KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Mahasiswa di Salatiga Desak Awasi Proyek TWR, Dewan Panggil Bappeda

Mahasiswa di Salatiga Desak Awasi Proyek TWR, Dewan Panggil Bappeda

Mahasiswa di Salatiga Desak Awasi Proyek TWR, Dewan Panggil Bappeda

DPRD Kota Salatiga membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengawasi proyek pembangunan Taman Wisata Religi (TWR) di Kelurahan Bugel senilai Rp10,5 miliar. Dipimpin Yusuf Wibisono, langkah ini dilakukan Kamis (23/10/2025) guna menindaklanjuti aspirasi mahasiswa dan memastikan proyek berjalan sesuai prosedur serta transparan.
Foto dok IST
Suasana pertemuan antara mahasiswa dan anggota dewan

RASIKAFM.COM | SALATIGA – DPRD Kota Salatiga merespon permintaan sejumlah elemen mahasiswa untuk meningkatkan peran dan fungsi pengawasan dalam pembangunan di Salatiga. Salah satunya pengawasan proyek pembangunan Taman Wisata Religi ( TWR) di Kelurahan Bugel, Salatiga yang menelan anggaran kurang lebih Rp 10,5 miliar.

Sebagai langkah kongkret, DPRD Salatiga membentuk Panitia Khusus ( Pansus) TWR yang terdiri dari sembilan anggota Dewan yang diketuai oleh Yusuf Wibisono.

Langkah awal, Kamis ( 23/10/2025) siang, Pansus memanggil Bappeda untuk menjelaskan secara detail perencanaan pembangunan TWR.

“Ini kami sudah memanggil Bappeda, agar menjelaskan proses pembangunan TWR dari awal hingga saat ini. Kami mendengarkan banyak pihak termasuk elemen mahasiswa yang ikut kami undang saat ini, mereka sudah memberi masukan kepada Dewan terkait fungsi pengawasan,” kata Yusuf Wibisono saat ditemui usai dengar pendapat dengan Bappeda.

Dikatakan Yusuf, dalam minggu depan, Pansus akan memanggil DPUPR untuk dimintai keterangannya terkait proyek pembangunan TWR.” Setelah Bappeda, selanjutnya DPUPR dan inspektorat,” ujar politisi Nasdem ini.

Sementara, sejumlah elemen mahasiswa dari HMI, PMII, IMM dan GMNI ikut diundang Pansus dalam dengar pendapat ini.

Juru bicara elemen mahasiswa Saiful Anwar yang juga ketua HMI Salatiga mengatakan, pihaknya sudah dua kali ke lokasi pembangunan TWR, pertama observasi lapangan, kemudian yang kedua akan menggali data.

“Namun ketika kami bertanya kepada mandor, mandor kesannya tidak baik dan justru menghindar, ada apa ini,” katanya.

Dalam pertemuan bersama Pansus dan Bappeda ini, Saiful Anwar juga mempertanyakan banyak hal, mulai dari pembangunan pagar, K3 ( Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dan sebagainya.

“Apa yang kami lakukan menjawab keresahan masyarakat. Kami akan mengawal proses pembangunan ini, jangan sampai mangkrak dan ada penyimpangan. Karena diduga ada beberapa hal yang tidak sesuai spek, seperti K3, material yang dipakai seperti apa, kan belum tahu. Makanya harus ada evaluasi,” katanya.

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]