KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Nahas! Niat Bantu Bersihkan Sumur Tetangga, Nasihin Tewas Kehabisan Oksigen

Nahas! Niat Bantu Bersihkan Sumur Tetangga, Nasihin Tewas Kehabisan Oksigen

Nahas! Niat Bantu Bersihkan Sumur Tetangga, Nasihin Tewas Kehabisan Oksigen

Warga Dusun Kemasan, Desa Klepu, Pringapus, Kabupaten Semarang, Nasihin (56), meninggal saat membantu tetangganya membersihkan sumur pada hari Senin (11/3/2024). Korban diketahui kehabisan oksigen setelah beberapa saat masuk ke dalam sumur menggunakan seutas tali kawat.
Foto: Humas Polres Semarang
Petugas dibantu warga mengevakuasi jenazah Nasihin (56), warga Dusun Kemasan, Desa Klepu, Pringapus dari dalam sumur, Senin (11/3/2024).

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Nasihin (56), warga Dusun Kemasan, Desa Klepu, Pringapus, Kabupaten Semarang harus meregang nyawa saat membantu tetangganya membersihkan sumur, Senin (11/3/2024). Korban diketahui kehabisan oksigen setelah beberapa saat masuk ke dalam sumur menggunakan seutas tali kawat.

Berdasarkan keterangan Kapolsek Bergas AKP Wahyono, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu korban hendak pulang ke rumah seusai menggarap sawah dan melihat pemilik sumur Kusdi (70) sedang melihat-lihat ke dalam sumur.

“Korban sempat bertanya ada apa dan dijawab ingin membersihkan sumur. Sehingga korban menawarkan diri (untuk membersihkan),” jelas Kapolsek dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/3/2024).

Usai menawarkan diri, korban kemudian turun ke dalam sumur berdiameter 70 cm tersebut menggunakan seutas tali berbahan kawat sambil membawa pipa, sedangkan pemilik sumur menunggu mesin genset di atas. Selang 15 menit kemudian, tidak ada respon dari korban yang posisinya sudah berada di kedalaman 6 meter.

“Mengetahui bahwa korban tidak ada reaksi dari dalam sumur, pemilik sumur langsung mematikan mesin genset dan melakukan pengecekan dengan menggunakan senter. Diketahui korban sudah dalam kondisi tidak bergerak,” terangnya.

Melihat tetangganya tidak bergerak di dalam sumur, pemilik sumur memanggil anaknya untuk menghubungi Polsek Bergas. Personel Polsek Bergas segera berkoordinasi dengan Inafis Polres Semarang dan BPBD Kabupaten Semarang untuk melakukan evakuasi.

“Setelah berhasil diangkat dari dalam sumur, pemeriksaan luar dari tim Inafis Polres Semarang bersama petugas Puskesmas Pringapus penyebab meninggalnya korban diduga kekurangan oksigen,” paparnya.

Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi dengan menuliskan surat pernyataan. Jenazah langsung diserahkan untuk dimakamkan. (win)

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang