RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Kabupaten Semarang Ditetapkan Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla, Ini Upaya BPBD Kabupaten Semarang

Kabupaten Semarang Ditetapkan Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla, Ini Upaya BPBD Kabupaten Semarang

Kabupaten Semarang Ditetapkan Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla, Ini Upaya BPBD Kabupaten Semarang

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan mengecek kondisi sarana prasarana di gudang alat BPBD setempat, Jumat (9/8/2024). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kabupaten Semarang telah ditetapkan statusnya menjadi siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau ini. Status itu ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Semarang Nomor 360/0309/2024 yang berlaku mulai 31 Juli-31 Oktober 2024.

Seiring dengan hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, baik untuk keperluan dropping air bersih maupun pemadaman kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan menyampaikan, pihaknya telah menyiagakan lima posko. Posko tersebut terdiri dari posko induk di kantor BPBD, posko Bringin, Tengaran, Ambarawa, dan posko terpadu Bawen.

“Petugas di sana akan standby untuk melayani penyalura air bersih dan support petugas damkar untuk kegiatan pemadaman saat terjadi kebakaran,” kata Alex (sapaan akrabnya) ditemui di kantor BPBD Kabupaten Semarang, Jumat (9/8/2024).

Dijelaskan Alex, berkaca pada tahun 2023 pihaknya telah menyalurkan air bersih sebanyak 223 tangki ke hampir 19 kecamatan yang ada. Jumlah itu terhitung tinggi sebab banyak wilayah dilanda kekeringan sebagai dampak adanya El Nino yang membuat musim kemarau menjadi lebih lama.

“Tahun ini, kami baru melakukan dropping air bersih sebanyak 7 tangki di Desa Wiru Bringin, Kandangan Bawen, Ambarawa, Rembes, Leyangan, Kalongan, dan Kecamatan Susukan,” jelasnya.

Menurut Alex, permintaan dropping air bersih tahun ini terbilang landai. Hal itu disebabkan musim kemarau saat ini adalah kemarau basah. Artinya masih terdapat curah hujan meski tidak merata.

“Meski demikian, kita alokasikan sebanyak 250 tangki air bersih pada anggaran perubahan tahun ini,” terangnya.

Sementara berkaitan dengan bencana kebakaran, sepanjang 2024 ini telah terjadi 30 peristiwa. Jumlah itu terdiri dari 26 kebakaran bangunan dan rumah penduduk dan 4 lahan di Kalongan, Reksosari Suruh, Pringapus, dan Ungaran Barat.

“Penyebabnya karena faktor kelalaian, korsleting listrik, dan aktivitas pemicu kebakaran yang lain,” tuturnya.

Sebagai upaya antisipasi terhadap potensi kebakaran di kawasan Gunung Merbabu seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, pihaknya telah berkoordinasi dengan petugas Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb).

“Kami juga libatkan para relawan di pos Tengaran untuk memantau kondisi di Getasan dan berjaga di posko,” sambungnya.

Demikian juga untuk wilayah Daya Tarik Wisata Candi Gedongsongo. Pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Balai Pelestarian Cagar Budaya, dan Perhutani dengan membentuk tim satgas penanganan kebencanaan.

“Tidak hanya bencana kebakaran, tapi juga tanah longsor, angin puting beliung, dan gas beracun. Kami juga telah melaksanakan simulasi semuanya,” bebernya.

Alex mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan pada musim kemarau ini. Khusus peningkatan kebakaran dengan tidak melaksanakan aktivitas yang memicu kebakaran. Misalnya tidak membakar sampah dan membuka lahan dengan cara dibakar.

“Kami juga telah berkirim surat edaran ke OPD lain untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan wisata, industri, sekolah, dan sebagainya,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Pemerintah Kabupaten Semarang membeli lahan seluas 2.024 meter persegi senilai Rp4,57 miliar menggunakan dana ganti rugi aset terdampak pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen untuk memperluas Pasar Sayur Getasan. Lahan tersebut akan dimanfaatkan sebagai area parkir dan bongkar muat guna mengurangi kemacetan di jalur Salatiga-Magelang, terutama saat aktivitas pasar berlangsung dini hari.
Antrean Kendaraan Tembus 3 Km, Lahan Rp4,57 Miliar Disiapkan untuk Pasar Sayur Getasan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengusulkan alokasi 300 liter air per detik dari Bendungan Jragung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Semarang. Air tersebut diharapkan mendukung kebutuhan air bersih, industri, pertanian, dan pariwisata, terutama di Pringapus, Bergas, dan Ungaran Timur. Pemkab juga mendorong pengembangan wisata dengan memprioritaskan Desa Candirejo.
Bendungan Jragung Mulai Diisi, Bupati Semarang Dorong Pemanfaatan untuk Sektor Intanpari
Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana