URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kejar Herd Immunity, Pemkab Semarang Terus Tingkatkan Vaksinasi Massal

Kejar Herd Immunity, Pemkab Semarang Terus Tingkatkan Vaksinasi Massal

Kejar Herd Immunity, Pemkab Semarang Terus Tingkatkan Vaksinasi Massal

featured-img
Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di sektor industri beberapa waktu lalu. (Foto/win)

UNGARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang terus meningkatkan upaya vaksinasi massal untuk mengejar herd immunity. Salah satunya dengan mengupayakan penambahan alokasi vaksin Covid-19.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan total target vaksinasi di Kabupaten Semarang mencapai 806.000-an orang. Sampai dengan hari Rabu (21/7/2021), untuk vaksinasi tahap pertama baru tercapai sekitar 115 ribu orang atau sekitar 14 persen. Sedangkan untuk vaksinasi tahap kedua baru tercapai sekitar 76 ribu orang.

Terkait dengan kondisi tersebut, pihaknya sangat megharapkan dropping vaksin Covid-19 dari Pemerintah Pusat bisa dimaksimalkan. Selain itu, upaya vaksinasi massal di luar Pemkab Semarang juga sangat diharapkan. Dengan adanya program vaksinasi massal itu, menurut Bupati bisa membantu dalam percepatan serta memperluas cakupan vaksinasi bagi warga di Kabupaten Semarang.

Secara umum, Pemkab Semarang telah meminta kepada Pemprov Jawa Tengah agar bisa menambah stok vaksin Covid-19. Jika permintaan penambahan stok atau alokasi vaksin untuk Kabupaten Semarang tersebut bisa dipenuhi, maka Pemkab Semarang juga akan dapat mengoptimalkan upaya percepatan dan perluasan cakupan vaksinasi. Kalau sebelumnya, target per hari hanya sekitar 2.500 vaksinasi, sekarang ini target vaksinasi tersebut sudah dinaikkan menjadi 5000 vaksinasi per hari. (win)

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon