URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pedagang daging sapi, bakso, sate, dan masakan Padang bersama Dinas Perdagangan Kota Salatiga menggelar pertemuan di Pasar Raya I Salatiga, Rabu (24/6/2026), untuk membahas dampak mogok jualan pedagang daging akibat minimnya pasokan sapi dan tingginya harga daging. Kondisi tersebut menyebabkan stok daging menipis, sejumlah usaha kuliner mengurangi operasional bahkan tutup sementara, sehingga pemerintah mengusulkan intervensi pasokan dari daerah penghasil sapi melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Imbas Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan, Warno Akui Penjual Bakso Terdampak

Imbas Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan, Warno Akui Penjual Bakso Terdampak

Imbas Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan, Warno Akui Penjual Bakso Terdampak

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Pedagang daging sapi, pedagang bakso, penjual masakan Padang, pedagang sate, serta Dinas Perdagangan Kota Salatiga Jawa Tengah menggelar pertemuan di Los Daging Sapi Pasar Raya I Salatiga, Rabu (24/6/2026). Pertemuan tersebut membahas dampak mogok jualan pedagang daging sapi yang telah berlangsung sejak hari Senin hingga hari Jum’at, akibat kelangkaan pasokan sapi dan tingginya harga daging.

Dalam forum tersebut, para pedagang bakso, sate dan penjual masakan Padang mengaku mulai kesulitan mendapatkan pasokan daging sapi. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap usaha mereka karena stok daging yang dimiliki semakin menipis bahkan sebagian sudah habis.

Sejumlah pedagang bakso mengeluhkan stok daging makin menipis, bahkan tidak adanya pasokan daging membuat produksi bakso terhenti. Beberapa di antaranya terpaksa mengurangi jam operasional, sementara lainnya memilih tutup sementara hingga pasokan kembali normal.

“Kami sangat terdampak. Biasanya setiap hari membutuhkan daging dalam jumlah tertentu untuk produksi bakso, tetapi sekarang sulit mendapatkan barang. Stok yang ada sudah habis sehingga ada yang terpaksa tidak berjualan, padahal mempunyai 20 karyawan” ujar Warno ketua paguyuban Pedagang bakso Rukun Santoso kota salatiga.

Keluhan serupa disampaikan para penjual masakan Padang. Mereka mengaku tidak menjual rendang, padahal menu berbahan dasar daging sapi menjadi favorit pelanggan, dan ciri khas masakan Padang, sehingga ketika pasokan tidak tersedia, omzet usaha ikut menurun.

“Kami kesulitan menyediakan rendang dan beberapa menu daging lainnya. Pelanggan banyak yang mencari, tetapi kami tidak bisa memenuhi karena
stok daging tidak ada,” kata salah seorang penjual nasi Padang.

Sementara itu, Apri ketua paguyuban pedagang daging sapi kota Salatiga kembali menegaskan bahwa aksi mogok jualan dilakukan karena minimnya pasokan sapi potong dan tingginya harga pembelian dari pemasok. Kondisi tersebut dinilai membuat mereka kesulitan menjalankan usaha karena terus merugi karena harga sapi terus melambung.

Agung Pitoyo kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga yang hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan akan menampung seluruh aspirasi pedagang dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi atas persoalan pasokan sapi yang terjadi. Pemerintah berharap aktivitas perdagangan daging sapi dapat kembali normal sehingga tidak berdampak lebih luas terhadap pelaku usaha kuliner maupun masyarakat sebagai konsumen.

“Nah, solusi dari teman-teman tadi, dari Dinas Pertanian sudah melaporkan ke Dinas Peternakan di provinsi untuk melakukan perimbangan ataupun intervensi terhadap daerah kabupaten/kota yang surplus. Jadi kita, Salatiga ini kan lebih banyak disuplai dari sekitar Boyolali dan sebagainya, Kabupaten Semarang. Jadi kebutuhan kita memang tidak bisa dicukupi sendiri oleh Salatiga, tapi ketersediaan stok-stok sapi itu ada di luar wilayah. Nah, itu yang kita usulkan ke provinsi untuk meminta wilayah penghasil sapi mengirim sapi ke Salatiga “

Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis. Para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan sapi dan menstabilkan harga, sehingga rantai pasok daging sapi di Kota Salatiga kembali berjalan normal dan aktivitas ekonomi para pelaku usaha dapat pulih seperti semula.

BACA JUGA :

Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan
Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum kepada siswa SMP Negeri 10 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di mushola sekolah tersebut membahas perundungan, tawuran, kekerasan, narkotika, pelecehan seksual, pencurian, hingga penggunaan media sosial secara bijak untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.
Program JMS di SMP 10 Salatiga, Siswa Diberikan Materi Tentang Hukum dan Konsekuensinya
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara
Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara