RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Libatkan Semua Pihak, Kelurahan Ledok Gelar Rembuk Stunting

Libatkan Semua Pihak, Kelurahan Ledok Gelar Rembuk Stunting

Libatkan Semua Pihak, Kelurahan Ledok Gelar Rembuk Stunting

Sejumlah peserta saat ikuti kegiatan Rembug Stunting (Poto dok ist)

Dengan difasilitasi Bappeda Kota Salatiga, Kelurahan Ledok laksanakan Rembuk Stunting Tingkat Kelurahan yang diikuti oleh 30 peserta, dari unsur LPMK, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, PKK, Kelsi, Kader Pembangunan Manusia, Posyandu, PAUD, Petugas Gizi dan Sanitasi serta Karang Taruna di Aula Kelurahan Ledok, Selasa (05/07/22).

Kepada media Kabid Perencanaan dan Kesra Bappeda Kota Salatiga, Armita Devi Latifardani, S.E. memberikan apresiasi kepada Lurah Ledok beserta jajaran yang telah mempersiapkan kegiatan rembuk stunting sebagai wujud peran aksi kelurahan dalam permasalahan stunting.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengakomodir dan menjaring usulan dan saran sebagai pijakan penyusunan dokumen rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi” kata Armita Devi.

Lurah Ledok, Bambang Hartono, memberikan materi terkait upaya percepatan penurunan stunting melalui pendekatan wilayah. Ia menyampaikan bahwa berdasar data yang ada, stunting di Kelurahan Ledok semakin menurun dr periode Desember 2021 sejumlah 70 anak menjadi 25 anak pada Mei 2022.

“Keberhasilan ini harus kita apresiasi dan harus ditingkatkan menuju Ledok zero stunting”, ungkap Lurah.

Menurut Bambang Hartono diperlukan peran serta segenap komponen masyarakat untuk mendukung program penurunan stunting. Karena upaya penurunan stunting memerlukan dukungan masyarakat dan kerja sama lintas sektor.

hadir dalam kegiatan tersebut Dinas Pendidikan, Kabid. PAUD dan PNF Triyono, S.Pd., M.Pd. serta narasumber dari Dinas PUPR.

BACA JUGA :

Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani