KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Kapolda Dukung “Jateng di Rumah Saja”, Masyarakat Diminta Tidak Borong Makanan Berlebihan

Kapolda Dukung “Jateng di Rumah Saja”, Masyarakat Diminta Tidak Borong Makanan Berlebihan

Kapolda Dukung “Jateng di Rumah Saja”, Masyarakat Diminta Tidak Borong Makanan Berlebihan

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi

RASIKAFM – Sejumlah pihak mulai dari kepolisian, dokter hingga perawat menyatakan dukungannya pada program “Gerakan Jateng di Rumah Saja” yang bakal dilaksanakan pada 6-7 Februari 2021 sebagai upaya mengurangi jumlah kasus COVID-19.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi menegaskan, pada prinsipnya jajarannya mendukung penuh Gerakan Jateng di Rumah Saja pada akhir minggu ini. Menurut Kapolda, Gerakan Jateng di Rumah Saja ini pada dasarnya menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat yang melakukan PSBB lokal atau PPKM Jawa-Bali untuk menekan angka COVID-19 di Jateng yang masih tinggi. Sehingga TNI, Polri dan Satpol PP, yang tergabung dalam Satgas yustisi akan melakukan peringatan dan penertiban di jalan-jalan, dengan imbauan.

Kapolda menyebut, operasi yustisi yang dilakukan pada dasarnya sama dengan yang selama ini terlaksana, tentunya dengan menindak para pelanggar protokol kesehatan. Kapolda mengimbau masyarakat juga tidak berlebihan dalam mempersiapkan diri berpartisipasi dalam Gerakan Jateng di Rumah Saja sebab hanya berlangsung dua hari.

Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jateng, Edi Wuryanto menegaskan pihaknya sangat setuju dan mendukung Gerakan Jateng di Rumah Saja yang dicanangkan Gubernur. Pihaknya menilai langkah itu penting sebagai upaya mengubah perilaku masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan khususnya di sektor hulu.

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang