URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kota Salatiga akan mengadakan kegiatan Car Free Night (CFN) di ruas Jalan Diponegoro, mulai dari perempatan Penjara hingga Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, pada Sabtu malam, 20 Juli 2024. Kepala Dinas Perhubungan Kota Salatiga, Sri Satuti, menyatakan bahwa CFN akan berlangsung dari pukul 19.00 hingga 23.00 WIB dan Dishub telah menyiapkan pengalihan arus lalu lintas serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Salatiga Gelar Car Free Night Perdana di Jalan Diponegoro

Salatiga Gelar Car Free Night Perdana di Jalan Diponegoro

Salatiga Gelar Car Free Night Perdana di Jalan Diponegoro

Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kota Salatiga akan mengadakan kegiatan Car Free Night (CFN) di ruas Jalan Diponegoro, mulai dari perempatan Penjara hingga Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, pada Sabtu malam, 20 Juli 2024. Kepala Dinas Perhubungan Kota Salatiga, Sri Satuti, menyatakan bahwa CFN akan berlangsung dari pukul 19.00 hingga 23.00 WIB dan Dishub telah menyiapkan pengalihan arus lalu lintas serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Foto dok IST
Pj Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani memberikan keterangan kepada wartawan
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Untuk pertama kalinya Pemkot Salatiga akan menyiapkan kegiatan Car Free Night (CFN) di ruas Jalan Diponegoro, mulai perempatan Penjara hingga Rumah Dinas (Rumdin) Wali Kota Salatiga.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Salatiga Sri Satuti mengatakan, CFN akan digelar Sabtu tanggal 20 Juli 2024 malam.

“Titiknya mulai perempatan Penjara (Rutan Salatiga) hingga depan Rumah Dinas Wali Kota. Waktunya, dari pukul 19.00-23.00 WIB,” ungkap Satuti.

CFN untuk pertama kalinya digelar di Kota Salatiga ini merupakan perdana. Selanjutnya, dari kegiatan awal ini akan dievaluasi jajaran terkait.

Menurut Satuti, Dishub telah menyiapkan pengalihan arus ketika berlangsungnya CFN melalui sosialisasi ke masyarakat.

Terkait pengamanan, Polres Salatiga dalam hal ini Satlantas telah menyiapkan personilnya. Apalagi, CFN digelar berbarengan dengan pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2024.

Sementara Pj Wali Kota Salatiga Yasip Khasani menegaskan, bahwa kegiatan CFN ini sebagai upaya memberikan ruang bagi warga Salatiga mendapatkan hiburan untuk bersantai.

“Saya melihat, selama di Salatiga kurang sekali hiburan. Untuk itu, dengan CFN ini bagian dari Pemkot Salatiga bersantai di akhir pekan,” ungkap Yasip.

Dengan CFN ini, diharapkan dia masyarakat Salatiga memanfaatkan dengan bersantai bersama keluarga.

BACA JUGA :

Polwan Polres Salatiga menggelar bakti sosial dan bakti kesehatan di Panti Asuhan Bakti Luhur, Tegalrejo, Argomulyo, Jumat (21/9/2026), untuk menyambut Hari Jadi Polwan ke-78. Kegiatan diisi penyerahan kebutuhan pokok dan pemeriksaan kesehatan bagi penghuni panti sebagai bentuk kepedulian sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.
Peduli Sesama, Polwan Polres Salatiga Gelar Baksos hingga Gendong Bayi
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan