RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Mengaku Berhutang Budi, Wawan Triyanto Temui Wali Kota Salatiga Untuk Mengucapkan Terima Kasih

Mengaku Berhutang Budi, Wawan Triyanto Temui Wali Kota Salatiga Untuk Mengucapkan Terima Kasih

Mengaku Berhutang Budi, Wawan Triyanto Temui Wali Kota Salatiga Untuk Mengucapkan Terima Kasih

Wawan Triyanto warga Krajan Salatiga nekad temui Yuliyanto di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, rabu 23.2.22. Ia ingin mengucapkan terima kasih secara langsung kepada Yuliyanto. Wawan mengaku berutang budi kepada Yuliyanto karena telah membantu dirinya yang mengalami patah tulang saat bekerja.

Wawan mengungkapkan sekira tiga bulan lalu dirinya mengalami kecelakaan. Saat bekerja dan memanjat pohon rambutan setinggi kurang lebih tiga meter, dia terjatuh dan tulangnya patah. Setelah itu, karena ketiadaan biaya Wawan menjalani perawatan dengan sangkal putung.

“Saat sangkal putung pertama, bayar Rp 450.000, lalu Rp 350.000, dan dua kali sangkal putung sekali datang bayar Rp 250.000,” katanya, . Namun, kondisinya tidak membaik karena ada serpihan tulang yang patah.

Selanjutnya, saat salat Jumat di Masjid Damarjati, Wawan bertemu Yuliyanto. “Pak Wali bertanya, kenapa kok begitu, sudah berobat belum, ada BPJS tidak, dan mau operasi tidak. Saya jawab aja jujur, mau operasi pak tapi tidak ada biaya karena kerja serabutan,” ujarnya.

Menurut Wawan, setelah pertemuan tersebut dirinya diminta untuk ke Rumah Dinas Wali Kota Salatiga dengan membawa data pribadi. “Setelah itu, saya langsung menjalani operasi di RS Puri Asih pada Jumat (18/2/2022) dan sehari setelahnya langsung pulang,” paparnya.

Wawan mengungkapkan saat ini kondisinya terus membaik meski belum sepenuhnya pulih. “Saya berterimakasih sekali dengan pak Yuliyanto, karena membantu saya untuk kembali sehat. Semoga dalam waktu dekat bisa kembali bekerja dan menafkahi ketiga anak saya,” paparnya.

Sementara Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan berharap seluruh masyarakat diberi kesehatan dan bisa mencari nafkah dengan baik. Apalagi saat ini masa pandemi Covid-19 dan perekonomian sedang sulit. “Turut senang melihat mas Wawan sudah kembali sehat meski belum 100 persen. Dia bekerja serabutan sehingga membutuhkan kondisi fisik yang prima untuk mencari nafkah,” ungkapnya.

BACA JUGA :

Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani