[adinserter name="Block 1"]
[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Ngeri! Ikuti Maps, Wanita Asal Surabaya Ini Malah Nyasar ke Kuburan Bawen

Ngeri! Ikuti Maps, Wanita Asal Surabaya Ini Malah Nyasar ke Kuburan Bawen

Ngeri! Ikuti Maps, Wanita Asal Surabaya Ini Malah Nyasar ke Kuburan Bawen

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Gara-gara mengikuti arahan maps, seorang wanita bernama Ni Luh Meli (53) asal Surabaya bersama salah seorang rekannya malah tersesat ke sebuah pemakaman umum Lingkungan Merakrejo, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (22/2/2023) dini hari.

Kejadian itu berawal saat ia memulai perjalanan mengendarai mobil dari Surabaya menuju Temanggung pada Selasa (21/2/2023) pukul 21.00 WIB melalui jalur tol. Sekitar pukul 02.00 WIB, keduanya sampai di exit tol Bawen. Karena merasa kelelahan dan mengantuk, mereka memutuskan keluar jalur tol untuk mencari penginapan.

“Setelah membuka aplikasi maps di handphone, mereka diarahkan sesuai titik lokasi tujuan. Karena dirasa sudah sampai, begitu membuka pintu mobil ternyata ada di depan pintu pemakaman umum Merakrejo,” ujar Kasat Lantas Polres Semarang AKP Dwi Himawan Chandra, Kamis (23/2/2023).

Setelah mengetahui keadaan tersebut, keduanya panik lalu menelpon 110 untuk meminta bantuan kepolisian. Unit SPKT Polsek Bawen bersama piket Unit Lantas Polsek Ambarawa menuju TKP untuk melakukan evakuasi terhadap pengendara tersebut. Berkat tindakan dari pengemudi tersebut, akhirnya petugas berhasil mengevakuasi dan membawa kedua pengemudi untuk beristirahat di penginapan seputar Bawen.

“Setelah beristirahat, petugas memastikan kondisi kesehatan kedua pengendara tersebut. Setelah dirasa aman dan tidak ada masalah, keduanya kemudian melanjutkan perjalanan ke Temanggung,” imbuhnya. (win)

BACA JUGA :

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi mencapai permukaan Jawa Tengah berdasarkan pemantauan dan uji paper test di sejumlah wilayah, termasuk Semarang, Tegal, dan Cilacap. Pemprov Jateng, BPBD, BMKG, dan Dinkes meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik, terutama terhadap paparan PM2,5 dan debu selama musim kemarau yang dapat memicu gangguan pernapasan.
Imbas GAK, Pemkot Semarang Minta Warga tidak Panik
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani