Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan kondisi maritim di Perairan Semarang–Demak pada Rabu, 1 Juli 2026, secara umum masih cukup kondusif. Meski demikian, masyarakat di kawasan pesisir Jawa Tengah diminta mewaspadai periode pasang laut maksimum yang terjadi pada pagi hingga menjelang siang karena berpotensi meningkatkan risiko genangan rob di wilayah rendah pesisir.
Berdasarkan prakiraan pasang surut harian, tinggi muka air laut meningkat secara bertahap dari 0,3 meter pada pukul 01.00 WIB, kemudian mencapai Mean Sea Level (MSL) sebesar 0,6 meter pada pukul 04.00 WIB. Ketinggian air terus bertambah hingga mencapai 0,9 meter pada pukul 07.00–08.00 WIB, lalu mencapai puncak pasang tertinggi sebesar 1 meter pada pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.
Setelah periode puncak tersebut, muka air laut mulai menurun secara perlahan menjadi 0,9 meter pada pukul 11.00–13.00 WIB, turun menjadi 0,8 meter pada pukul 14.00 WIB, kemudian terus berkurang hingga 0,6 meter pada pukul 17.00 WIB atau kembali berada di sekitar MSL. Pada malam hari, tinggi muka air laut terus mengalami penurunan hingga mencapai 0,2 meter pada pukul 22.00–24.00 WIB, yang menjadi kondisi surut terendah dalam sehari.
Sementara itu, prakiraan cuaca maritim di Perairan Semarang–Demak menunjukkan kondisi cerah berawan hingga berawan sepanjang hari. Suhu udara berkisar antara 25–30 derajat Celsius dengan kelembapan udara sekitar 64–80 persen. Kecepatan angin berada pada kisaran 6–10 knot dengan hembusan maksimum mencapai 17–21 knot, sehingga aktivitas pelayaran masih perlu memperhatikan perubahan angin terutama pada pagi dan malam hari.
BMKG juga memperkirakan tinggi gelombang laut berkisar 0,5–1,25 meter, termasuk kategori rendah hingga sedang dan relatif aman untuk sebagian besar aktivitas pelayaran lokal. Kecepatan arus laut diprakirakan berada pada kisaran 0,65–0,95 knot, dengan arah arus dominan bergerak ke sektor barat pada periode prakiraan lanjutan. Suhu permukaan laut tercatat sekitar 29–30 derajat Celsius, mendukung kondisi perairan yang relatif stabil.
Dengan kombinasi pasang maksimum 1 meter, gelombang yang masih tergolong rendah, serta kondisi cuaca yang didominasi cerah berawan, potensi gangguan maritim diperkirakan lebih banyak berasal dari peningkatan muka air laut di kawasan pesisir. Wilayah pesisir Kota Semarang, Pelabuhan Tanjung Emas, kawasan tambak, permukiman pesisir, serta akses jalan yang berada di dataran rendah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan genangan rob, terutama pada rentang 09.00–10.00 WIB.
Sumber:
Informasi Prakiraan Pasang Surut wilayah Semarang berlaku Rabu, 01 Juli 2026 pic.twitter.com/RqmKfB0D8z
— MARITIMSEMARANG (@maritimsemarang) June 30, 2026



