URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebuah patung perunggu Dr. Cipto Mangunkusumo diarak dalam kirab budaya sebelum ditempatkan di kompleks makam keluarganya di Kupang Tegal, Ambarawa, Jawa Tengah, sebagai penghormatan atas jasa dan perjuangannya bagi bangsa. Prosesi kirab yang berlangsung pada hari lahir Dr. Cipto Mangoenkoesoemo ini dimulai dari Pasar Gamblok, menempuh jarak 1,5 km dengan delapan anggota TNI yang menandu patung setinggi 1 meter, diiringi musik Jawa dan seratusan peserta berpakaian adat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kirab Patung dr. Tjipto Mangunkusumo di Ambarawa

Kirab Patung dr. Tjipto Mangunkusumo di Ambarawa

Kirab Patung dr. Tjipto Mangunkusumo di Ambarawa

Foto: IST
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebuah penghormatan untuk Pahlawan Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo. Patungnya yang terbuat dari perunggu yang megah sebagai simbol dedikasi dan perjuangannya bagi kemanusiaan dan bangsa.
Sore itu patung dada setinggi 1 meter itu diarak dalam pagelaran kirab budaya sebelum akhirnya ditempatkan di kompleks makam keluarga di lingkungan kupang tegal, Ambarawa, Jawa tengah (selasa 4/3/2025).

Prosesi kirab dimulai dari lingkungan Pasar Gamblok diarak sejauh 1,5 km dengan ditandu oleh delapan anggota TNI secara bergantian ,dibelakangnya seratusan orang berpakaian adat jawa dengan diiringi musik jawa semakin menambah suasana sakral.Selain masyarakat umum yang memadati jalannya prosesi kirab, tampak juga sejumlah pejabat daerah seperti Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, Bupati Semarang Ngesti Nugraha serta Sekda Kabupaten Semarang,Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Wiwin Sulistyowati ST.MM.

Patung yang merupakan karya pematung Adi Nugroho dari Hanoman Art Ambarawa ini kemudian diserahkan kepada keluarga besar dr. Cipto Mangunkusumo, dalam sambutannya Titik Widiyana, cucu keponakan dr Cipto berharap generasi muda mengingat perjuangan dan pengorbanan kakeknya.

Patung dr Tjipto Mangoenkoesoemo yang memiliki berat hampir 100 kilogram merupakan karya seniman patung Nugroho Adi. Patung ini dipersembahkan khusus kepada perwakilan keluarga dr Tjipto Mangoenkoesoemo melalui Pemerintah Kabupaten Semarang dan akan dipasang menghadap gerbang kompleks pemakaman keluarga pahlawan nasional tersebut.

Dalam sambutannya Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengucapkan terima kasih kepada Nugroho Adi atas dedikasinya yang telah menciptakan karya tersebut untuk keluarga besar dr Tjipto Mangoenkoesoemo. Ngesti berharap semangat perjuangan dr Tjipto Mangoenkoesoemo akan terus dikenang dan selalu menginspirasi generasi muda di Kabupaten Semarang.

Dok,

Sementara itu Nugroho Adi menjelaskan bahwa pembuatan patung setengah badan dr Tjipto Mangoenkoesoemo ini memakan waktu dua bulan Patung berbahan logam perunggu ini dikerjakan mulai Januari 2025.

Patung ini dipersembahkan khusus kepada perwakilan keluarga dr Tjipto Mangoenkoesoemo melalui Pemerintah Kabupaten Semarang dan akan dipasang menghadap gerbang kompleks pemakaman keluarga pahlawan nasional tersebut.

Prosesi penyerahan dan pemasangan patung ini dikemas dalam kirab budaya yang bertajuk “Mewarna Citranira Ambarawa”, yang diselenggarakan oleh Kelompok Seniman Ambarawa (KSA) dan Sanggar Hanoman Art, bertepatan dengan hari lahir dr Tjipto Mangoenkoesoemo.(hrs)

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan