URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kegiatan seni lukis "Painting On The Spot (OTS) 2 Pelukis Nusantara-Ambarawa 2025" akan digelar pada 23–25 Mei 2025 dan menghadirkan ajang silaturahmi bagi para perupa dari berbagai daerah. Diselenggarakan oleh panitia yang diketuai Yoseph Bambang Trihardjono, acara ini akan berlangsung di berbagai lokasi bersejarah dan alam di Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Painting On The Spot 2 Pelukis Nusantara 2025: Angkat Warisan Sejarah dan Alam Ambarawa

Painting On The Spot 2 Pelukis Nusantara 2025: Angkat Warisan Sejarah dan Alam Ambarawa

Painting On The Spot 2 Pelukis Nusantara 2025: Angkat Warisan Sejarah dan Alam Ambarawa

Klenteng Hok Tik Bio yang terletak di Kranggan, Ambarawa menjadi salah satu lokasi Painting OTS 2 Pelukis Nusantara yang digelar 23-25 Mei 2025. Foto: IST
Klenteng Hok Tik Bio yang terletak di Kranggan, Ambarawa menjadi salah satu lokasi Painting OTS 2 Pelukis Nusantara yang digelar 23-25 Mei 2025. Foto: IST
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Kegiatan seni lukis “Painting On The Spot (OTS) 2 Pelukis Nusantara-Ambarawa 2025” siap digelar pada 23–25 Mei 2025 mendatang. Mengangkat tema “Heritage and Nature of Ambarawa”, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan apresiasi perupa (seniman lukis) terhadap potensi sejarah dan alam di Ambarawa.

Ketua Steering Committee (SC) Yoseph Bambang Trihardjono menjelaskan, Painting OTS 2 tidak hanya sebagai wadah berkarya, tetapi juga sebagai upaya mempererat tali silaturahmi antarperupa dari berbagai daerah.

“Kita merajut tali silaturahim, ngumpulke balung pisah para perupa. Selama ini kami tamu, tapi kali ini menjadi tuan rumah. Kita ingin mengangkat Ambarawa sebagai kota bersejarah,” ujar Yoseph dalam jumpa pers yang digelar di Hanoman Art, kompleks Gua Maria Kerep, Ambarawa, Senin (14/4/2025).

Sebanyak 123 perupa dari target 300 peserta wilayah Jawa-Bali telah mendaftar untuk kegiatan ini. Beberapa objek warisan budaya yang akan menjadi tema lukisan antara lain Gereja Jago, Monumen Palagan, Benteng Willem, Rumah Pemotongan Hewan, Stasiun Jambu, Patung Dokter Cipto, Polsek Ambarawa, dan Rumah Batik Gamblok, dan Klenteng Hok Tik Bio.

Tidak hanya melibatkan seniman profesional, kegiatan ini juga membuka ruang bagi siswa SMP/sederajat melalui lomba melukis yang bertujuan menggali potensi dan prestasi anak melalui jalur non-akademis.

“Kegiatan ini juga akan diramaikan dengan pameran lukisan, pagelaran tari dan wayang kulit, serta bedah karya seni,” ungkapnya

Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang, Djarot Supriyoto, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia menyebut OTS 2 menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-504 Kabupaten Semarang.

“Antusiasme sangat tinggi. Terbukti ada 300-an peserta yang terlibat untuk menggali potensi wisata dan cagar budaya Kabupaten Semarang melalui karya seni lukis. Kami berharap ini bisa menjadi daya tarik wisata baru,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda. “Diharapkan semua SMP bisa mengirimkan perwakilannya agar potensi anak-anak bisa disalurkan,” lanjutnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Wiwin Sulistyowati, menambahkan kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mempromosikan Ambarawa sebagai kawasan kaya sejarah dan alam.

“Ambarawa memiliki potensi luar biasa, termasuk Monumen Palagan dan makam pahlawan Dokter Cipto yang ada di sini. Ini harus terus diangkat ke publik,” katanya.

Wiwin menambahkan bahwa durasi kegiatan lebih dari satu hari memungkinkan peserta mengeksplorasi lebih banyak destinasi di Kabupaten Semarang.

“Ini menjadi salah satu trobosan menjadikan Kabupaten Semarang sebagai penyangga destinasi Borobudur,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara