URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Keluarga menggelar misa 100 hari kematian pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang yakni Iwan Boedi Prasetijo Paulus, Senin (5/12/2022).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Misa 100 Hari Kematian Iwan Boedi di Gereja Santa Maria Fatima

Misa 100 Hari Kematian Iwan Boedi di Gereja Santa Maria Fatima

Misa 100 Hari Kematian Iwan Boedi di Gereja Santa Maria Fatima

featured-img

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Keluarga menggelar misa 100 hari kematian pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang yakni Iwan Boedi Prasetijo Paulus, Senin (5/12/2022). Selain keluarga, kegiatan yang dilakukan di Gereja Santa Maria Fatima, Banyumanik, Semarang ini juga diikuti oleh para jemaat.

Misa 100 Hari Tewasnya Iwan PNS Semarang, Keluarga: Pencarian Keadilan Harus Berjalan

Dalam misa itu, anak sulung Iwan, Theresia Alvita Saraswati mengatakan kepada para jemaat agar untuk membrika dukungan agar kasus pembunuhan terhadap ayahnya bisa segera terungkap.

“Kami di sini masih berharap juga dukungan dan doa dari saudara-saudari sekalian agar proses pencarian keadilan bisa terus berjalan dan nantinya pelaku yang bertanggung jawab akan menerima hukuman dunia yang setimpal atas perbuatan mereka,” ujarnya.

Selain meminta dukungan, Saras juga sempat mempersembahkan sebuah lagu untuk ayahnya. Saat bernyanyi, Saras terlihat tersedu dan ia sempat diam untuk beberapa saat.

Selanjutnya, kepada awak media, Saras berharal agar kasus pembunuhan ayahnya segera terungkap seterang-terangnya. Ia dan keluarga meminta kepada pihak berwenang untum tak segan-segan menindak pelaku.

“Dan berhadap dari pihak kepolisian atau manapun yang masih mengupayakan keadilan ini, tetap dicari siapa pelakunya. Kalau bisa dalam waktu dekat ada yang bisa ditangkap,” tuturnya.

Sementara itu, Pengacara keluarga Iwan, Yunantyo Adi Setiawan mengaku hingga kini masih terus berkoordinasi dengan polisi terkait penyidikan kasus ini. Ia menambahkan kepolisian kini tengah memeriksa saksi ahli untuk memperkuat hasil penyidikan.

Pihak keluarha berharap dalam waktu dekat ada penetapan tersangka dari kepolisian. “(Saat ini) memeriksa saksi-saksi ahli untuk memperkuat penyidikan mereka,” imbuhnya.

“Kita audiensi terus yah dengan Polres hampir setiap minggu kita ketemu Polres. Kita harapkan dalam dekat-dekat ini ada tersangka baik itu yang membantu, atau yang menghalangi penyidikan, atau menyembunyikan informasi,” tutupnya.

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan