URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Video komplain program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Dukuh 05 Salatiga menjadi perhatian publik. Kepala sekolah Jumarti menjelaskan keluhan menu telah beberapa kali disampaikan kepada penyedia. Peristiwa itu terjadi di Salatiga dan viral pada Senin (2/3/2026). Evaluasi dilakukan dengan perbaikan menu serta kontrol kualitas makanan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Viral di Medsos, Kepala SDN Dukuh Salatiga Tolak Menu MBG

Viral di Medsos, Kepala SDN Dukuh Salatiga Tolak Menu MBG

Viral di Medsos, Kepala SDN Dukuh Salatiga Tolak Menu MBG

Video komplain program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Dukuh 05 Salatiga menjadi perhatian publik. Kepala sekolah Jumarti menjelaskan keluhan menu telah beberapa kali disampaikan kepada penyedia. Peristiwa itu terjadi di Salatiga dan viral pada Senin (2/3/2026). Evaluasi dilakukan dengan perbaikan menu serta kontrol kualitas makanan.
foto Arief Rasika
kepala sekolah SDN Dukuh Jumarti, saat tunjukkan menu MBG. Senin (2.3.2026)
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Sebuah video komplain terkait pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Dukuh 05 Salatiga beredar luas di media sosial memicu perhatian publik. Pihak sekolah menegaskan, keluhan terhadap menu telah beberapa kali disampaikan sebelum rekaman tersebut viral. Di sisi lain, penyedia layanan memastikan evaluasi dan perbaikan langsung dilakukan.

Kepada rasikafm.com kepala SD Negeri Dukuh 05, Jumarti, mengatakan selama pelaksanaan MBG pihaknya telah sekitar lima atau enam kali menyampaikan komplain kepada penyedia. Keluhan, menurut dia, berkaitan dengan kualitas maupun kelengkapan menu.[custom-related-posts title=”Kabar terkait:” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

“Untuk komplain, sebetulnya ya ada beberapa yang namanya manusia ya mas. Wong masak itu kan pasti ada yang kurang uyah (garam – red), kurang apa itu sudah biasa. Saya juga komplain langsung, ‘Mbak ini kurang ini’, nanti besoknya sudah diperbaiki,” ujar Jumarti didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Drs. Muh Nasiruddin, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (2/3/2026).

Ia menjelaskan, bentuk komplain antara lain kekurangan susu, porsi nasi yang kurang, hingga persoalan teknis lainnya. Setiap temuan, kata dia, langsung disampaikan kepada penyedia dan mendapat respons cepat.

“Misalnya kurang nasi, nanti saya telepon, mereka ngirim. Kurang ini, saya telepon langsung ngirim karena dekat toh mas. Respon cepat sekali,” katanya.

Terkait video yang viral, Jumarti menegaskan peristiwa dalam rekaman tersebut memang kejadian nyata saat ia menyampaikan komplain. Tujuannya, menurut dia, agar penyedia melakukan pembenahan.

“Lah kemarin itu saya komplain saat dalam video itu, itu yang nyata. Tujuan saya supaya SPPG berbenah. Tidak saya memberi masukan terus, saya ya capek memberi masukan terus,” tuturnya.

Ia menambahkan, sebagai sekolah dasar pihaknya merasa perlu memastikan makanan yang dikonsumsi siswa layak dan terjaga kualitasnya.

“Ini SD loh mas. Jadi kalau ada yang kurang, ya saya langsung komplain,” ucapnya.

Menurut Jumarti, sebelum video tersebut menyebar, komunikasi dengan penyedia berjalan normal. Ia juga mengaku tidak mengetahui pihak yang pertama kali menyebarluaskan rekaman tersebut.

“Saya kaget, kenapa dan siapa yang memviralkan. Video itu dari saya tahan. Saya kumpulkan guru-guru dan tanya siapa yang membagikan, tapi tidak ada yang mengaku. Saya percaya ada yang membagikan karena ini dari dalam, tetapi saya tidak akan memperpanjang masalah dengan guru-guru,” ujarnya.

Ia menyatakan telah berkoordinasi dengan komite sekolah dan meminta seluruh jajaran untuk tidak saling menyalahkan.

“Sudah, ini sudah terjadi, kita harus hadapi. Saya harus tanggung jawab. Yang penting kita bersatu demi kebaikan kita semua. Tidak usah saling menyalahkan atau menunjuk,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Kepala SD Negeri Dukuh 05 bersama dewan guru, karyawan, orang tua, dan siswa menyampaikan permohonan maaf atas beredarnya video tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih dan mohon maaf jika video ini sampai tersebar ke mana-mana, yang itu tidak kami kehendaki. Sekali lagi mohon maaf,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua SPPG Sawahan, Sarah Alfi Maiza, memastikan evaluasi dilakukan sejak hari kejadian. Ia menyebut perbaikan difokuskan pada penyempurnaan menu dan pengetatan kontrol kualitas, terutama pada buah.

“Untuk perbaikan menu, atas saran dari Bu Jum, kami memberikan menu yang sesuai arahan dari pusat, yaitu ada karbohidrat, protein, dan juga buah,” ujarnya.

SPPG juga melakukan penyortiran ulang hingga tiga kali, mulai dari proses racik, masak, hingga pemorsian.

“Untuk buah yang busuk dan lolos, terdapat waktu itu ada 8–10 buah. Waktu di bagian pemorsian sudah kami sortir, tapi ternyata ketumpuk-tumpuk. Jadi ada yang gembur dan kami kurang teliti, masih ada sedikit yang kelolosan,” katanya.

Menurut Sarah, video yang beredar merupakan rekaman lama dan pada hari yang sama pihaknya telah datang ke sekolah untuk klarifikasi dan meminta maaf.

“Itu video sudah lama, hari Selasa minggu kemarin. Kami sudah langsung melakukan konfirmasi kepada kepala sekolah, lalu kami juga sudah berdamai pada hari itu juga,” ujarnya.

SPPG Sawahan saat ini melayani 3.284 penerima manfaat di 20 sekolah, dari PAUD hingga SMK. Di SD Negeri Dukuh 05 sendiri, jumlah penerima manfaat tercatat 158 siswa. Sarah menegaskan perbaikan diterapkan merata di seluruh lembaga layanan.

– Jumarti saat berikan keterangan kepada Rasika FM
– Video saat kepala sekolah protes kepada petugas SPPG

BACA JUGA :

Rumpun bambu di belakang rumah warga di RT 03 RW 06, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Api diduga berasal dari pembakaran ban sepeda motor bekas di dekat lokasi, lalu berhasil dipadamkan oleh Damkar Kota Salatiga bersama aparat dan warga tanpa menimbulkan korban jiwa.
Aparat Bersatu Padu Padamkan Api yang Menghanguskan Pohon Bambu
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting
Satlantas Kepolisian Resor Semarang bersama PT Trans Marga Jateng, Sat PJR Polda Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, dan Dinas Kesehatan Kota Semarang menggelar sosialisasi keselamatan berkendara serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi sopir truk di Rest Area KM 429 A Ungaran, Tol Semarang-Solo. Kegiatan yang menyasar kendaraan diduga over dimension over loading itu dilakukan sebagai edukasi menuju program Zero ODOL 2027 tanpa penindakan atau tilang.
Menuju Zero ODOL 2027, Polisi Temukan 50 Truk Bermuatan Berlebih di Rest Area KM 429 Ungaran
PDAM Kota Salatiga mengimbau pelanggan meningkatkan pengamanan meteran air menyusul maraknya kasus pencurian di sejumlah wilayah. Direktur Utama PDAM Kota Salatiga, Imron Cahyadi, meminta masyarakat melindungi meteran di rumah, memasang pengaman tambahan pada lokasi rentan, serta segera melapor kepada PDAM atau aparat jika menemukan aktivitas mencurigakan untuk mencegah gangguan distribusi air bersih dan biaya penggantian meter.
Kasus Pencurian Meteran Marak, PDAM Salatiga Minta Konsumen Waspada
Pengelola Warung Soemantri, Gani Nur Rahman, memprotes penutupan akses utama menuju lokasi usahanya di Jalan dr. O. Notohamidjojo, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, yang terjadi akibat pemasangan pagar oleh pihak lain. Kondisi tersebut dinilai menghambat pembangunan, menyulitkan pengunjung, serta berdampak pada rencana pengembangan warung sebagai ruang kreatif, edukasi, dan kawasan konservasi.
Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar
Kecelakaan tunggal sebuah bus Isuzu yang mengangkut rombongan wisata terjadi di KM 454+200 Tol Bawen–Salatiga, Kabupaten Semarang, Selasa (30/6/2026) pagi. Diduga akibat pengemudi kehilangan konsentrasi, bus keluar jalur dan masuk ke parit sehingga menyebabkan dua penumpang meninggal dunia, dua lainnya luka-luka, serta kendaraan mengalami kerusakan.
Bus Pariwisata alami Laka Tunggal, 2 Penumpang Meninggal

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Komunitas Salatiga Keris Ageman Lestari menggelar prosesi jamasan pusaka di halaman Museum Salatiga, kawasan Prasasti Plumpungan, Kamis (2/7/2026), sebagai upaya pelestarian budaya Nusantara. Dalam kegiatan itu, bakal keris dan tombak diserahkan kepada empu untuk ditempa menjadi pusaka resmi Kota Salatiga, sekaligus melibatkan perawatan puluhan keris dan tosan aji milik masyarakat sebagai media edukasi budaya bagi generasi muda.
Sakral Gelar Jamasan Pusaka, Serahkan Bakal Keris Salatiga
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Pengelola Warung Soemantri, Gani Nur Rahman, memprotes penutupan akses utama menuju lokasi usahanya di Jalan dr. O. Notohamidjojo, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, yang terjadi akibat pemasangan pagar oleh pihak lain. Kondisi tersebut dinilai menghambat pembangunan, menyulitkan pengunjung, serta berdampak pada rencana pengembangan warung sebagai ruang kreatif, edukasi, dan kawasan konservasi.
Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar