URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
PT Pertamina Patra Niaga menggelar simulasi keadaan darurat terintegrasi di kawasan Integrated Terminal Semarang untuk menguji kesiapsiagaan menghadapi kebocoran minyak, kebakaran kapal nelayan, hingga evakuasi korban. Kegiatan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, tenaga kesehatan, dan masyarakat ini dilakukan guna memperkuat koordinasi lintas sektor serta memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan efektif.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Siaga Hadapi Kondisi Darurat, Pertamina Gelar Simulasi Tumpahan Minyak dan Evakuasi Korban di IT Semarang

Siaga Hadapi Kondisi Darurat, Pertamina Gelar Simulasi Tumpahan Minyak dan Evakuasi Korban di IT Semarang

Siaga Hadapi Kondisi Darurat, Pertamina Gelar Simulasi Tumpahan Minyak dan Evakuasi Korban di IT Semarang

Pertamina Patra Niaga Gelar Simulasi Keadaan Darurat Terintegrasi di IT Semarang
featured-img

SEMARANG – Suasana di kawasan Integrated Terminal (IT) Semarang mendadak tegang. Alarm keadaan darurat berbunyi, operasi dihentikan sementara, tim penyelamat bergerak cepat menuju lokasi, sementara petugas lain berupaya mengendalikan tumpahan minyak yang mengancam lingkungan sekitar. Tak lama kemudian, sebuah kapal nelayan dilaporkan terbakar dan korban harus dievakuasi melalui jalur laut.

Namun, seluruh rangkaian peristiwa tersebut bukanlah kejadian nyata, melainkan bagian dari Simulasi Keadaan Darurat Terintegrasi yang digelar PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi risiko operasional.
Dalam skenario yang diperagakan, terjadi overpressure pada jalur penerimaan di IT Semarang yang memicu aktivasi sistem tanggap darurat. Kondisi tersebut kemudian berkembang menjadi kebocoran pada block valve di area Hutan Mangrove Tambakrejo dan fasilitas Single Point Mooring (SPM) 50.000 DWT.

Tim Emergency Response segera melakukan penanganan dengan memasang oil boom, menyekat area terdampak, serta mengendalikan simulasi tumpahan minyak agar tidak meluas ke lingkungan sekitar.

Situasi semakin menantang ketika sejumlah nelayan dalam skenario simulasi mendekati lokasi kejadian. Salah satu kapal nelayan kemudian digambarkan mengalami kebakaran akibat puntung rokok yang bersentuhan dengan material mudah terbakar. Seorang nelayan yang melompat ke laut berhasil dievakuasi oleh petugas menggunakan peralatan keselamatan laut sebelum mendapatkan pertolongan medis dan dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lanjutan.

Simulasi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, tenaga kesehatan, instansi pemerintah, hingga masyarakat sekitar guna memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal saat menghadapi kondisi darurat sesungguhnya.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menjelaskan bahwa latihan semacam ini rutin dilakukan untuk memastikan seluruh prosedur tanggap darurat dapat berjalan efektif.

“Pada saat keadaan darurat yang sebenarnya, hal yang terpenting adalah koordinasi dan komunikasi antara semua pihak yang terlibat. Dalam situasi emergency, penanganan bisa menjadi lebih lama atau semakin kompleks apabila koordinasi tidak berjalan baik karena semua pihak berada dalam kondisi panik. Karena itu, pola koordinasi harus terus dilatih agar penanganan kejadian dapat berlangsung efektif dan efisien,” ujar Taufiq.

Menurutnya, simulasi tidak hanya bertujuan menguji efektivitas prosedur tanggap darurat, tetapi juga memastikan setiap personel memahami peran dan tanggung jawab masing-masing ketika menghadapi situasi kritis.

Foto: Dok/

Koordinator Lapangan BPBD Kota Semarang, Afgan Ilham Widiatmoko, mengapresiasi pelaksanaan simulasi tersebut. Ia menilai kegiatan itu menjadi sarana penting untuk memperkuat kesiapsiagaan bersama antara Pertamina, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar.

“Simulasi ini sangat baik untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh pihak. Kami berharap sinergi antara Pertamina, BPBD, pemerintah kelurahan, dan masyarakat di wilayah sekitar operasional dapat terus ditingkatkan,” katanya.

Sementara itu, Rescuer Terampil Kantor SAR Semarang, Fajar Kurnianto, menjelaskan bahwa tim SAR dalam simulasi bertugas melaksanakan evakuasi korban yang mengalami cedera serius akibat insiden di area operasional.

“Pelaksanaan simulasi berjalan dengan baik. Koordinasi antara tim penyelamat, tenaga medis, dan seluruh unsur pendukung berlangsung solid sehingga proses evakuasi korban dapat dilakukan dengan aman, lancar, dan optimal,” ujarnya.

Melalui simulasi yang dilakukan secara berkala, Pertamina menegaskan komitmennya dalam menjaga keselamatan kerja, melindungi lingkungan, mengamankan aset perusahaan, serta memastikan keandalan distribusi energi kepada masyarakat tetap terjaga dalam berbagai kondisi.

BACA JUGA :

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved