URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Keluarga melakukan penyelidikan mandiri terkait kasus pembunuhan pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Iwan Boedi Prasetijo Paulus. Hal itu untuk membantu kepolisian agar segera menemukan titik terang siapa tersangka dari aksi kejahatan ini.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Bantu Kepolisian, Keluarga Lakukan Penyelidikan Mandiri Kasus Pembunuhan Iwan Boedi

Bantu Kepolisian, Keluarga Lakukan Penyelidikan Mandiri Kasus Pembunuhan Iwan Boedi

Bantu Kepolisian, Keluarga Lakukan Penyelidikan Mandiri Kasus Pembunuhan Iwan Boedi

Pengacara Keluarga Iwan Boedi, Yunantyo Adi Setiawan saat ditemui di Gedung DPRD Jateng, Senin (31/10/2022).
featured-img

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Keluarga melakukan penyelidikan mandiri terkait kasus pembunuhan pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Iwan Boedi Prasetijo Paulus. Hal itu untuk membantu kepolisian agar segera menemukan titik terang siapa tersangka dari aksi kejahatan ini.

Pengacara keluarga Iwan Boedi, Yunantyo Adi Setiawan mengatakan, keluarga turun langsung di lokasi Iwan Boedi ditemukan meninggal dalam keadaan hangus terbakar bersama motor dinasnya di CV Family Kawasan Marina Kota Semarang melakukan penyelidikan. Disana, keluarga mencari seorang nelayan yang hilang sebelum jenazah korban ditemukan.

“Rabu-Kamis lalu mencari informasi tentang seorang nelayan yang hilang ketika sebelum jenazah korban ditemukan. Padahal sampai keluarga korban melapor ke polisi dia masih bekerja di situ, dan satu lagi ada nelayan hilang setelah jenazah korban ditemukan. Kedua nelayan itu dulu nyambi parkir di tepi pantai dekat lokasi kejadian,” ujar Yas sapaan akrabnya ketika dikonfirmasi, Selasa (13/12/2022).

Yas menerangkan, dari informasi yang diterima, ternyata pada bulan Agustus 2022 di tepi pantai dekat pohon besar itu masih pantai dan sedang mulai proses pengurugan. Disana banyak orang mancing sehingga ada tempat parkiran motor.

“Dari narasumber, saya cek ke lapangan. Tepi pantai yang dulu sampai pohon itu sudah diuruk. Dari pohon yang ada parkirnya itu ada jalan setapak menuju semak-semak ke lokasi. Amat mungkin korban dulu parkir di lokasi itu tanpa curiga karena lokasi itu tidak sepi dan memang ada keramaian serta ada tempat parkir,” jelasnya.

“Dari situ mungkin saja ketemu pelaku dan terjadi nego-nego, kemudian korban dipaksa menuju semak-semak dan dieksekusi di situ,” tambahnya.

Dia sebenarnya juga mendapat nomor telepon nelayan yang hilang itu namun tidak aktif. Kini nomor tersebut diberitahukan ke kepolisian untuk diperiksa.

Kemudian, pada hari Sabtu dan Minggu keluarga juga melakukan penyelidikan mandiri ke lokasi kejadian untuk mencari jalan yang menuju tembus ke Marina Convention Center. Dari pencarian jalur tersebut, keluarga berhasil menemukan jalan yang dimaksudkan atau jalan tembus itu.

“Jadi dari lokasi itu kalau melihat ke arah bangunan Marina Convention Center ada ditemukan bangunan eks kontainer lumayan panjang. Saya cek ke sana, ternyata dibawah kontainer itu ada sungai yang bisa dilewati dengan jalan kaki tembus ke Marina Convention Center,” bebernya.

“Kecurigaan tentang adanya jalan tembus ini karena penyidik menemukan pada malam hari tanggal 24 Agustus dan tanggal 25 Agustus siang hari ada PNS yang handphone setelah di-selebrasi tertangkap BTS (Base Transceiver Station) di Marina Convention Center,” lanjutnya.

Saat ini, data-data tersebut sudah diserahkan keluarga ke kepolisian agar dilakukan dengan pendalaman lebih jauh. Termasuk agar polisi memburu dua nelayan yang hilang itu.

“Karena mencurigakan, mereka menghilang mendadak dan langsung mengganti nomor handphonenya,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Program Inpres Jalan Daerah (IJD) dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah melalui peningkatan konektivitas antarwilayah. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan hal itu saat peresmian bantuan IJD di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (23/6/2026), dengan menegaskan bahwa pembangunan jalan menuju kawasan wisata, desa wisata, serta sentra ekonomi akan menjadi prioritas untuk memperluas akses, memperlancar distribusi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
IJD Jadi Penggerak Ekonomi Baru, Jateng Prioritaskan Jalan ke Kawasan Wisata
Sistem Kelistrikan Jawa Makin Stabil, PLN Berhasil Pulihkan Pembangkit yang Sempat Gangguan
Sistem Kelistrikan Jawa Makin Stabil, PLN Berhasil Pulihkan Pembangkit yang Sempat Gangguan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan konsep aglomerasi wisata lintas daerah untuk menghubungkan berbagai destinasi unggulan dalam satu paket perjalanan terintegrasi. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan rencana tersebut pada Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), guna memperluas dampak ekonomi pariwisata melalui konektivitas destinasi, penguatan infrastruktur, pengembangan 1.000 desa wisata, serta dukungan platform digital terpadu.
Liburan Sekali Jalan, Destinasi Banyak! Jateng Siapkan Paket Wisata Lintas Daerah untuk Dongkrak Ekonomi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk pemeliharaan, rehabilitasi, dan peningkatan ruas jalan provinsi di kawasan Pantura Barat pada 2026. Kebijakan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rembug Pembangunan di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), bertujuan memulihkan kemantapan jalan yang menurun akibat curah hujan tinggi sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Jalan Pantura Barat Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan dan Pemeliharaan
Dieng Caldera Race 2026 yang berlangsung pada 19–21 Juni di kawasan Dieng, Jawa Tengah, menarik ribuan pelari dari berbagai daerah dan mancanegara. Kategori 25K menjadi favorit karena menghadirkan rute baru menuju puncak Gunung Sindoro yang lebih menantang. Peserta harus menghadapi elevasi ekstrem dan suhu dingin pegunungan, namun tetap disuguhi panorama alam khas Dieng yang memukau sepanjang lintasan.
Menembus Dingin 14 Derajat, Ribuan Pelari Serbu Dieng Caldera Race 2026
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia