URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Polres Salatiga membubarkan konvoi kelulusan pelajar SMA dan SMK di Kota Salatiga yang melanggar aturan lalu lintas dan berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat. Konvoi tersebut terdiri dari beberapa kelompok yang mengenakan seragam sekolah yang dicorat-coret dengan cat semprot dan mengendarai sepeda motor dengan knalpot brong.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Konvoi Kelulusan Pelajar SMK SMA Kota Salatiga Dibubarkan Polisi

Konvoi Kelulusan Pelajar SMK SMA Kota Salatiga Dibubarkan Polisi

Konvoi Kelulusan Pelajar SMK SMA Kota Salatiga Dibubarkan Polisi

Polisi saat membubarkan konvoi pelajar di Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SAKATIGA -Konvoi Kelulusan Pelajar SMA dan SMK di Kota Salatiga Provinsi Jaws Tengah dibubarkan anggota Polres Salatiga.

Konvoi tersebut terbagi dalam beberapa kelompok, lalu saat bertemu kelompok lain mereka bergabung hingga menjadi lebih banyak. Peserta konvoi mengenakan seragam sekolah yang telah dicorat-coret dengan cat semprot. Mereka juga membubuhkan tanda tangan, tulisan nama serta aneka gambar. Kata-kata yang tertulis di antaranya ‘Mak, aku lulus dan Info Loker Moas.’

Peserta konvoi tersebut juga terlihat melanggar aturan lalu lintas. Selain tak memakai helm, di beberapa kendaraan juga terpasang knalpot brong sehingga menganggu pengguna jalan lain.

Langkah pembubaran konvoi kelulusan tersebut diapresiasi warga Salatiga Provinsi Jawa Tengah. “Daripada hura-hura tidak jelas, keliling kota menghabiskan bensin dan bahaya tawuran, lebih baik sungkem ke orangtua yang membiayai sekolah hingga lulus,” kata Yani, Sabtu (6/5/2023).

Menurutnya, konvoi kelulusan berbahaya dan tidak ada manfaatnya. “Pelajar yang lulus mending berpikir masa depan, mau kerja atau sekolah lagi. Pokoknya yang bermanfaatlah,” imbuhnya.

Terpisah, Kasi Humas Polres Salatiga Iptu Henri Widyoriani mengatakan pembubaran konvoi kelulusan tersebut merupakan upaya menjaga kondusifitas wilayah. “Kita melakukan langkah antisipasi agar tidak terjadi gesekan, pelajar juga kita imbau untuk pulang ke rumah,” ungkapnya.

Menurut Henri, tidak ada pelanggaran kriminal yang dilakukan oleh peserta konvoi tersebut. “Pelanggaran kriminal tidak ada, kalau untuk yang sepeda motor melanggar tentu mendapat tilang,” jelasnya.

BACA JUGA :

Ribuan warga memadati tradisi Jolenan di Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Sabtu (18/7/2026). Masyarakat mengarak gunungan hasil bumi sebagai wujud syukur atas panen raya yang melimpah sekaligus melestarikan budaya Jawa. Tradisi tahunan bertema Ketahanan Pangan itu diakhiri dengan perebutan hasil bumi yang menjadi daya tarik utama dan diharapkan berkembang sebagai destinasi wisata budaya
Angkat Tema Ketahanan Pangan, Desa Kemetul Kembali Sukses gelar Jolenan Tahun 2026
Pemerintah Kota Salatiga memutuskan menarik surat edaran permohonan bantuan dana untuk peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Kota Salatiga Tahun 2026. Keputusan yang disampaikan Sekda Muthoin pada Kamis (16/7/2026) itu diambil atas arahan Wali Kota setelah muncul pro dan kontra di masyarakat, dengan tetap menjamin pertanggungjawaban bantuan yang telah diterima serta membuka ruang bagi kontribusi sukarela.
Sempat Gaduh!, Pemkot Salatiga Putuskan Tarik Surat Edaran Permohonan Bantuan Hari Jadi
SD Negeri Bener 01 di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menyediakan layanan mobil antar pulang bagi siswa menggunakan bekas angkot yang dibeli dari hasil patungan guru. Program yang mulai berjalan sejak Juni 2026 ini bertujuan membantu orang tua yang kesulitan menjemput anak sekaligus meningkatkan keselamatan siswa karena lokasi sekolah berada di tepi Jalan Raya Semarang–Solo yang padat lalu lintas.
Gani, Guru Olah Raga SD Bener Tengaran, Pagi Mengajar Siang antar Siswa Pulang
Proposal permohonan bantuan dana untuk rangkaian peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Kota Salatiga Tahun 2026 menjadi sorotan setelah beredar di kalangan pelaku usaha dan media sosial. Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Daerah Kota Salatiga pada konferensi pers, Kamis (16/7/2026), memutuskan menarik proposal yang sebelumnya telah tersebar, setelah muncul kritik terkait kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp400 juta di luar alokasi APBD.
Viral di Medsos! Proposal Permohonan Dana HUT RI di Salatiga Jadi Omongan Netizen
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Pernyataan itu disampaikan di hadapan para Ketua PCNU se-Jawa Tengah saat Silaturahim PCNU di Salatiga, Rabu (15/7/2026), sebagai ikhtiar memperkuat persatuan organisasi dan menghadirkan kepemimpinan yang berdaulat, bermartabat, serta bermanfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Silaturahim Bersama PCNU se-Jawa Tengah, Gus Rozin Nyatakan Siap Maju pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama
Komisi A DPRD Salatiga Soroti Tunggakan Biaya Pasien RSUD hingga Milyaran
Komisi A DPRD Salatiga Soroti Tunggakan Biaya Pasien RSUD hingga Milyaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

DPC PPP Kabupaten Semarang mulai menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat konsolidasi organisasi dan menyasar generasi milenial serta pemilih pemula. Hal itu disampaikan Sekretaris DPC PPP Kabupaten Semarang Zaenudin di Ungaran, Kamis (16/7/2026), usai kepengurusan baru periode 2026–2031 menerima SK DPP. Langkah tersebut dilakukan melalui pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa serta peningkatan pendidikan politik bagi kader muda.
PPP Kabupaten Semarang Bidik Pemuda dan Pemilih Pemula Hadapi Pemilu 2029
Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Senin, 13 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00 WIB menunjukkan suhu udara di Semarang mencapai 25,4 derajat Celsius dengan kelembapan 65 persen, sementara cuaca kering masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
13 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Minta Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah