KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

KPU Kabupaten Semarang Musnahkan Ratusan Surat Suara Rusak dan Sisa

KPU Kabupaten Semarang Musnahkan Ratusan Surat Suara Rusak dan Sisa

KPU Kabupaten Semarang Musnahkan Ratusan Surat Suara Rusak dan Sisa

KPU bersama forkopimda Kabupaten Semarang memusnahkan ratusan lembar surat suara rusak dan sisa dengan cara dibakar di halaman sekretariat KPU setempat, Selasa (26/11/2024). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Menjelang hari pencoblosan Pilkada 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang memusnahkan ratusan surat suara rusak dan sisa degan cara dibakar pada Selasa (26/11/2024). Pemusnahan ini dilakukan di Kantor KPU Kabupaten Semarang dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Semarang dan Forkompimda setempat.

Ketua KPU Kabupaten Semarang, Bambang Setyono, menjelaskan bahwa pemusnahan ini merupakan langkah penting menjelang pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung besok, Rabu (27/11/2024).

“Jumlah total surat suara yang dimusnahkan adalah 493 lembar, dengan rincian untuk pemilihan gubernur 283 lembar dan untuk pemilihan bupati 210 lembar,” ujar Bambang.

Dijelaskan Bambang, langkah pemusnahan surat suara rusak ini diharapkan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan Pilkada 2024 di Kabupaten Semarang. Menurutnya, pemusnahan surat suara ini menjadi bagian dari komitmen KPU dalam menjaga transparansi dan netralitas penyelenggaraan Pilkada.

“Kami ingin masyarakat percaya bahwa KPU Kabupaten Semarang bersikap netral dan tidak memihak siapa pun,” tegas Bambang.

Sementara berkaitan dengan distribusi logistik pemilu, Bambang menambahkan Kabupaten Semarang memiliki total 1.983 TPS reguler dan satu TPS khusus di Lapas Kelas IIA Ambarawa. Sejumlah TPS berada di wilayah terpencil, seperti Dusun Borangan dan Dusun Sapen di Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, serta Dusun Duren di Desa Duren, Kecamatan Sumowono. Khusus di Dusun Duren, hujan deras yang mengguyur beberapa hari terakhir sempat menghambat distribusi logistik.

“Pendistribusian dilakukan dengan berjalan kaki dan memikul logistik dengan pengawalan ketat. Meski begitu, semua TPS dipastikan siap menyambut hari pencoblosan,” imbuhnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
[pekok2]