URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
20 tahun tinggal di Indonesia membuat Jim Baton, seorang warga Amerika Serikat akhirnya menerbitkan sebuah novel berjudul ''Someone Has To Die'' (Harus Ada yang Mati).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Lawan Terorisme, Jim Baton Warga Amerika Serikat Terbitkan Novel ”Someone Has To Die”

Lawan Terorisme, Jim Baton Warga Amerika Serikat Terbitkan Novel ”Someone Has To Die”

Lawan Terorisme, Jim Baton Warga Amerika Serikat Terbitkan Novel ”Someone Has To Die”

featured-img

RASIKAFM – 20 tahun tinggal di Indonesia membuat Jim Baton, seorang warga Amerika Serikat akhirnya menerbitkan sebuah novel berjudul ”Someone Has To Die” (Harus Ada yang Mati). Novel yang terkait dengan aksi terorisme. hasil penelitian Jim Boton itu kemudian diseminarkan dan dibedah secara daring serta luring di Kampus Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman Guppi (Undaris) Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (18/10).

Seminar itu menghadirkan Jim Baton (pengarang novel), Ketua Yayasan Hidayah Bangsa Prof Dr Mahmud Farid Ibrahim MSi, dan Dosen Universitas Muhammadiyah Malang Nafik SPdI MAHum.

”Pengalaman 20 tahun saya tinggal di Indonesia banyak sekali kasus-kasus kekerasan berkaitan terorisme. Dengan adanya novel ini diharapkan semua orang sadar bahwa aksi terorisme itu tidak benar. Hidup saling mengasihi dan cinta damai, adalah sangat berharga,” kata Jim Baton.

Sementara itu Mahmud Farid Ibrahim mengungkapkan, kasus-kasus terorisme yang mengantarkan orang berbuat nekat melakukan aksi pengebomam dilandaskan berbagai faktor. Berdasarkan pengalaman dirinya bersama sejumlah tokoh mewancarai para ”pengantin” yang memicu terorisme dalam bentuk peledakan bom di sejumlah tempat, diperoleh informasi para ”pengantin” tersebut telah terdoktrinasi ajaran tertentu.

Ajaran kekerasan dan terorisme itu sangat tidak dibenarkan. Kemudian pilihan terhadap wanita sebagai pengantin dalam kasus terorisme peledakan bom, karena wanita mudah terbujuk dan diatur. Dijelaskannya pula, para perempuan itu terlibat dalam peledakan bom, karena diajak oleh tokoh-tokoh yang memang memiliki kemampuan untuk merekrut orang-orang yang mudah dihasut. Adapun buku ”Someone Has To Die” karya Tom Baton ini menjadi pengingat agar setiap orang jangan sampai terlibat dengan terorisme, karena terorisme merupakan sebuah ajaran yang salah.

Ketua Yayasan Hidayah Bangsa Prof Dr Mahmud Farid saat diwawancarai wartawan

Pembicara lain Nafik SPdI MAHum memaparkan, masyarakat patut mempertanyakan apabila ada agama yang mengajarkan kekerasan. Ini menjadi kata kunci agar orang tidak dengan mudahnya terlibat dalam aksi terorisme. Kemudian terorisme tidak hanya terjadi di negara-negara Islam, tetapi sudah menjadi isu global karena terjadi juga di negara-negara lain di dunia. Untuk itu perlu upaya bersama menyadarkan masyarakat bahwa aksi terorisme bukan karena agama.

Di tempat yang sama Rektor Undaris Dr Drs H Hono Sejati SH MHum menjelaskan, bedah buku tersebut sangat bermanfaat bagi mahasiswanya agar memahami bahaya terorisme dan menjauhkan diri dari aksi terorisme. Undaris juga akan berperan mendukung pemerintah lewat kegiatan-kegiatan kampus yang bertujuan menghentikan aksi terorisme.

Rektor Undaris Hono Sejati menyambut positif kegiatan yang dilangsungkan dikampusnya tersebut
( – rief -)

BACA JUGA :

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Kepala SPPG Jati, Karanganyar, yang mencicipi menu MBG setelah tim dapur melaporkan aroma mencurigakan, Rabu (12/8/2026). Tindakan itu dilakukan untuk memastikan keamanan makanan sebelum didistribusikan. Pemprov Jateng menilai kejadian tersebut menjadi evaluasi untuk memperketat pengawasan kualitas program MBG.
Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara
Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved