KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Mr. Boy, Hadirkan Karya Terbarunya Bertajuk Penyiar Radio

Mr. Boy, Hadirkan Karya Terbarunya Bertajuk Penyiar Radio

Mr. Boy, Hadirkan Karya Terbarunya Bertajuk Penyiar Radio

Musisi lokal asal Banyubiru, Kabupaten Semarang, Purwadi, yang dikenal sebagai Ipung Mr. Boy, merilis lagu terbaru berjudul "Penyiar Radio" pada awal September 2024. Lagu bergenre Jawa ini didedikasikan untuk para penyiar radio di Kabupaten Semarang dan sekitarnya, terinspirasi dari pengamatan Ipung terhadap keceriaan para penyiar di udara yang seringkali tidak mencerminkan kondisi batin mereka.
Foto dok IST
Mr. Boy alias Purwadi

RASIKAFM.COM | BANYUBIRU – Musisi lokal asal Banyubiru, Kabupaten Semarang, Purwadi atau yang biasa disapa Ipung Mr. Boy, kembali hadir dengan karya terbarunya yang berjudul Penyiar Radio. Sesuai dengan judulnya, lagu ini menonjolkan suasana khas dunia radio, di mana pada bagian awal terdapat sisipan suara seorang penyiar radio berbahasa Jawa yang memperkenalkan sosok penyanyi.

Ipung mengungkapkan bahwa lagu yang ia buat bergenre Jawa ini secara khusus didedikasikan kepada para penyiar radio di kabupaten Semarang dan sekitarnya. Menurut pria yang juga pemilik Klinik Rawat Inap Anugerah di Kabupaten Semarang ini, inspirasi dari lagu tersebut muncul dari hal-hal sederhana yang ia amati di sekitarnya.

“Sama seperti lagu Penyiar Radio ini. Saat itu saya sering diundang untuk bercerita tentang lagu-lagu yang saya buat di radio. Di tengah obrolan, saya membayangkan sosok para penyiar radio yang tampak selalu ceria di udara,” ungkap Ipung.

Dia menyadari bahwa seringkali apa yang terdengar di radio tidak selalu menggambarkan kenyataan yang dialami oleh para penyiar. Di balik suara ceria yang mereka tampilkan, belum tentu suasana hati mereka benar-benar seceria itu. Ipung merasa kagum akan kemampuan para penyiar untuk terus menyampaikan informasi dengan semangat, meskipun mungkin kondisi batin mereka tidak selalu mendukung.

“Dari pemikiran sederhana inilah saya kemudian terinspirasi membuat lagu Penyiar Radio, sebagai bentuk apresiasi kepada mereka,” jelas Ipung.

Ipung mengaku, proses penggarapan lagu ini berlangsung lebih cepat dari yang ia perkirakan. Lagu Penyiar Radio diselesaikan dalam waktu sekitar dua pekan, mulai dari ide hingga produksi. Lirik lagu ini ia tulis sendiri, selesai pada tanggal 4 Juli 2024, namun baru dipublikasikan secara masif awwal September ini.

Lagu berdurasi 5 menit 49 detik ini merupakan single ke-20 dari Ipung. Dalam pembuatan lagu tersebut, ia berkolaborasi dengan Pito Doannesta yang bertanggung jawab dalam aransemen musik.

Ipung berharap bisa memberikan semangat baru kepada para penyiar radio yang setiap hari menyampaikan informasi kepada masyarakat. Baginya, lagu ini juga merupakan pencapaian pribadi, karena ia berhasil memasukkan unsur sinden dan musik gamelan, yang sudah lama ia impikan.

“Meski teknologi berkembang pesat, radio masih menjadi teman setia masyarakat, terutama saat dalam perjalanan,” ujar Ipung, menegaskan bahwa radio tetap memiliki tempat khusus di hati pendengar.

Di akhir pesannya, Ipung menyatakan bahwa lagu Penyiar Radio adalah dedikasinya untuk para penyiar di mana pun mereka berada.

“Semoga mereka selalu ceria seperti saat siaran,” pungkasnya.

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]