KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah

20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah

20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah

Keluarga Munarti, warga Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang mengandalkan penerangan dari sentir berbahan minyak goreng bekas (jelantah) untuk mengusir gelap. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Ketika setiap rumah menikmati terang lampu listrik setiap malam, kondisi berbeda masih dialami keluarga Muhroji (73) di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Selama hampir 20 tahun, rumah sederhana yang mereka tempati belum pernah tersambung jaringan listrik.

Rumah yang berdiri di tengah kawasan perkebunan itu dihuni Muhroji bersama istrinya, Munarti (65), serta putra mereka, Muhamad Tejo Pramono (15). Lokasinya memang tidak terlalu jauh dari jalan penghubung Desa Pledokan dan Desa Duren, namun letaknya yang terpencil membuat rumah tersebut tersembunyi dari pandangan.

“Sejak rumah ini dibangun sekitar 20 tahun lalu memang belum pernah ada listrik,” kata Munarti saat ditemui, Rabu (22/7/2026).

Begitu malam tiba, keluarga ini hanya mengandalkan sentir sebagai sumber penerangan. Berbeda dengan lampu minyak tanah pada umumnya, sentir tersebut menggunakan bahan bakar minyak goreng karena minyak tanah sudah sulit diperoleh.

Dalam semalam, penerangan itu menghabiskan sekitar seperempat kilogram minyak goreng. Ketika harga minyak goreng melonjak atau sulit dibeli, mereka memanfaatkan minyak jelantah yang diberikan tetangga.

“Kalau minyak goreng mahal, kami pakai minyak bekas pemberian tetangga supaya tetap ada penerangan,” ujarnya.

Munarti mengaku pernah mengajukan pemasangan listrik melalui pemerintah desa. Petugas bahkan sempat datang melakukan pengecekan, tetapi permohonan itu tidak dapat direalisasikan.
Padahal, tiang listrik sudah berdiri di tepi jalan desa.

“Kata petugasnya, jaringan harus diperpanjang dengan menambah tiang baru, sementara yang mengajukan cuma rumah kami sehingga belum memungkinkan dipasang,” jelasnya.

Di balik keterbatasan itu, keluarga Muhroji juga bergulat dengan persoalan ekonomi. Munarti menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai tenaga kebersihan di SD Negeri Pledokan dan menerima honor sekitar Rp500 ribu setiap bulan. Sementara Muhroji kini lebih banyak terbaring karena kondisi kesehatannya menurun.

“Si Thole (anak laki-laki) bantu ngarit dan merawat kambing tetangga,” lanjutnya.

Munarti mengatakan keluarganya pernah menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) ketika anaknya masih duduk di kelas IV sekolah dasar. Saat itu mereka memperoleh bantuan sebesar Rp900 ribu. Setelah itu, bantuan sosial lain tidak pernah lagi diterima.

“Seingat saya hanya sekali itu. Setelahnya sampai sekarang tidak pernah dapat bantuan lagi,” tuturnya.

Empat tahun lalu, saat Ramadan, ia sempat menanyakan pembagian paket sembako kepada perangkat desa. Namun, bantuan tersebut hanya diberikan kepada warga yang menerima undangan resmi, sedangkan keluarganya tidak termasuk dalam daftar penerima.

“Sejak saat itu kami sudah tidak pernah bertanya lagi. Tidak ingin terlalu berharap akan ada bantuan yang datang,” tutupnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
[pekok2]