KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kecewa Ditinggal Nikah, Wanita Asal Pabelan Hancurkan Rumah Suami Sirinya di Pati

Kecewa Ditinggal Nikah, Wanita Asal Pabelan Hancurkan Rumah Suami Sirinya di Pati

Kecewa Ditinggal Nikah, Wanita Asal Pabelan Hancurkan Rumah Suami Sirinya di Pati

Kondisi sebuah rumah di Desa Terteg, Pati yang tinggal puing-puing setelah dirobohkan oleh wanita asal Pabelan, Kabupaten Semarang, Minggu (11/8/2024). Foto: tangkapan layar video warga

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Perasaan kecewa yang dialami Karsini (38), seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Semowo, Pabelan, Kabupaten Semarang sudah tak terbendung. Hal itu membuatnya nekat merobohkan sebuah rumah yang rencananya akan ditempati bersama Sumadi, suami sirinya di Desa Terteg, Pucakwangi, Kabupaten Pati pada Minggu (11/8/2024).

Ditemui di kediamannya, Karsini bercerita, ia berkenalan dengan Sumadi melalui messenger facebook. Lewat perkenalan itu, Sumadi mengutarakan niatnya untuk menjalin hubungan yang serius dengannya.

“Saya minta pembuktian. Kalau serius, silakan datang ke rumah,” kata Karsini, Selasa (20/8/2024).

Dari komunikasi tersebut, selang 3 bulan Sumadi menunjukkan kesungguhannya dengan mendatangi rumahnya. Mengetahui hal itu, ia menganggap Sumadi memiliki niat baik dan benar-benar ingin menikahinya.

“Setelah itu saya berangkat lagi ke Dubai, nunggu 8 bulan baru menikah secara agama setelah saya pulang ke Indonesia,” ungkapnya.

Usai menikah siri, ia memutuskan untuk tinggal bersama Sumadi di Terteg, Pati. Sebelum menikah, ia mengaku sudah mengirimkan uang selama bekerja sebagai TKW dengan niatan untuk membangun rumah yang akan ditempati bersama nantinya.

“Saat tinggal di Terteg, rumah baru setengah jadi. Saya berangkat (ke Dubai) lagi, setiap bulan selalu kirim uang minimal Rp6 juta,” lanjutnya.

Permasalahan dimulai saat keberangkatannya yang ke tiga kali. Sumadi kerap kali marah setiap Karsini telat atau tidak berkirim uang. Sejak saat itu ia mulai curiga dan mencoba menggali informasi dari salah seorang teman tetangganya yang berdomisili di Pati.

“Saya dapat informasi dia sudah menikah secara sah dengan wanita lain, bukti-buktinya saya juga punya,” ujarnya.

Ia berusaha mengonfirmasi hal itu kepada Sumadi, namun seluruh saluran komunikasi telah diblok. Sepulangnya dari Dubai, ia langsung bergegas menuju Pati. Di sana, ternyata sudah ada wanita lain di rumah yang belakangan diketahui telah dinikahi secara sah oleh Sumadi.

“Di situ saya marah, kenapa bisa menikahi wanita lain secara sah sementara saya hanya dinikah siri, berarti nggak niat,” bebernya.

Karsini akhirnya melayangkan tuntutan kepada Sumadi berupa ganti rugi uang sebesar Rp100 juta. Namun Sumadi tidak bisa menyanggupi sehingga Karsini ‘nekat’ membongkar rumah dengan menyewa sejumlah pekerja.

“Jerih payah saya bekerja selama 4 tahun sia-sia. Kalau ditotal, mungkin ada sekitar Rp250 juta,” paparnya.

Karsini mengaku menyesal dengan sikapnya yang mudah luluh. Namun demikian, ia berusaha berlapang dada.

“Ya menyesal, tapi mau bagaimana lagi, sudah terlanjur. Pokoknya barang apa yang ada dan bisa saya bawa, saya bawa ke sini,” pungkasnya. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Tim bola voli indoor putra Kabupaten Semarang mengalahkan Kabupaten Purbalingga dengan skor 3-1 pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 di GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Selasa (27/10/2026). Sempat kalah pada set pertama, tuan rumah bangkit melalui perubahan strategi bertahan dan variasi serangan. Kemenangan ini mengantarkan Kabupaten Semarang ke babak berikutnya untuk menghadapi Kabupaten Kudus.
Sempat Tertinggal, Voli Indoor Putra Kabupaten Semarang Bangkit dan Singkirkan Kabupaten Purbalingga
Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit atau Nanang, menyiapkan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan UMKM, optimalisasi wisata lokal, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia mengusung visi masyarakat religius, maju, sejahtera, dan mandiri dengan mengedepankan partisipasi warga serta penerapan program secara bertahap.
Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”
Kontingen Muaythai Kota Salatiga melampaui target empat medali emas pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dengan meraih lima emas, lima perak, dan empat perunggu. Pelatih Yusuf Susilo mengapresiasi kerja keras para atlet yang berhasil mengumpulkan total 14 medali. Capaian tersebut menjadi modal untuk menjaga konsistensi prestasi melalui dukungan pemerintah daerah dan KONI.
Lampaui Target, Kontingen Muaythai Salatiga raih Lima Emas di ajang Porprov XVII
[pekok2]