KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kemarau Diprediksi Sampai Akhir September, Ini Langkah Pemkab Semarang Antisipasi Karhutla

Kemarau Diprediksi Sampai Akhir September, Ini Langkah Pemkab Semarang Antisipasi Karhutla

Kemarau Diprediksi Sampai Akhir September, Ini Langkah Pemkab Semarang Antisipasi Karhutla

(Foto/win)
Bupati Semarang Ngesti Nugraha memeriksa alat dan perlengkapan pendukung pemadam kebakaran usai Apel Gelar Pasukan Satgas Penanganan Karhutla Kabupaten Semarang Tahun 2023 di Alun-alun Bung Karno Kalirejo, Ungaran Timur, Kamis (24/8/2023).

[@]Musim kemarau panjang yang masih terjadi hingga saat ini meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Apalagi hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kemarau yang terjadi saat ini lebih kering daripada 3 tahun ke belakang.

Kondisi ini membuat seluruh pihak harus ekstra waspada dalam rangka mengantisipasi terjadinya karhutla. Tak terkecuali Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang, sejumlah langkah telah disiapkan termasuk berkoordinasi dengan TNI, Polri, BPBD, Perhutani, relawan dan masyarakat.

“Sebab karhutla bisa menimbulkan dampak ekonomi, sosial, dan kesehatan bagi masyarakat. Jika tidak segera ditangani maka dapat menimbulkan gangguan keamanan ketertiban dan masyarakat (kamtibmas),” ujar Bupati Semarang Ngesti Nugraha usai Apel Gelar Pasukan Satgas Penanganan Karhutla Kabupaten Semarang Tahun 2023 di Alun-alun Bung Karno Kalirejo, Ungaran Timur, Kamis (24/8/2023).

Dikatakan Ngesti, apel yang telah dilaksanakan ini sebagai langkah antisipasi karhutla karena seluruh elemen harus siap setiap saat. Terdapat beberapa hal yang saat ini juga gencar dilaksanakan di antaranya memberikan informasi dan pemahanam untuk lebih hati-hati di musim kemarau saat ini.

“Jangan sampai membakar daun kering di lahan dan hutan. Kita juga sudah siap gotong royong untuk bisa memadamkan api dengan cepat jika terjadi karhutla,” kata dia.

Terkait daerah rawan karhutla, Ngesti menambahkan, sesuai pengalaman yang sudah terjadi pada tahun lalu tersebar di Gunung Merbabu, Telomoyo dan Ungaran.

“Namun wilayah lain juga perlu diwaspadai di luar prediksi kita. Misalnya ada kawasan hutan tanamannya dipotong, daun ada di situ lalu ada yang iseng. Prinsipnya jangan sampai membuang puntung rokok dan membakar lahan sembarangan,” ungkapnya.

Sementara Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Semarang Juwair Suntara menyampaikan hingga pekan keempat bulan Agustus 2023 ini, pihaknya telah menerima laporan karhutla sebanyak 18 kejadian. Itu tersebar hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Semarang.

“Terakhir yang kami terima terjadi di Kecamatan Bergas, berbatasan dengan Kecamatan Pringapus,” bebernya.

Juwair mengakui, salah satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan alat dan personel. Meski demikian pihaknya tetap berupaya maksimal memadamkan api dengan cepat jika terjadi karhutla agar tidak semakin meluas.

“BMKG melaporkan kondisi ini (kemarau) diprediksi sampai akhir September. Tapi itu hanya prediksi, mudah-mudahan tidak sepanjang itu. Prinsipnya kami selalu siaga mengantisipasi terjadinya karhutla,” tandasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]