URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
APBD Kabupaten Semarang tahun 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp186,638 miliar dibandingkan APBD perubahan 2023, dengan total belanja daerah mencapai Rp2,641 triliun, naik Rp47,683 miliar dari APBD perubahan 2023. Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menginstruksikan pimpinan OPD dan kepala desa untuk memastikan penggunaan anggaran yang akuntabel dan transparan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

APBD 2024 Kabupaten Semarang Naik, Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem Jadi Prioritas

APBD 2024 Kabupaten Semarang Naik, Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem Jadi Prioritas

APBD 2024 Kabupaten Semarang Naik, Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem Jadi Prioritas

APBD Kabupaten Semarang tahun 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp186,638 miliar dibandingkan APBD perubahan 2023, dengan total belanja daerah mencapai Rp2,641 triliun, naik Rp47,683 miliar dari APBD perubahan 2023. Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menginstruksikan pimpinan OPD dan kepala desa untuk memastikan penggunaan anggaran yang akuntabel dan transparan.
Foto: Diskominfo Kab. Semarang
Bupati Semarang Ngesti Nugraha bersama Sekda Kabupaten Semarang Djarot Supriyoto usai melaksanakan penandatanganan pakta integritas pencegahan praktik KKN bersama seluruh pimpinan OPD dan kepala desa di pendapa rumah dinas Bupati Semarang belum lama ini.

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Semarang tahun 2024 mengalami kenaikan. Jumlah itu naik Rp186,638 miliar dibandingkan dengan APBD perubahan 2023. Sedangkan belanja daerah 2024 sebesar Rp2,641 triliun atau naik Rp47,683 miliar dibandingkan APBD perubahan 2023.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha memerintahkan kepada pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan kepala desa untuk menggunakan anggaran secara akuntabel dan transparan.

“Pelaksanaan program penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem serta penanggulangan inflasi daerah diprioritaskan di semester pertama guna mencapai dana insentif fiskal daerah 2024,” kata Ngesti di Ungaran, Kamis (4/1/2024).

Selain itu, Ngesti juga berpesan kepada seluruh kepala desa untuk melaksanakan APBDes bagi kesejahteraan warga. Salah satunya dengan penandatanganan pakta integritas pencegahan praktik kolusi korupsi dan nepotisme (KKN) dalam menjalankan tugas.

“Dengan perjanjian ini diharapkan seluruh kepala desa dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai peraturan yang berlaku. Sehingga terwujud kinerja pemerintahan yang efisien, akuntabel dan transparan serta berorientasi pada hasil,” tegasnya.

Sementara Kepala Badan Keuangan Daerah (BKUD) Kabupaten Semarang Rudibdo menerangkan, penandatanganan pakta integritas di hari pertama kerja tahun 2024 diharapkan mempercepat pelaksanaan program kegiatan prioritas daerah. Yakni percepatan penanganan tengkes (stunting) dan kemiskinan ekstrem dan pengendalian inflasi daerah.

“Seperti yang disampaikan Pak Bupati, stunting dan kemiskinan ekstrem masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Maka anggaran yang ada harus diserap maksimal terutama menuntaskan dua masalah itu,” ujarnya. (win)

BACA JUGA :

Seorang pecinta reptil, Galih Rizky F (20), terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter saat melakukan herping di kawasan Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK), Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) malam. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban sekitar 2,5 jam kemudian dengan teknik HART. Korban mengalami cedera kepala, lengan, dan tungkai.
Pecinta Reptil Terjatuh ke Jurang 40 Meter Saat Herping di CLBK Ungaran
Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved