KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Duh! Ratusan Anak Balita di Salatiga Alami Stunting

Duh! Ratusan Anak Balita di Salatiga Alami Stunting

Duh! Ratusan Anak Balita di Salatiga Alami Stunting

Acara Rembug Stunting Salatiga. Foto Dok. Prokompim

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Ratusan balita di Kota Salatiga alami kekurangan gizi (stunting). Jumlah pastinya sampai Juni 2024 tercatat sebanyak 547 anak.

Prevalensi stunting Kota Salatiga tercatat pada tahun 2022 sebesar 14,2 persen. Di tahun 2023 sebesar 16,9 persen. Sehingga ada kenaikan 2,7 persen.

Namun posisi ini masih di bawah angka nasional 21,5 persen dan tingkat Jawa Tengah di angka 20,7 persen

Hal itu dijelaskan Kepala DP3AP2KB Yuni Ambarwati usai melakukan Rembug Stunting di Hotel Wahid Salatiga, Kamis (3/10/2024).

Dari data tersebut, berbagai langkah terus dilakukan sebagai upaya pencegahan dan penanganan stunting di Salatiga.

Dalam upaya pencegahan stunting, dilakukan berbagai macam intervensi spesifik maupun sensitif termasuk intervensi serentak yang telah dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2024, dan berhasil mendata 5,67 persen atau 547 balita stunting yang ada di Kota Salatiga.

“Sedangkan target prevalensi stunting di tahun 2024 adalah sebesar 14%,” kata Yuni.

Sementara Kepala DKK Salatiga Prasit Al Hakim menjelaskan penanganan stunting memang tidak bisa sendirian.

Harus diintegrasikan dengan kegiatan yang ada di dinas dan puskesmas-puskesmas yang ada di wilayah Kota Salatiga sehingga program yang dijalankan tidak tumpang tindih.

“Pendampingan yang dilakukan oleh petugas kesehatan yang ada di wilayah juga ditingkatkan. Tidak hanya itu saja, kita juga membutuhkan bantuan dan dukungan dari pejabat yang menaungi kewilayahan seperti camat dan lurah, juga akan memanfaatkan psikolog dari civitas akademisi seperti UIN dan UKSW,” ujar Prasit.

Pj Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani mengatakan bahwa di tahun sebelumnya, semua balita belum diukur, namun untuk tahun 2024 sudah diukur semua.

Datanya riil sampai tingkat kelurahan sudah ada. Maka penanganannya bisa lebih fokus pada masing-masing anak balita tersebut.

Untuk tahun 2024 ini Penkot Salatiga melakukan kerjasama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk penanganan per anak.

Dirinya menambahkan, setiap OPD harus bersama-sama dalam pencegahan dan penanganan stunting ini.

“Mereka juga melakukan kegiatan yang mengarah kepada penanganan dan pencegahan stunting. CSR juga kita libatkan dan perlukan. Ini adalah komitmen kepada masyarakat terkait penanganan stunting,” tutup Yasip.

Kabar Terkini

POPULER

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
[pekok2]