URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kabupaten Semarang, sebuah wilayah penyangga destinasi wisata di Jawa Tengah dan DIY, menjadi fokus pengembangan properti oleh Centroland PT SSA. Perusahaan ini akan membangun Panarama Residential Resort di Dusun Ngreco, Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang. Dengan total lahan 30 hektare, 25 hektare akan dikembangkan, dan 6,5 hektare akan dijadikan perumahan dengan cluster Sentiasa yang terdiri dari 52 unit.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Miliki Pertumbuhan Ekonomi yang Bagus, Kabupaten Semarang Mulai Dilirik Investor Properti

Miliki Pertumbuhan Ekonomi yang Bagus, Kabupaten Semarang Mulai Dilirik Investor Properti

Miliki Pertumbuhan Ekonomi yang Bagus, Kabupaten Semarang Mulai Dilirik Investor Properti

featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kabupaten Semarang merupakan salah satu wilayah penyangga kawasan yang menjadi tujuan wisata di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Oleh karenanya, wilayah ini dinilai memiliki pertumbuhan ekonomi yang bagus.

Hal ini membuat Centroland PT SSA, sebuah perusahaan pengembang dan pengelola di bidang properti seperti hotel, villa, dan resort di Indonesia tertarik menanamkan modalnya di Bumi Serasi ini. Salah satunya adalah dengan membangun kawasan Panarama Residential Resort di Dusun Ngreco, Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang.

Disampaikan oleh Direktur Centroland PT SSA Nur Cahyo Wibowo dari total 30 hektare lahan yang tersedia, 25 hektare di antaranya akan dikembangkan dan 6,5 hektare dibangun perumahan yakni cluster Sentiasa.

“Rencananya akan ada 52 unit, 15 di antaranya sudah laku dibeli. Di cluster ini tersedia tiga tipe, yakni Rama, Nala, dan Tama dijual seharga Rp 3 miliar hingga Rp 5 miliar,” ungkap Cahyo saat acara Signing Ceremony bersama BCA, Rabu (24/1/2024).

Cahyo menerangkan meski saat ini tengah memasuki tahun politik, namun kondisi ini tak banyak berpengaruh terhadap iklim investasi. Bahkan ia menyebut, transaksi yang terjadi justru cenderung meningkat.

“Ini menunjukkan tahun politik tidak memengaruhi kondisi ekonomi secara umum di masyarakat. Bahkan ada anggapan, saat ini adalah momentum paling tepat untuk berinvestasi. Bagaimanapun juga, properti itu harganya pasti naik,” ujarnya.

Terkait dengan birokrasi dan perizinan, lanjut Cahyo, selama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang mendukung penuh upaya investor yang akan menanamkan modalnya di Kabupaten Semarang mulai dari pengurusan perizinan hingga legalitas.

“Apalagi pembangunan yang kami lakukan ini sinergi dengan alam, tidak merusak alam dalam prosesnya,” bebernya.

Ketua Ikatan Notaris Indonesia (INI) Jawa Tengah, Joko Setyo menjelaskan pasar yang dibidik oleh Centroland tidak hanya Warga Negara Indonesia (WNI) saja, tetapi juga untuk Warga Negara Asing (WNA).

“Tentunya WNA juga harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya traksaksi minimal Rp 5 miliar, untuk keluarga seluas 2.000 meter persegi, dan memiliki kartu izin tinggal,” urainya.

Sementara Vice President BCA Divisi Bisnis Kredit Konsumer Agus Suhartono mengatakan, sebagai pihak perbankan akan terus mendukung kebangkitan perekonomian. “Kami sudah banyak bekerjasama dengan developer melalui komitmen dan analisa, mulai dari perizinan hingga kelayakan lokasi,” jelasnya.

Sebagai informasi, Panarama Residential Resort berdiri di atas lahan seluas 30 hektare, dengan luasan bangunan per unitnya mulai 181 sampai dengan 250 meter persegi. Untuk tahap pertama, akan dibangun 52 unit dengan range harga mulai Rp3 miliar-Rp5 miliar. (win)

BACA JUGA :

Polres Semarang memastikan laporan titik panas di kawasan hutan Watu Gajah, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, bukan merupakan kebakaran hutan maupun lahan. Kasat Reskrim Polres Semarang Bodia Teja Lelana menjelaskan hasil verifikasi lapangan pada Jumat (1/8/2026) menunjukkan hotspot berasal dari bekas pembakaran rumput di lahan warga yang telah padam, sehingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali.
Titik Panas di Pringapus Terekam Satelit NASA, Polres Semarang Temukan Bekas Pembakaran Rumput
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyiapkan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sejak 2026 sebagai penggerak ekonomi 2027. Sekretaris Disbudparekraf Jateng Endro Wicaksa menyebut fokus diarahkan pada penguatan SDM, pengembangan destinasi, dan infrastruktur, sementara BI mendorong investasi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan agar kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah terus meningkat.
Melihat dari Dekat Resep Sukses Bali, Jawa Tengah Siapkan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Penggerak Ekonomi 2027
Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Rumah Amin Akhirnya Layak Ditinggali, Gotong Royong TMMD Ubah Harapan Warga Desa Cukil
Rumah Amin Akhirnya Layak Ditinggali, Gotong Royong TMMD Ubah Harapan Warga Desa Cukil
Bupati Semarang Ngesti Nugraha melantik 118 pejabat struktural dan 17 pejabat fungsional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/7/2026). Pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan yang masih kosong, menyegarkan organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi dilaksanakan secara profesional tanpa praktik jual beli jabatan.
Lantik 118 Pejabat, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Stand Gebyar Lelang Serentak Barang Rampasan dan Barang Sitaan Negara milik Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejaksaan Negeri Salatiga dipadati warga di Joglo 3 Kantor Kejari Salatiga, Rabu (29/7/2026), menjelang pelaksanaan lelang pada 11–14 Agustus 2026. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai tata cara mengikuti lelang melalui portal resmi sekaligus memperoleh informasi aset yang akan dilelang secara legal.
Sosialisasi Gebyar Lelang Barang Rampasan, Stand PAPBB Kejari Salatiga jadi Idola Calon Peserta Lelang

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga