademi BUMDes, UKSW Raih Pengakuan Nasional atas Inovasinya

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama PT Jasamarga Jogja Bawen menyempurnakan jalur kanalisasi sepeda motor di Exit Tol Bawen dengan mengubah bentuk pulau jalan menjadi lebih landai. Perbaikan yang dilakukan setelah evaluasi dan koordinasi dengan PT Trans Marga Jateng ini bertujuan meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta memudahkan pengendara sepeda motor bergabung ke lajur utama.
Pulau Jalan Exit Tol Bawen Dibongkar, Kurangi Risiko Manuver Pengendara Motor
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta