[adinserter name="Block 1"]
[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Kuda Wisata Tewas Ditabrak Motor di Bandungan, Pengendara Terpental 20 Meter

Kuda Wisata Tewas Ditabrak Motor di Bandungan, Pengendara Terpental 20 Meter

Kuda Wisata Tewas Ditabrak Motor di Bandungan, Pengendara Terpental 20 Meter

Kuda wisata yang tewas tertabrak sepeda motor di Bandungan dievakuasi oleh warga, Jumat (30/5/2025). Foto: IST

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kecelakaan terjadi di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-alun Bandungan, Kabupaten Semarang, Jumat (30/5/2025) siang. Sebuah sepeda motor Honda Vario 150 menabrak kuda wisata hingga tewas. Pengendara dan penumpangnya terpental sejauh 20 meter dan mengalami luka serius.

Peristiwa nahas ini terjadi di Jalan Veteran, saat motor berpelat K 3597 AGC melaju dari arah Jalan Gintungan Utara. Diduga rem blong saat menuruni jalur curam sejauh tiga kilometer membuat pengendara kehilangan kendali dan menabrak kuda yang sedang ditunggangi wisatawan.

“Suaranya keras sekali. Motornya terpental, kuda langsung mati di tempat,” kata Mujiono (59), juru parkir setempat.

Bagian depan motor ringsek parah. Pengendara, Ilham (18) asal Jepara, bersama penumpangnya, langsung dilarikan ke rumah sakit. Wisatawan penunggang kuda juga mengalami luka.

Polisi bersama tim medis segera mengevakuasi korban, kendaraan, dan bangkai kuda dari lokasi. Kuda malang tersebut milik Mundayin (63), penyedia jasa wisata kuda di alun-alun.

Rekan sesama penjaja kuda wisata, Paidi (44), menyayangkan kejadian ini dan meminta perhatian pemerintah.

“Nilai kudanya bisa sampai Rp13 juta. Kami khawatir wisatawan enggan datang lagi kalau kondisi jalan tetap membahayakan,” ujarnya.

Paidi juga menyoroti kondisi turunan tajam dari arah Gintungan yang rawan kecelakaan. Ia berharap ada petugas yang berjaga untuk mengingatkan pengendara, terutama pengguna motor matik, agar berhenti sejenak dan mendinginkan rem. (win)

BACA JUGA :

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi mencapai permukaan Jawa Tengah berdasarkan pemantauan dan uji paper test di sejumlah wilayah, termasuk Semarang, Tegal, dan Cilacap. Pemprov Jateng, BPBD, BMKG, dan Dinkes meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik, terutama terhadap paparan PM2,5 dan debu selama musim kemarau yang dapat memicu gangguan pernapasan.
Imbas GAK, Pemkot Semarang Minta Warga tidak Panik
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani