KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Polisi Selidiki Penyebab Kelangkaan Daging Sapi di Salatiga

Polisi Selidiki Penyebab Kelangkaan Daging Sapi di Salatiga

Polisi Selidiki Penyebab Kelangkaan Daging Sapi di Salatiga

AKBP Muhammad Solikhin Fery

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Krisis pasokan sapi yang membuat pedagang daging di Kota Salatiga mogok berjualan selama lima hari kini mendapat perhatian aparat kepolisian. Di tengah keluhan pedagang dan pelaku usaha kuliner yang mulai kesulitan memperoleh bahan baku, Polda Jawa Tengah membuka kemungkinan menyelidiki adanya praktik penimbunan maupun permainan harga.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng melalui Subdit 1 Industri, Perdagangan dan Investasi (Indagsi) mengaku telah berkoordinasi dengan Satgas Pangan Polres Salatiga untuk memetakan akar persoalan yang menyebabkan pasokan daging sapi tersendat.

Kasubdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Muhammad Solikhin Fery, mengatakan langkah awal yang dilakukan adalah memitigasi penyebab kelangkaan dan lonjakan harga daging sapi yang terjadi di Salatiga.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Satgas Polres Salatiga melalui Kasatreskrim selaku Kasatgas di daerah. Mereka sudah melakukan langkah-langkah antisipasi bersama stakeholder terkait,” kata Fery.

Menurut dia, upaya tersebut melibatkan sejumlah instansi, mulai dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, hingga Dinas Perdagangan.

Pihaknya akan menelusuri apakah kelangkaan yang terjadi murni disebabkan berkurangnya pasokan atau terdapat faktor lain yang memengaruhi distribusi dan harga di lapangan.

“Tentunya kita akan melakukan mitigasi dulu penyebabnya apa dan apakah ada penimbunan serta permainan yang nantinya akan dilakukan pengambilan sikap atau tindakan sesuai porsinya,” ujar Fery.

Ia menegaskan, jika ditemukan pelanggaran, aparat akan menempuh langkah bertahap mulai dari peringatan hingga penegakan hukum.

“Akan dilakukan nantinya teguran secara administrasi atau bisa langsung mengedepankan aspek-aspek pidana. Tetapi yang pasti kami selalu mengedepankan upaya-upaya peringatan terlebih dahulu, kemudian teguran tertulis, dan penegakan hukum menjadi langkah terakhir,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Dampak krisis pasokan sapi di Salatiga mulai dirasakan lebih luas. Tidak hanya pedagang daging yang menghentikan aktivitas jual beli, sejumlah pelaku usaha kuliner berbahan baku daging sapi juga mulai kesulitan mempertahankan operasional.

Dalam pertemuan antara pedagang daging, pelaku usaha kuliner, dan Dinas Perdagangan Kota Salatiga di Los Daging Sapi Pasar Raya I Salatiga, Rabu (24/6/2026), para pelaku usaha mengungkapkan stok daging yang semakin menipis.

Ketua Paguyuban Pedagang Bakso Rukun Santoso Kota Salatiga, Warno, mengatakan beberapa pedagang bakso terpaksa menghentikan produksi karena tidak lagi memperoleh pasokan daging.

“Kami sangat terdampak. Biasanya setiap hari membutuhkan daging dalam jumlah tertentu untuk produksi bakso, tetapi sekarang sulit mendapatkan barang. Stok yang ada sudah habis sehingga ada yang terpaksa tidak berjualan, padahal mempunyai 20 karyawan,” ujarnya.

Kondisi serupa dialami sejumlah rumah makan Padang. Beberapa pelaku usaha mengaku terpaksa menghapus menu berbahan dasar daging sapi, termasuk rendang, karena bahan baku tidak tersedia.

Ketua Paguyuban Pedagang Daging Sapi Kota Salatiga, Apri, menuturkan aksi mogok dilakukan karena pasokan sapi potong dari daerah pemasok terus menurun, sementara harga pembelian sapi mengalami kenaikan signifikan.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pedagang kesulitan menjaga harga jual dan berpotensi mengalami kerugian jika tetap berjualan.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Agung Pitoyo, mengatakan pemerintah daerah telah meminta bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mencarikan daerah pemasok yang memiliki surplus sapi.

“Salatiga tidak dapat mencukupi kebutuhan sapi secara mandiri. Karena itu kami mengusulkan kepada provinsi agar daerah-daerah penghasil sapi yang memiliki stok lebih dapat membantu memasok kebutuhan ke Salatiga,” kata Agung.

Pemerintah berharap distribusi sapi dapat kembali normal dalam waktu dekat. Sebab, jika krisis pasokan berlanjut, dampaknya diperkirakan tidak hanya mengganggu perdagangan dan usaha kuliner, tetapi juga berimbas langsung kepada konsumen.

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Masyarakat dapat mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan NIK. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan penentuan sasaran bantuan. Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau meminta bantuan desa maupun kelurahan.
Cara Cek Desil DTSEN dengan HP
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama