RASIKAFM.COM | SALATIGA — Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di dekat putaran bawah Kelurahan Bendosari, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026) malam. Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah menabrak bagian belakang truk tronton yang berhenti di badan jalan.
Peristiwa nahas tersebut melibatkan sepeda motor Honda Beat dan sebuah truk Mitsubishi tronton. Pengendara motor berinisial A.T.V. dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) akibat mengalami cedera kepala berat.
Dalam siaran persnya, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Salatiga, AKP Henry Sulistyanta, menjelaskan kecelakaan bermula saat korban melaju dari arah Kecandran menuju Cebongan. Setibanya di lokasi kejadian, pada lajur kiri jalan terdapat truk tronton yang sedang berhenti di badan jalan dan diduga mengalami mogok akibat kehabisan bahan bakar.
“Jarak kendaraan sudah terlalu dekat sehingga pengendara sepeda motor tidak sempat menghindar. Akibatnya, motor membentur bagian belakang truk,” kata AKP Henry.
Benturan keras menyebabkan korban terpental dan mengalami luka fatal. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian dan selanjutnya dievakuasi petugas ke RSUD Kota Salatiga. Tidak ada korban lain dalam insiden tersebut. Kerugian materiil akibat kecelakaan diperkirakan mencapai sekitar Rp3 juta.
Sementara itu, sopir truk tronton berinisial H.K. dilaporkan selamat. Sopir telah dimintai keterangan oleh petugas kepolisian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Salatiga yang menerima laporan kecelakaan segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan TKP, olah tempat kejadian perkara, pengamanan barang bukti, serta pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
AKP Henry mengimbau para pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan besar, agar tidak berhenti di badan jalan tanpa pengamanan yang memadai. Ia menekankan pentingnya penggunaan rambu peringatan darurat seperti segitiga pengaman untuk mencegah kecelakaan.
“Langkah kecil seperti memasang segitiga pengaman sangat penting karena bisa mencegah kecelakaan fatal, terutama pada malam hari dengan jarak pandang terbatas,” ujarnya.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan serta memastikan apakah terdapat unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.