KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kota Salatiga Borong Penghargaan di Hardiknas 2026, Fokus Pendidikan Inklusif

Kota Salatiga Borong Penghargaan di Hardiknas 2026, Fokus Pendidikan Inklusif

Kota Salatiga Borong Penghargaan di Hardiknas 2026, Fokus Pendidikan Inklusif

Wali Kota Salatiga berfoto bersama para penerima penghargaan inklusi usai upacara Hardiknas 2026 di Kantor Pemkot Salatiga. Foto dok IST

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Pemkota Salatiga memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan menonjolkan penguatan pendidikan inklusif dan memanen berbagai penghargaan bergengsi. Momentum ini menjadi penegasan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen pendidikan menjadi kunci dalam mencetak prestasi di tingkat nasional maupun provinsi.

Peringatan yang digelar melalui upacara di halaman Kantor Pemerintah Kota Salatiga pada Senin (4/5/2026) ini, menyoroti pentingnya konsep 3M, mindset, mental, dan misi. Hal tersebut sebagai pondasi utama peningkatan mutu pendidikan yang harus diintegrasikan di lingkungan sekolah, keluarga, hingga media.

Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, menilai capaian prestasi yang diraih Kota Salatiga, termasuk predikat Kota Tertoleran se-Indonesia dan tata kelola Unit Layanan Disabilitas terbaik, merupakan hasil dari kerja keras kolektif.

“Atas nama pribadi maupun pemerintah, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak. Semoga prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga memotivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat kolaborasi,” ujarnya usai memimpin upacara peringatan Hardiknas 2026.

Selain prestasi di bidang tata kelola pemerintahan, aspek akademik juga menjadi sorotan. Prestasi dari tingkat sekolah dasar, seperti juara OSN tingkat nasional yang diraih siswa SD Bethany, menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di Salatiga merata di berbagai jenjang. Wali Kota menekankan bahwa pendidikan yang berkeadilan harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Kita ingin menghadirkan pendidikan dan tata kelola pemerintahan yang semakin inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Semua ini demi menyiapkan generasi emas 2045 dari Kota Salatiga,” tambah Robby.

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]