URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Lomba Sapta Pesona di Desa Muncar Susukan Meriah

Lomba Sapta Pesona di Desa Muncar Susukan Meriah

Lomba Sapta Pesona di Desa Muncar Susukan Meriah

featured-img

Kades Muncar, Khoirudin Bagas (kiri) menari bersama penari rodat di Pareyan, Muncar, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, dalam lomba sapta pesona peresmian Desa Wisata Muncar, minggu 10 January 2021

RASIKAFM – Lomba sapta pesona yang berlangsung di Desa Muncar, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, berlangsung meriah. Lomba digelar bersamaan dengan peresmian Desa Wisata Muncar oleh Gubernur yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata Jateng, Nugroho.

Kepada rasikafm.com Kades Muncar, Khoirudin Bagas mengatakan, pihaknya berkomitmen menjadikan Muncar sebagai desa wisata budaya dan industri kreatif. ”Karena budaya Jawa mulai terkikis budaya luar. Ini sebagai bentuk nguri-uri budaya Jawa,” kata Khoirudin Bagas.

sementara itu Enam dusun di Muncar sebagai peserta lomba sapta pesona menampilkan kerajinan, seni budaya, dan kuliner khas terbaik. ”Enam dusun memiliki potensi masing-masing. Di Dusun Dukuhsari pusat makanan aneka jajan desa. Di Dusun Muncar ada pusat kerajinan bambu, hantaran, jamu gendong, sentra tas pak Jimo,” ucap Kades Muncar.

Berikutnya di Dusun Ledok usung dusun religi. Ada makam Ki Koncerr dan Nyi Koncer, anggota pasukan Nyi Ageng Serang. Selanjutnya di Dusun Jaten usung agrowisata.

Di Dusun Nglarangan usung dusun budaya, tim dewan juri disambut welcome dance jaran kepang-karonsih dan tari lesung. Anak-anak muda tampak menabuh gamelan. Terakhir di Dusun Pareyan mengusung dusun homestay.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=GZ-wBSGWcW4[/embedyt]

Pembija Desa Wisata Muncar, Yossiady BS menjelaskan, sosialisasi sapta pesona tidak cukup dengan ceramah. ”Tapi harus dengan tindakan nyata. Salah satunya dengan lomba sapta pesona,” tutur Bang Yoss. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Semarang Muzayyinul Arif, anggota DPRD Mursid Tamimi, Camat Susukan, Disparta, dan Dispermasdes Kabupaten Semarang, serta tim juri dari berbagai disiplin ilmu dan profesi. (rief)

BACA JUGA :

DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
Seorang pecinta reptil, Galih Rizky F (20), terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter saat melakukan herping di kawasan Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK), Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) malam. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban sekitar 2,5 jam kemudian dengan teknik HART. Korban mengalami cedera kepala, lengan, dan tungkai.
Pecinta Reptil Terjatuh ke Jurang 40 Meter Saat Herping di CLBK Ungaran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved