KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kuburan Dibongkar, Fakta Terungkap: Pria di Semarang Tewas Usai Dianiaya Pacar Anaknya

Kuburan Dibongkar, Fakta Terungkap: Pria di Semarang Tewas Usai Dianiaya Pacar Anaknya

Kuburan Dibongkar, Fakta Terungkap: Pria di Semarang Tewas Usai Dianiaya Pacar Anaknya

Biddokkes Polda Jateng melaksanakan ekshumasi (pembongkaran) makam seorang warga Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, yang diduga merupakan korban penganiayaan, Selasa (30/6/2026). Foto: IST/ dok. warga

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kasus kematian seorang pria berusia 59 tahun di Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, yang semula diduga meninggal secara alami, akhirnya terungkap sebagai tindak pidana penganiayaan yang berujung maut. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Semarang melakukan ekshumasi terhadap jenazah korban di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Wringinputih pada Selasa (30/6/2026). Hasil autopsi menemukan adanya luka akibat benda tumpul di bagian kepala serta retak pada tulang tengkorak korban.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana mengatakan, korban sebelumnya telah dimakamkan pada Rabu (24/6/2026) malam setelah keluarga mengira korban meninggal secara alami.

“Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Minggu (21/6/2026). Korban dipukul oleh pelaku di bagian kepala sebanyak tiga kali menggunakan tangan kosong,” kata Bodia saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan, sebelum kejadian korban sedang berkumpul bersama teman-temannya tak jauh dari rumahnya. Pelaku kemudian datang dan terlibat cekcok mulut dengan korban hingga berujung pemukulan. Setelah dianiaya, korban masih sempat berobat ke rumah sakit pada Senin (22/6/2026). Namun kepada dokter, korban mengaku mengalami cedera akibat terjatuh sehingga hanya diberikan obat pereda nyeri tanpa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti rontgen.

“Keesokan harinya, korban kembali berobat ke rumah sakit lain karena rasa sakit tidak kunjung berkurang. Saat itu korban kembali hanya mendapatkan obat penghilang rasa nyeri,” lanjutnya.

Kondisi korban terus memburuk hingga pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB korban sempoyongan di rumah, terjatuh, dan tidak sadarkan diri. Keluarga yang mengira korban meninggal secara wajar kemudian langsung memakamkannya pada malam harinya. Kasus tersebut mulai terungkap setelah salah satu perwakilan keluarga melaporkan dugaan penganiayaan ke Polres Semarang pada Jumat (26/6/2026).

“Atas dasar laporan keluarga dan fakta-fakta adanya pemukulan, kami mengajukan permohonan ekshumasi kepada Biddokkes Polda Jawa Tengah melalui Dokpol untuk dilakukan autopsi,” ungkap Bodia.

Hasil autopsi memastikan adanya luka akibat benturan benda tumpul di kepala yang menyebabkan retaknya tulang tengkorak korban. Dari penyelidikan dan gelar perkara, polisi menetapkan seorang pria berusia sekitar 20-an tahun sebagai tersangka. Pelaku diketahui merupakan teman dekat anak korban.

“Pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan hari ini juga kami lakukan pemeriksaan sebagai tersangka,” katanya.

Menurut keterangan keluarga, tersangka diduga menyimpan rasa sakit hati terhadap korban sehingga nekat melakukan penganiayaan. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 466 ayat (3) tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Polisi masih terus mendalami motif dan melengkapi berkas penyidikan kasus tersebut. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit atau Nanang, menyiapkan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan UMKM, optimalisasi wisata lokal, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia mengusung visi masyarakat religius, maju, sejahtera, dan mandiri dengan mengedepankan partisipasi warga serta penerapan program secara bertahap.
Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”
Kontingen sambo Kota Salatiga meraih tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu pada hari pertama Porprov Jawa Tengah 2026, Kamis (22/10). Medali emas dipersembahkan Michel Angelo, Nanda Bagus Yuniarta, dan Rendi Dwi Kuncoro. Sementara itu, Pradipa Bagaskara Pratama meraih perak dan Surya Adji Nugroho menyumbangkan perunggu.
Sambo Salatiga Borong Tiga Emas dalam Porprov Jateng
Persaingan cabang olahraga biliar dalam Porprov Jawa Tengah XVII 2026 di Kabupaten Semarang menghadirkan kejutan dengan tumbangnya sejumlah atlet unggulan. Hingga Rabu (28/10/2026), sebanyak 10 dari 15 nomor pertandingan telah selesai digelar. Sebanyak 112 atlet dari 29 kabupaten/kota mengikuti kompetisi yang berlangsung di J_Pool Billiard and Cafe dan Kingdom Billiard hingga Jumat (30/10/2026).
Kejutan di Cabor Biliar Porprov Jateng XVII, Sejumlah Unggulan Tumbang
[pekok2]