URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Polres Semarang menggelar apel pasukan Operasi Lilin 2025. Kegiatan dipimpin Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy di Mapolres Semarang, Jumat (19/12/2025). Apel digelar untuk menjamin keamanan ibadah Natal, wisata, dan lalu lintas Nataru melalui penyiapan pos, personel, serta rekayasa lalu lintas situasional.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kabupaten Semarang Jadi Lintasan Utama Nataru, Polres Semarang Siagakan 381 Personel dan 12 Pos Pengamanan

Kabupaten Semarang Jadi Lintasan Utama Nataru, Polres Semarang Siagakan 381 Personel dan 12 Pos Pengamanan

Kabupaten Semarang Jadi Lintasan Utama Nataru, Polres Semarang Siagakan 381 Personel dan 12 Pos Pengamanan

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menyematkan pita kepada perwakilan peserta apel sebagai tanda dimulainya Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2025 di halaman Mapolres Semarang, Jumat (19/12/2025) sore. Foto: win
Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menyematkan pita kepada perwakilan peserta apel sebagai tanda dimulainya Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2025 di halaman Mapolres Semarang, Jumat (19/12/2025) sore. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Polres Semarang menggelar apel pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2025 sebagai bentuk kesiapan pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Operasi ini bertujuan menjamin keamanan, kelancaran lalu lintas, serta kenyamanan masyarakat selama masa libur panjang Nataru di wilayah Kabupaten Semarang.

Kabupaten Semarang menjadi salah satu wilayah prioritas pengamanan karena berfungsi ganda, yakni sebagai daerah tujuan wisata sekaligus jalur lintasan utama menuju Solo dan Yogyakarta. Kondisi tersebut membuat arus mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat signifikan selama libur Natal dan Tahun Baru.

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy mengatakan, pengamanan ibadah Natal menjadi fokus utama Operasi Lilin 2025, selain pengamanan objek wisata dan pengaturan lalu lintas.

“Kabupaten Semarang bukan hanya menjadi tujuan masyarakat untuk berlibur, tetapi juga merupakan lintasan utama menuju Solo dan Yogyakarta. Selain itu, tempat wisatanya juga tidak kalah menarik sehingga menjadi konsentrasi pengamanan kami,” ujarnya usai apel gelar pasukan di halaman Mapolres Semarang, Jumat (19/12/2025).

Ia menegaskan, Polres Semarang berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, baik yang melintas, datang berwisata, maupun yang melaksanakan ibadah.

“Pengamanan ibadah Natal menjadi fokus kami, kemudian objek wisata dan lalu lintas, sehingga dalam Operasi Lilin ini kami bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.

Dalam operasi tersebut, Polres Semarang menyiapkan 12 pos yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Sebanyak 381 personel diterjunkan dengan dukungan instansi terkait.

“Personel yang kami siapkan sebanyak 381 orang dan didukung instansi lain seperti Dinas Perhubungan, TNI, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan unsur terkait lainnya. Selain itu, kami juga menempatkan lima pos pengamanan di rest area,” jelas Kapolres.

Terkait rekayasa lalu lintas, Kapolres menyebut penerapannya bersifat situasional dan akan dilakukan apabila terjadi kepadatan arus kendaraan.

“Rekayasa lalu lintas pasti ada ketika arus mulai padat, namun sifatnya situasional dan kami menunggu instruksi dari Polda Jawa Tengah,” katanya.

Pengaturan kendaraan di rest area juga dilakukan secara fleksibel, terutama di jalur Ungaran menuju Solo. Di sepanjang jalur ada tiga titik penguraian. Nantinya akan dipecah di tiga titik tersebut dengan melihat situasi arus lalu lintas dan masyarakat yang menggunakan rest area.

“Kami pastikan tidak ada masyarakat yang terkendala saat menggunakan rest area,” imbuhnya.

Mengenai perayaan malam pergantian tahun, Kapolres memastikan izin keramaian telah diatur sesuai prosedur.

“Izin keramaian malam tahun baru, terutama pesta kembang api, sudah diatur. Beberapa titik sudah mengajukan izin dan saat ini masih kami proses sesuai prosedur yang berlaku,” ungkapnya.

Kapolres juga memprediksi puncak arus lalu lintas akan terjadi pada 20 hingga 22 Desember 2025.

“Tanggal 22 sudah mulai libur, sedangkan 20 dan 21 Desember bertepatan dengan akhir pekan, sehingga masyarakat banyak melakukan perjalanan pada hari tersebut. Untuk arus balik, kami prediksi terjadi pada 3 Januari 2026,” katanya.

Selain itu, pelarangan kendaraan sumbu tiga akan diterapkan sesuai window time dengan pengawasan ketat di pintu masuk wilayah Kabupaten Semarang.

“Kami akan membantu Dishub agar kebijakan tersebut tidak mengganggu arus lalu lintas dan menempatkan personel di titik-titik strategis,” tambahnya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan kepolisian jika membutuhkan bantuan. Apabila masyarakat membutuhkan kehadiran polisi, jangan sungkan menghubungi layanan 110.

“Kami pastikan anggota akan merespons lebih cepat dan hadir di lokasi selama 24 jam,” pungkasnya.

BACA JUGA :

Satlantas Polres Salatiga memastikan penerbitan SIM baru maupun perpanjangan dilakukan transparan sesuai prosedur di Satpas, Jumat (14/8/2026). Pemohon wajib mengikuti tahapan administrasi, kesehatan, psikologi, serta ujian bagi SIM baru. Polisi mengimbau masyarakat mengurus langsung tanpa calo, dengan biaya PNBP SIM A baru Rp120.000 dan SIM C baru Rp100.000.
SATPAS Salatiga Pastikan Penerbitan SIM Baru Transparan Sesuai Prosedur
Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu
Satlantas Kepolisian Resor Semarang bersama PT Trans Marga Jateng, Sat PJR Polda Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, dan Dinas Kesehatan Kota Semarang menggelar sosialisasi keselamatan berkendara serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi sopir truk di Rest Area KM 429 A Ungaran, Tol Semarang-Solo. Kegiatan yang menyasar kendaraan diduga over dimension over loading itu dilakukan sebagai edukasi menuju program Zero ODOL 2027 tanpa penindakan atau tilang.
Menuju Zero ODOL 2027, Polisi Temukan 50 Truk Bermuatan Berlebih di Rest Area KM 429 Ungaran
Jelang 1 Juli Polisi Salatiga Tabur Bunga di Makam Pahlawan
Jelang 1 Juli Polisi Salatiga Tabur Bunga di Makam Pahlawan
Dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Semarang bersama Pemerintah Kabupaten Semarang dan Baznas Kabupaten Semarang memulai program bedah tiga rumah tidak layak huni yang ditandai peletakan batu pertama di Kelurahan Candirejo, Ungaran Barat, Senin (29/6/2026). Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian layak sekaligus memperkuat sinergi lintas instansi dalam membantu warga yang membutuhkan.
Hari Bhayangkara ke-80, Polres Semarang Wujudkan Hunian Layak bagi Tiga Warga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan