URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Optimisme masyarakat Jawa Tengah terhadap ekonomi pada Maret 2026 tetap tinggi dengan Indeks Keyakinan Konsumen mencapai 116,52. Kondisi ini didorong persepsi ekonomi yang stabil dan ekspektasi positif ke depan, tercermin dari kuatnya penghasilan, peluang kerja, serta konsumsi di sejumlah kota seperti Semarang dan Surakarta.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Optimisme Konsumen Jawa Tengah pada Maret 2026 Tetap Terjaga

Optimisme Konsumen Jawa Tengah pada Maret 2026 Tetap Terjaga

Optimisme Konsumen Jawa Tengah pada Maret 2026 Tetap Terjaga

ilustrasi
featured-img

Optimisme masyarakat terhadap kondisi perekonomian di Jawa Tengah pada Maret 2026 masih berada dalam tren positif. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mencapai 116,52, atau berada pada level optimis (di atas 100).

Tingkat keyakinan tersebut ditopang oleh persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini yang dinilai baik, serta ekspektasi terhadap perekonomian ke depan yang tetap kuat. Perkembangan ini sejalan dengan hasil Survei Konsumen nasional, serta kondisi di sejumlah kota seperti Semarang, Surakarta, Purwokerto, dan Tegal yang juga menunjukkan level optimis.

Sementara itu, keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini tercermin dalam Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) sebesar 109,63. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat masih percaya terhadap stabilitas ekonomi, didukung oleh indikator penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, serta konsumsi barang tahan lama yang tetap kuat.

Untuk periode mendatang, optimisme masyarakat diperkirakan tetap terjaga. Hal ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 123,41, yang mencerminkan harapan positif terhadap peningkatan penghasilan, peluang kerja, serta aktivitas usaha dalam enam bulan ke depan.

Dengan capaian tersebut, optimisme konsumen di Jawa Tengah menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah di tengah dinamika global yang masih berlangsung. (hrs)

BACA JUGA :

Hari Jadi ke-81 Jateng Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Menurun
Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Menurun
Bank Indonesia mencatat pengguna QRIS di Jawa Tengah mencapai 9,08 juta hingga Juni 2026, menempatkan Jateng sebagai provinsi dengan jumlah pengguna terbesar ketiga secara nasional. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan pembayaran digital, sementara jumlah merchant QRIS mencapai 4,52 juta dan menjadi yang terbesar keempat secara nasional.
Pengguna QRIS di Jateng Tembus 9,08 Juta, Terbesar Ketiga Nasional
Bank Indonesia Jawa Tengah mewaspadai dampak kekeringan pada semester II 2026 terhadap produksi pangan dan stabilitas harga. Dalam Media Briefing di Pekalongan, Kamis (13/8/2026), BI mencatat Jawa Tengah mengalami deflasi 0,13 persen pada Juli dengan inflasi tahunan sekitar 2,6 persen, namun tetap mengantisipasi gejolak harga komoditas pangan.
BI Jateng Waspadai Dampak Kekeringan, Pengendalian Inflasi Diperkuat
bri
Dorong UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Cabang Salatiga Salurkan KUR Rp 944 Miliar Hingga Juli 2026
Perekonomian Jawa Tengah tetap tumbuh pada triwulan II 2026 dengan dukungan konsumsi rumah tangga, investasi, industri pengolahan, dan perdagangan. Konsumsi tumbuh 4,31 persen, investasi 8,84 persen dengan realisasi Rp25,53 triliun, industri pengolahan 5,03 persen, dan perdagangan 7,52 persen. Sektor akomodasi dan makan-minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 12,80 persen seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Ekonomi Jateng Tetap Tumbuh, Industri dan Perdagangan Jadi Penopang
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyiapkan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sejak 2026 sebagai penggerak ekonomi 2027. Sekretaris Disbudparekraf Jateng Endro Wicaksa menyebut fokus diarahkan pada penguatan SDM, pengembangan destinasi, dan infrastruktur, sementara BI mendorong investasi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan agar kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah terus meningkat.
Melihat dari Dekat Resep Sukses Bali, Jawa Tengah Siapkan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Penggerak Ekonomi 2027

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved