URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Harga Sembako dipasar Kembangsari Tengaran kabupaten Semarangmasih terpantau mahal, beberapa jenis barang harganya naik, Meski sedikit ada yang turun. Sejumlah pedagang dan pembeli mengaku membatasi pembelian dalam jumlah besar.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Memasuki Awal Tahun 2022, Sejumlah Harga Sembako di Pasar Kembangsari Masih Terpantau Tinggi

Memasuki Awal Tahun 2022, Sejumlah Harga Sembako di Pasar Kembangsari Masih Terpantau Tinggi

Memasuki Awal Tahun 2022, Sejumlah Harga Sembako di Pasar Kembangsari Masih Terpantau Tinggi

featured-img

Meski Libur Nataru telah lewat, namun sejumlah harga Sembako dipasar Kembangsari Tengaran masih terpantau mahal, beberapa jenis barang justru harganya naik, Meski sedikit ada yang turun.
Akibatnya sejumlah pedagang dan pembeli di pasar Kembangsari Tengaran kabupaten Semarang mengaku membatasi pembelian dalam jumlah besar.

Kepada rasikafm.com Astuti pembeli asal Klero mengaku jika Biasanya pasca Natal dan tahun baru harga berbagai kebutuhan pokok turun, namun kini awal Januari harga semakin meroket.
“tahun tahun sebelumnya harga naik saat akhir tahun, namun pas awal tahun turun, kini harga sembako tetap stabil naik meski tahun sudah berganti” kata Tuti pasrah.

Kondisi ini dibenarkan oleh Suwarti pemilik Kios Maju Makmur.
Menurutnya sejak awal Desember 2021 sampai awal Januari 2022 para pedagang dan pembeli di pasar Kembangsari tidak banyak membeli barang karena tingginya harga

“Sebelum Natal harga minyak goreng kemasan 11 ribu sekarang 20.000 per liter, minyak goreng curah 11.000 sementara untuk telur naik cukup drastis dari rp16.000 menjadi 30.000 namun sekarang turun menjadi 27 ribu, beras 11.000 gula pasir dan gandum tetap” ujar Suwarti

Suwarti saat diwawancarai media

Harga sembako yang naik lainya seperti terigu dulu 5.500 sekarang 8.000, micin dulu 8.500 sekarang 10.000. Harga daging ayam juga naik dari 30 ribu menjadi 35.

Sementara itu akibat naiknya harga tersebut pasar mulai lesu, bahkan jumlah pembeli mengalami penurunan.

Suwarti memprediksi harga tidak akan turun meskipun setelah tahun baru, apalagi 3 bulan lagi mendekati puasa dan lebaran.

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan