KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Masih Pandemi, Tradisi Dugderan Tahun Ini Ditiadakan

Masih Pandemi, Tradisi Dugderan Tahun Ini Ditiadakan

Masih Pandemi, Tradisi Dugderan Tahun Ini Ditiadakan

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari  (Foto:Tribun)

RASIKAFM – Tradisi Dugderan menyambut datangnya bulan suci Ramadan di Kota Semarang tahun 2021 ini, dipastikan ditiadakan seperti tahun lalu. Karena mengingat kondisi saat ini masih dalam situasi di Pandemi Covid -19.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari mengakui, bahwa karnaval Dugderan sehari sebelum datangnya bulan suci Ramadan dipastikan untuk tahun ini tidak ada. Rapat terkait untuk gelaran Dugderan tahun ini hingga saat ini juga belum ada. Demikian pula, untuk pasar malam dengan pedagang gerabah dan mainan anak-anak seperti komedi putar, bianglala, tong stand juga ditiadakan karena masih pandemi.

Seperti diketahui, Dugderan merupakan festival khas Kota Semarang yang menandai dimulainya ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Biasanya Dugderan dibuka oleh wali kota dan dimeriahkan dengan menyalakan petasan dan kembang api. Nama “dugderan” merupakan onomatope dari suara perayaan.

Tradisi Dugderan telah diadakan sejak tahun 1882 pada masa Kebupatian Semarang di bawah kepemimpinan Bupati Raden Mas Tumenggung Ario Purbaningrat. Perayaan yang telah dimulai sejak zaman kolonial ini dahulu dipusatkan di kawasan Masjid Agung Semarang atau Masjid Besar Kauman yang berada di pusat kota lama Semarang, dekat Pasar Johar.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]