URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Menjelang hari pencoblosan Pilkada 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang memusnahkan 493 surat suara rusak dan sisa dengan cara dibakar di Kantor KPU Kabupaten Semarang, Selasa (26/11/2024), yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Semarang dan Forkompimda setempat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

KPU Kabupaten Semarang Musnahkan Ratusan Surat Suara Rusak dan Sisa

KPU Kabupaten Semarang Musnahkan Ratusan Surat Suara Rusak dan Sisa

KPU Kabupaten Semarang Musnahkan Ratusan Surat Suara Rusak dan Sisa

KPU bersama forkopimda Kabupaten Semarang memusnahkan ratusan lembar surat suara rusak dan sisa dengan cara dibakar di halaman sekretariat KPU setempat, Selasa (26/11/2024). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Menjelang hari pencoblosan Pilkada 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang memusnahkan ratusan surat suara rusak dan sisa degan cara dibakar pada Selasa (26/11/2024). Pemusnahan ini dilakukan di Kantor KPU Kabupaten Semarang dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Semarang dan Forkompimda setempat.

Ketua KPU Kabupaten Semarang, Bambang Setyono, menjelaskan bahwa pemusnahan ini merupakan langkah penting menjelang pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung besok, Rabu (27/11/2024).

“Jumlah total surat suara yang dimusnahkan adalah 493 lembar, dengan rincian untuk pemilihan gubernur 283 lembar dan untuk pemilihan bupati 210 lembar,” ujar Bambang.

Dijelaskan Bambang, langkah pemusnahan surat suara rusak ini diharapkan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan Pilkada 2024 di Kabupaten Semarang. Menurutnya, pemusnahan surat suara ini menjadi bagian dari komitmen KPU dalam menjaga transparansi dan netralitas penyelenggaraan Pilkada.

“Kami ingin masyarakat percaya bahwa KPU Kabupaten Semarang bersikap netral dan tidak memihak siapa pun,” tegas Bambang.

Sementara berkaitan dengan distribusi logistik pemilu, Bambang menambahkan Kabupaten Semarang memiliki total 1.983 TPS reguler dan satu TPS khusus di Lapas Kelas IIA Ambarawa. Sejumlah TPS berada di wilayah terpencil, seperti Dusun Borangan dan Dusun Sapen di Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, serta Dusun Duren di Desa Duren, Kecamatan Sumowono. Khusus di Dusun Duren, hujan deras yang mengguyur beberapa hari terakhir sempat menghambat distribusi logistik.

“Pendistribusian dilakukan dengan berjalan kaki dan memikul logistik dengan pengawalan ketat. Meski begitu, semua TPS dipastikan siap menyambut hari pencoblosan,” imbuhnya. (win)

BACA JUGA :

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved