URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Semarang bersatu membentuk Koalisi Serasi untuk menghadapi Pilkada 2024. Ketua DPC PKB Kabupaten Semarang, Badarudin, menyatakan bahwa koalisi ini bertujuan untuk menyatukan partai-partai dengan visi-misi serupa guna memajukan Kabupaten Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Koalisi Serasi Tantang Petahana di Pilbup Semarang 2024

Koalisi Serasi Tantang Petahana di Pilbup Semarang 2024

Koalisi Serasi Tantang Petahana di Pilbup Semarang 2024

Pilkada
Pilkada
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Semarang bersatu untuk menghadapi Pilkada 2024. Mereka membentuk koalisi bernama Koalisi Serasi.

Ketua DPC PKB Kabupaten Semarang Badarudin mengatakan, Koalisi Serasi tersebut untuk menyatukan partai-partai yang satu visi-misi. “Tujuannya untuk memajukan Kabupaten Semarang,” ujarnya di Ungaran belum lama ini.

Dijelaskan Badarudin, sampai saat ini baru dua partai yang bergabung di Koalisi Serasi. Dalam waktu dekat, masih akan ada partai lain yang akan bergabung.

“Kita masih menunggu dari partai lain, insyaallah akan ikut gabung,” lanjutnya.

Sementara Ketua DPC PPP Kabupaten Semarang Nurul Huda mengatakan, koalisi ini adalah tuntutan konstitusi karena untuk mengusung pasangan calon di Pilbup Semarang 2024, minimal membutuhkan 10 kursi di DPRD Kabupaten Semarang.

“PPP ada 6 kursi, PKB 5 kursi, total 11 kursi. Cukup untuk mengusung calon,” terangnya.

Dengan terpenuhinya syarat tersebut, kata Nurul, pihaknya sekarang fokus membangun komunikasi dan sosialisasi, termasuk konsolidasi untuk percepatan kerja politik. Soal kandidat, masing-masing partai sudah memiliki bakal calon.

“Tentu sebagai partai, PPP sudah ada calon, PKB sudah memiliki, tapi untuk kepastiannya akan dilakukan diskusi lebih intens lagi,” ungkapnya.

Nurul menegaskan, Koalisi Serasi ini sekaligus sebagai langkah ‘berani’ untuk maju mengusung pasangan calon sendiri pada perhelatan Pilbup Semarang 2024.

“Kalau kami bergabung dengan partai lain, ya tidak akan lahir Koalisi Serasi ini,” tegasnya.

Seperti diketahui, pasangan bakal calon bupati-wakil bupati Semarang yang telah mendapat rekomendasi adalah Ngesti Nugraha-Nur Arifah. Pasangan bupati petahana dan Kepala Desa Rembes Kecamatan Bringin itu telah resmi diusung Partai Nasdem.

Ngesti yang menjabat ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Semarang juga mendaftar di PDI Perjuangan, Partai Gerindra, PKS, Partai Demokrat, Partai Hanura, PAN, dan PKB. Langkah serupa juga diikuti Nur Arifah, meski hingga saat ini belum keluar surat rekomendasi dari partai politik yang lain. (win)

BACA JUGA :

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menilai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus bersaing dengan ritel modern. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau Kopdes Merah Putih di Bergas Kidul dan Lodoyong, Selasa (21/7/2026), dengan syarat kelengkapan barang, dukungan fasilitas, dan kepastian regulasi pengelolaan koperasi terus diperkuat.
DPRD Kabupaten Semarang Nilai Kopdes Merah Putih Berpotensi Saingi Ritel Modern, Asal Pasokan Barang Lengkap
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Ratusan kepala keluarga di Dusun Kebontaman, Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, mulai mengalami krisis air bersih seiring awal musim kemarau. Kondisi yang disampaikan pemerintah desa pada Kamis (16/7/2026) itu dipicu mengeringnya sumur warga di kawasan perbukitan, sehingga masyarakat terpaksa membeli air, memanfaatkan air sungai, atau mengandalkan bantuan dropping air bersih.
Kemarau Baru Dimulai, Ratusan KK di Desa Kalikayen Ungaran Timur Sudah Krisis Air Bersih

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta