[audio_player]
[posts_like_dislike]
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) melalui Direktorat Kerja Sama (Diker) baru saja menggelar kegiatan internasional bersama Hult Prize di Merapi Ballroom Laras Asri. Dalam acara bertajuk “Unlimited” ini, tahap Awarding Night telah dilaksanakan. Natania Desyderia, Campus Director Hult Prize at UKSW 2024, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kompetisi ide bisnis berbasis internasional yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Lahirkan Pebisnis Muda, Kelompok Bravethon Siap Wakili UKSW dalam Ajang Regional Summit Hult Prize

Lahirkan Pebisnis Muda, Kelompok Bravethon Siap Wakili UKSW dalam Ajang Regional Summit Hult Prize

Lahirkan Pebisnis Muda, Kelompok Bravethon Siap Wakili UKSW dalam Ajang Regional Summit Hult Prize

Kelompok Bravethon Siap Wakili UKSW dalam Ajang Regional Summit Hult Prize 

Foto dok IST

Kelompok Bravethon Siap Wakili UKSW dalam Ajang Regional Summit Hult Prize 

RASIKAFM.COM | SALATIGA – UKSW melalui Direktorat Kerja Sama (Diker) kembali menggelar kegiatan internasional bersama Hult Prize, di Merapi Ballroom Laras Asri. Belum lama ini. Dalam Kegiatan Hult Prize at UKSW 2024 bertajuk “Unlimited” ini memasuki tahap Awarding Night.

Campus Director Hult Prize at UKSW 2024 Natania Desyderia mengungkapkan bahwa kegiatan Hult Prize merupakan kompetisi ide-ide bisnis berbasis internasional yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Adapun rangkaian Hult Prize at UKSW 2024 berawal dari training, kemudian mentoring, trial pitch hingga final pitch untuk dinilai oleh para juri yang ahli di bidangnya masing-masing.

Lebih lanjut disampaikannya, setelah mengikuti rangkaian seleksi terdapat lima tim yang terdiri dari 19 mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di UKSW. Kelima tim tersebut adalah Bravethon, Transcend, Second Nature, Horizon Voyage, dan StarterKit.

“Acara awarding night ini untuk mengumumkan pemenang dari Hult Prize OnCampus Program di UKSW. Harapannya first winner bisa lolos pada tahap Regional Summit Hult Prize di Bangkok Thailand tahun ini,” ungkap Natania yang juga mahasiswa dari Fakultas Teknologi Informasi (FTI) ini.

Berhasil keluar sebagai first winner adalah tim Bravethon yang beranggotakan Bramadi Theodorus, Nathania Calista, dan Benita Elma, ketiganya merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB). Kelompok ini menciptakan bioplastik yang terbuat dari sampah bonggol jagung. Ide bisnis ini bertujuan untuk mengurangi plastic waste, sampah bonggol jagung, dan dapat membantu meningkatkan pendapatan petani jagung.

“Ide ini berawal dari tumpukan bonggol jagung yang menjadi salah satu sampah. Beranjak dari permasalahan tersebut kami berkomitmen untuk mengolah bonggol jagung menjadi produk bioplastik,” ungkap Bramadi.

Dalam kesempatan ini, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan (WR RIK) Prof. Dr. Ir. Eko Sediyono, M.Kom., memberi ucapkan selamat kepada para pemenang. Prof. Dr. Ir. Eko Sediyono menuturkan bahwa kegiatan Hult Prize merupakan wadah untuk mencari bibit-bibit pebisnis dengan sudut pandang yang baru dan global.

“Saya ucapkan selamat kepada para pemenang, tentu kemenangan yang diraih di Hult Prize ini menjadi pemicu untuk terus berkembang,” ungkapnya.

BACA JUGA :

Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]