URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Musisi lokal asal Banyubiru, Kabupaten Semarang, Purwadi, yang dikenal sebagai Ipung Mr. Boy, merilis lagu terbaru berjudul "Penyiar Radio" pada awal September 2024. Lagu bergenre Jawa ini didedikasikan untuk para penyiar radio di Kabupaten Semarang dan sekitarnya, terinspirasi dari pengamatan Ipung terhadap keceriaan para penyiar di udara yang seringkali tidak mencerminkan kondisi batin mereka.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Mr. Boy, Hadirkan Karya Terbarunya Bertajuk Penyiar Radio

Mr. Boy, Hadirkan Karya Terbarunya Bertajuk Penyiar Radio

Mr. Boy, Hadirkan Karya Terbarunya Bertajuk Penyiar Radio

Musisi lokal asal Banyubiru, Kabupaten Semarang, Purwadi, yang dikenal sebagai Ipung Mr. Boy, merilis lagu terbaru berjudul "Penyiar Radio" pada awal September 2024. Lagu bergenre Jawa ini didedikasikan untuk para penyiar radio di Kabupaten Semarang dan sekitarnya, terinspirasi dari pengamatan Ipung terhadap keceriaan para penyiar di udara yang seringkali tidak mencerminkan kondisi batin mereka.
Foto dok IST
Mr. Boy alias Purwadi
featured-img

RASIKAFM.COM | BANYUBIRU – Musisi lokal asal Banyubiru, Kabupaten Semarang, Purwadi atau yang biasa disapa Ipung Mr. Boy, kembali hadir dengan karya terbarunya yang berjudul Penyiar Radio. Sesuai dengan judulnya, lagu ini menonjolkan suasana khas dunia radio, di mana pada bagian awal terdapat sisipan suara seorang penyiar radio berbahasa Jawa yang memperkenalkan sosok penyanyi.

Ipung mengungkapkan bahwa lagu yang ia buat bergenre Jawa ini secara khusus didedikasikan kepada para penyiar radio di kabupaten Semarang dan sekitarnya. Menurut pria yang juga pemilik Klinik Rawat Inap Anugerah di Kabupaten Semarang ini, inspirasi dari lagu tersebut muncul dari hal-hal sederhana yang ia amati di sekitarnya.

“Sama seperti lagu Penyiar Radio ini. Saat itu saya sering diundang untuk bercerita tentang lagu-lagu yang saya buat di radio. Di tengah obrolan, saya membayangkan sosok para penyiar radio yang tampak selalu ceria di udara,” ungkap Ipung.

Dia menyadari bahwa seringkali apa yang terdengar di radio tidak selalu menggambarkan kenyataan yang dialami oleh para penyiar. Di balik suara ceria yang mereka tampilkan, belum tentu suasana hati mereka benar-benar seceria itu. Ipung merasa kagum akan kemampuan para penyiar untuk terus menyampaikan informasi dengan semangat, meskipun mungkin kondisi batin mereka tidak selalu mendukung.

“Dari pemikiran sederhana inilah saya kemudian terinspirasi membuat lagu Penyiar Radio, sebagai bentuk apresiasi kepada mereka,” jelas Ipung.

Ipung mengaku, proses penggarapan lagu ini berlangsung lebih cepat dari yang ia perkirakan. Lagu Penyiar Radio diselesaikan dalam waktu sekitar dua pekan, mulai dari ide hingga produksi. Lirik lagu ini ia tulis sendiri, selesai pada tanggal 4 Juli 2024, namun baru dipublikasikan secara masif awwal September ini.

Lagu berdurasi 5 menit 49 detik ini merupakan single ke-20 dari Ipung. Dalam pembuatan lagu tersebut, ia berkolaborasi dengan Pito Doannesta yang bertanggung jawab dalam aransemen musik.

Ipung berharap bisa memberikan semangat baru kepada para penyiar radio yang setiap hari menyampaikan informasi kepada masyarakat. Baginya, lagu ini juga merupakan pencapaian pribadi, karena ia berhasil memasukkan unsur sinden dan musik gamelan, yang sudah lama ia impikan.

“Meski teknologi berkembang pesat, radio masih menjadi teman setia masyarakat, terutama saat dalam perjalanan,” ujar Ipung, menegaskan bahwa radio tetap memiliki tempat khusus di hati pendengar.

Di akhir pesannya, Ipung menyatakan bahwa lagu Penyiar Radio adalah dedikasinya untuk para penyiar di mana pun mereka berada.

“Semoga mereka selalu ceria seperti saat siaran,” pungkasnya.

BACA JUGA :

Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Ratusan warga Perumahan Taman Manunggal Asri dan Wisma Karebet, Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, memeriahkan HUT ke-81 RI melalui senam bersama dan jalan sehat sejauh 1 kilometer pada Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang digelar Karang Taruna Manebet tersebut berlangsung sejak pagi dan melibatkan anak-anak hingga orang dewasa, dengan pelepasan burung perkutut sebagai simbol dimulainya jalan sehat sekaligus pesan pelestarian lingkungan.
Meriah! Karang Taruna Manebet Sukses gelar Acara Senam dan Jalan Santai
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, menegaskan pengelolaan sampah di Kota Salatiga akan dilakukan secara bertahap dari hulu hingga hilir dengan mengedepankan edukasi pemilahan sampah sejak dari rumah. Kebijakan yang disampaikan tersebut menargetkan penuntasan penumpukan sampah dalam waktu sekitar dua tahun melalui pengolahan sampah organik di TPS 3R serta pemanfaatan sampah anorganik menjadi bahan baku bernilai ekonomi, didukung pendampingan kepada masyarakat dan penyusunan strategi bersama konsultan.
Atasi Masalah, Pemkot Gandeng Konsultan akan Musnahkan Gunungan Sampah, 2 Tahun bisa Selesai
Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menggelar Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2026 di Queen City Mall Semarang pada 6–9 Agustus 2026 untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menyebut kegiatan ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor melalui penguatan literasi, pengembangan Halal Value Chain, pemberdayaan UMKM, dan perluasan akses ekonomi syariah yang inklusif serta berkelanjutan.
BI Jateng Tancap Gas Bangun Ekonomi Syariah, 450 Guru Disiapkan Jadi Motor Literasi Halal

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Pemerintah Kota Salatiga dan LPK Serbaindo menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas kesempatan kerja ke Jepang melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja resmi. Audiensi yang dipimpin Direktur LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membahas penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, serta pengembangan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran di Salatiga.
Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved