URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Wisnu Wahyudi, mendesak Pemkab Semarang mempercepat penanganan banjir dan longsor di Kalongan, Susukan–Kutilang, Lerep, Nyatnyono, dan Blanten, Jumat (27/2/2026). Ia meminta pengerukan Sungai Kaligung serta perbaikan jalan terdampak karena sedimentasi dan cuaca ekstrem. Penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan BBWS dan instansi terkait.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Longsor dan Banjir Ancam Permukiman, Komisi C DPRD Kabupaten Semarang Desak Penanganan Segera

Longsor dan Banjir Ancam Permukiman, Komisi C DPRD Kabupaten Semarang Desak Penanganan Segera

Longsor dan Banjir Ancam Permukiman, Komisi C DPRD Kabupaten Semarang Desak Penanganan Segera

Komisi C DPRD Kabupaten Semarang bersama BPBD saat meninjau lokasi longsor di ruas jalan penghubung Desa Nyatnyono-Lerep, Ungaran Barat, Rabu (25/2/2026). Foto: IST
Komisi C DPRD Kabupaten Semarang bersama BPBD saat meninjau lokasi longsor di ruas jalan penghubung Desa Nyatnyono-Lerep, Ungaran Barat, Rabu (25/2/2026). Foto: IST
Featured Image

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Wisnu Wahyudi, mendesak Pemerintah Kabupaten Semarang segera melakukan penanganan serius terhadap sejumlah infrastruktur terdampak bencana di wilayah Kalongan, Susukan–Kutilang, serta Lerep, Nyatnyono, dan Blanten.
Hal itu disampaikan Wisnu usai melakukan pemantauan langsung di lokasi terdampak bencana belum lama ini.

Menurutnya, persoalan paling mendesak adalah penanganan sedimentasi Sungai Kaligung di wilayah Kutilang yang memicu banjir meluas.

“Sedimentasi di Kaligung harus segera diangkat. Anggaran yang sudah tersedia di BWWS harus dimaksimalkan untuk pelaksanaannya,” tegasnya saat dikonfirmasi di Ungaran, Jumat (27/2/2026).

Ia menyebut, banjir akibat luapan Sungai Kaligung kini tidak hanya menggenangi Perumahan Cemara, tetapi juga telah meluas hingga wilayah Kutilangsari. Dengan kondisi cuaca yang masih ekstrem, Wisnu mengingatkan potensi banjir akan semakin meluas apabila pengerukan sedimen tidak segera dilakukan.

“Kalau Susukan ini sebetulnya bisa segera ditangani karena hanya perlu pengerukan sedimen. Lokasi pembuangan sudah ada, jadi tidak perlu menunggu pengadaan lagi,” ujarnya.

Selain banjir, Komisi C juga menyoroti jalan putus akibat longsor di wilayah Lerep, Nyatnyono, dan Blanten yang merupakan jalur krusial bagi mobilitas warga. Ia meminta perbaikan infrastruktur jalan segera dilakukan dengan memperhatikan kondisi lereng di bawahnya.

Menurutnya, rencana pembangunan jalan di atas dengan membeli lahan baru tidak boleh mengabaikan penanganan longsor yang saat ini terjadi di bagian bawah. Jika tidak ditangani dari sumber permasalahan, dikhawatirkan jalan baru juga berpotensi mengalami longsor serupa.

“Harapan kami, bagian bawahnya tetap harus diperbaiki dulu. Kalau tidak, nanti jalan di atasnya juga berpotensi longsor lagi,” katanya.

Kondisi paling mengkhawatirkan, lanjut Wisnu, berada di wilayah Kalongan. Longsor yang terjadi kini hanya berjarak sekitar 20 meter dari permukiman padat penduduk. Bahkan, sepanjang kurang lebih 50 meter jalan di sisi barat lokasi sudah mengalami retak dan ambles.

“Potensinya jelas bisa masuk ke permukiman warga. Itu sangat prioritas untuk segera ditangani,” ujarnya.

Ia menilai, selama ini pemerintah baru sebatas melakukan kajian tanpa eksekusi konkret di lapangan. Padahal, jika longsor terus menggerus hingga permukiman, dampaknya akan jauh lebih berat.

Wisnu mengapresiasi langkah pemerintah yang telah menyiapkan hunian sementara (huntara) di wilayah Dampu sebagai bentuk antisipasi. Namun, menurutnya, penyediaan huntara saja tidak cukup tanpa upaya menghentikan pergerakan tanah di lokasi longsor.

“Pemerintah harus betul-betul hadir. Kalau hanya menyikapi dengan huntara tanpa menghentikan longsornya, itu juga akan sulit,” tandasnya.

Sementara sebelumnya, Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan pihaknya telah berkomunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk penanganan lebih lanjut. Pemerintah Kabupaten Semarang akan berkoordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU), BPBD Kabupaten Semarang, serta BBWS.

“Tahun ini terdapat anggaran dari BBWS untuk penanganan daerah aliran Sungai Kaligarang. Harapan kami sedimentasi sungai dapat diangkat, serta penanganan Sungai Kaligung dilakukan bersamaan dengan pembuatan sudetan di sisi jalan tol guna memecah aliran air yang selama ini menyatu dari Kota Ungaran,” bebernya.

Selain itu, kolam retensi di kawasan Perumahan Kutilang Sari Susukan akan ditata dan diperbesar agar mampu menampung limpahan air. Pemerintah juga akan mengecek titik pertemuan arus Sungai Kaligung dan Kaligarang yang dinilai terlalu sempit.

“Jika diperlukan pembebasan lahan, maka akan kami bebaskan untuk memperlebar saluran agar aliran air ke Sungai Kaligarang lebih optimal,” imbuhnya.

Sedangkan untuk penanganan longsor, pihaknya akan berkoordinasi dengan Gubernur dan BPBD Jawa Tengah.

“Kami akan melihat mana yang bisa kita tangani secara langsung dan mana yang nanti akan kita mintakan bantuan dari provinsi melalui Pak Gubernur. Karena anggarannya cukup besar. Kalau yang tidak terlalu besar, kami akan mampu untuk menangani,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Warung Soto di Kalinyamat Tingkir Terbakar, Diduga akibat Dispenser
Warung Soto di Kalinyamat Tingkir Terbakar, Diduga akibat Dispenser
Sebuah rumah milik Paidi (65) di Dusun Kalangan RT 01 RW 05, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, terbakar pada Senin (8/6/2026) dini hari. Kebakaran diketahui setelah warga mendengar teriakan dari rumah korban dan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tim Damkar dari sejumlah pos diterjunkan ke lokasi dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 04.34 WIB sehingga kebakaran tidak meluas. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Kebakaran Landa Rumah Warga Pabelan, Damkar Gabungan Kabupaten Semarang dan Salatiga Berjibaku Jinakkan Api
Truk Tangki Rem Blong di Turunan Bawen, Terjang Warung dan Kios Tambal Ban, Satu Pemotor Tewas
Truk Tangki Rem Blong di Turunan Bawen, Terjang Warung dan Kios Tambal Ban, Satu Pemotor Tewas
Empat anggota satu keluarga asal Ambarawa ditemukan meninggal dunia di dalam tenda glamping kawasan wisata Posong, Taman Wisata Alam Posong, Rabu (27/5/2026). Polisi menduga korban mengalami keracunan setelah ditemukan mulut berbusa tanpa tanda kekerasan, sementara keluarga masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian.
Satu Keluarga Asal Banyubiru Ditemukan Tewas Saat Camping di Wisata Posong Temanggung

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Warung Soto di Kalinyamat Tingkir Terbakar, Diduga akibat Dispenser
Warung Soto di Kalinyamat Tingkir Terbakar, Diduga akibat Dispenser
Kebakaran melanda Warung Soto Kalinyamat milik Adam Hariyanto di Jalan Kalinyamat, Tingkir, Kota Salatiga, Rabu (10/6/2026), diduga akibat korsleting listrik pada dispenser pom bensin mini. Api yang menyambar...
Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai dirasakan warga di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (10/6/2026). Sejumlah pengendara mengaku pengeluaran harian bertambah, namun tetap memilih Pertamax karena dinilai lebih baik untuk performa dan keawetan mesin kendaraan meski antrean Pertalite di SPBU mulai meningkat.
Harga Pertamax Meroket, Warga Ungaran Tetap Bertahan Meski Pengeluaran Membengkak
Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai dirasakan warga di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (10/6/2026). Sejumlah pengendara mengaku pengeluaran harian bertambah, namun...
Cegah Serangan Wereng, Petani Milenial Gunung Tumpeng Semprotkan Insektisida Pakai Drone
Cegah Serangan Wereng, Petani Milenial Gunung Tumpeng Semprotkan Insektisida Pakai Drone
Petani di Desa Gunung Tumpeng, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang memanfaatkan drone pertanian bantuan Kementerian Pertanian untuk penyemprotan insektisida di sekitar 100 hektare lahan sawah sebagai langkah...
CJFACE 2026 Hadir di Semarang! Bank Indonesia Dorong Furnitur Jepara Tembus Pasar Global dan Perkuat Ekosistem Halal 2
CJFACE 2026 Hadir di Semarang! Bank Indonesia Dorong Furnitur Jepara Tembus Pasar Global dan Perkuat Ekosistem Halal
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah bersama Pemprov Jawa Tengah, KADIN Jepara, dan komunitas JIFBW menggelar Central Java Furniture & Carving Expo (CJFACE) 2026 di Atrium DP Mall Semarang pada...
10 Juni 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 14.00–16
10 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 14.00–16.00 WIB, Tinggi Air Sentuh 0,9 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang maksimum di perairan Semarang terjadi pada Rabu, 10 Juni 2026 pukul 14.00–16.00 WIB dengan tinggi muka air laut mencapai 0,9...
Muat Lebih

POPULER

MTsN 1 Kabupaten Semarang di Kecamatan Susukan mengolah sampah organik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan asrama siswa menjadi pakan larva maggot sebagai bagian dari gerakan ecotheology. Inovasi yang berkembang dari penelitian siswa tersebut kini menghasilkan maggot basah dan kering bernilai jual, sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Manfaatkan Makanan Sisa MBG, MTsN Kabupaten Semarang Budidayakan Maggot
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, resmi membuka pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Aula Ganesha Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Selasa (2/6/2026). Pembukaan SPMB menandai dimulainya persaingan ribuan calon siswa untuk masuk sekolah favorit melalui proses seleksi yang berlangsung secara daring pada 2–4 Juni 2026 dengan prinsip objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
Pembukaan SPMB di Salatiga, 2.500 Siswa Bersaing Rebut Sekolah Bergengsi
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved