RASIKAFM.COM | UNGARAN — Sungai Panjang yang melintasi Desa Bejalen, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang akhirnya dinormalisasi. Langkah itu dilakukan menyusul keluhan warga yang khawatir terjadi luapan air saat hujan deras karena kondisi sungai mengalami pendangkalan serta tumpukan sampah yang sering terbawa arus.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan normalisasi ini berawal dari aspirasi warga yang disampaikan saat kegiatan Save Rawapening di objek wisata Bukit Cinta, Banyubiru, beberapa waktu lalu.
“Di situ kita diskusi, ada aspirasi terkait dengan sungai yang ada di Desa Bejalen yang meluap. Karena itu berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, maka kita diskusikan bersama. Akhirnya segera ditindaklanjuti oleh BBWS, dilakukan survei, dan saat ini normalisasi sudah berjalan,” ujarnya di Ungaran, Rabu (26/11/2025).
Ia berharap pekerjaan tersebut dapat mengurangi risiko banjir di wilayah Bejalen. Ia juga mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi bencana pada musim hujan.
“Kami meminta kepada seluruh masyarakat agar waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana, baik itu banjir, angin kencang, tanah longsor, maupun pohon tumbang. Saluran-saluran yang mampet bisa dibersihkan secara gotong royong,” katanya.
Salah seorang warga Desa Bejalen, Koko Qomarullah, menyampaikan bahwa pengerukan sungai saat ini dilakukan sedalam kurang lebih dua meter. Kedalaman sungai kini berkisar tiga meter sehingga warga merasa lebih tenang.
“Sekarang tidak lagi was-was kalau hujan turun,” ungkapnya.
Koko juga berharap pemerintah menertibkan warga yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai.
“Harus ada ketegasan, supaya tidak ada lagi yang membuang sampah ke sungai,” timpalnya. (win)