URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak 12 gunungan hasil bumi dikirab warga RW 04 Kelurahan Tegalrejo, Kota Salatiga, dalam tradisi Grebeg Malam 1 Sura menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Kegiatan yang digelar sebagai wujud syukur kepada Tuhan ini diisi doa bersama dan kirab gunungan yang melambangkan harapan akan kesehatan, keberkahan, kelimpahan rezeki, serta kerukunan bagi masyarakat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Arak Gunungan, Warga Tegalrejo Salatiga Berharap dapat Berkah

Arak Gunungan, Warga Tegalrejo Salatiga Berharap dapat Berkah

Arak Gunungan, Warga Tegalrejo Salatiga Berharap dapat Berkah

Warga saat arak gunungan
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Sebanyak 12 gunungan hasil bumi dikirab oleh warga RW 04 Kelurahan Tegalrejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah, dalam tradisi Grebeg Malam 1 Sura untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H.

Melalui prosesi sakral ini, masyarakat setempat berharap pergantian tahun baru Islam dapat membawa keberkahan, limpahan rezeki, serta kesehatan bagi seluruh warga.

Simbol Syukur dan Filosofi Kirab Gunungan Hasil Bumi Malam 1 Sura.

Kepada wartawan Jamjam Purnomo, panitya acara menjelaskan bahwa 11 gunungan berasal dari swadaya tiap RT, sementara satu gunungan persembahan dari Relawan Makam Shuufi.

Gunungan hasil bumi tersebut merupakan simbol ungkapan rasa syukur mendalam dalam penanggalan Jawa.

“Ke depan harapan kami warga diberi kesehatan dan keberkahan, serta kelimpahan rezeki bisa terus terjadi di lingkungan warga RW 04 Kelurahan Tegalrejo ini yang diberikan Tuhan dari alam semesta, makanya gunungan ini menjadi simbol alam untuk bisa terus diberi kelimpahan rezeki,” ujarnya usai rangkaian Grebeg Malam 1 Sura.

Jamjam menambahkan, bentuk gunungan yang mengerucut ke atas juga memiliki filosofi keimanan yang vertikal kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus pengingat agar warga tetap bersyukur dan menjaga kerukunan antar sesama. Doa Bersama untuk Kedamaian Bangsa

“Bahkan dalam kegiatan doa sebelum grebeg yang kami lakukan, kesehatan, kelimpahan rezeki, dan keberkahan hidup tidak hanya untuk warga di lingkungan RW 04 Kelurahan Tegalrejo saja, tapi juga untuk seluruh warga se-Kelurahan Tegalrejo, masyarakat Salatiga, dan bangsa Indonesia dan semakin mempererat tali persaudaraan kita,” harapnya.

BACA JUGA :

Masyarakat Dusun Wates, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, terus melestarikan tradisi Saparan atau merti dusun yang digelar setiap Senin Kliwon pada bulan Sapar. Tradisi yang berlangsung turun-temurun ini diwujudkan melalui rangkaian ritual adat, open house, serta pertunjukan kesenian sebagai ungkapan syukur, mempererat silaturahmi, dan menjaga nilai gotong royong sekaligus melestarikan warisan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
Saparan di Getasan, Tradisi Tahunan yang Hadirkan Suasana Mudik dan 'MBG Swadaya'
Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Ribuan warga memadati tradisi Jolenan di Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Sabtu (18/7/2026). Masyarakat mengarak gunungan hasil bumi sebagai wujud syukur atas panen raya yang melimpah sekaligus melestarikan budaya Jawa. Tradisi tahunan bertema Ketahanan Pangan itu diakhiri dengan perebutan hasil bumi yang menjadi daya tarik utama dan diharapkan berkembang sebagai destinasi wisata budaya
Angkat Tema Ketahanan Pangan, Desa Kemetul Kembali Sukses gelar Jolenan Tahun 2026
Pemerintah Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, menggelar Labuh Agung Sedekah Rawa Pening pada bulan Muharam, Senin (6/7/2026) malam. Warga mengadakan kirab budaya, penyalaan obor, larung sesaji, dan pentas Reog Ponorogo sebagai ungkapan syukur atas rezeki serta keselamatan, sekaligus melestarikan tradisi bagi masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup sebagai nelayan di Rawa Pening.
Labuh Agung Sedekah Rawa Pening Kembali Digelar, Warga Larung Hasil Bumi dan Perairan sebagai Wujud Syukur
Komunitas Salatiga Keris Ageman Lestari menggelar prosesi jamasan pusaka di halaman Museum Salatiga, kawasan Prasasti Plumpungan, Kamis (2/7/2026), sebagai upaya pelestarian budaya Nusantara. Dalam kegiatan itu, bakal keris dan tombak diserahkan kepada empu untuk ditempa menjadi pusaka resmi Kota Salatiga, sekaligus melibatkan perawatan puluhan keris dan tosan aji milik masyarakat sebagai media edukasi budaya bagi generasi muda.
Sakral Gelar Jamasan Pusaka, Serahkan Bakal Keris Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga