URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
“Kami menghimbau semua pihak agar tidak terpancing dengan kejadian tersebut” terang Kepala Dispermasdes Kabupaten Semarang Moh Edy Sukarno.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pasca Perusakan APK, Polsek Tengaran Lakukan Investigasi, Kepala Dispermasdes Menghimbau Semua Pihak Agar Tidak Terpancing

Pasca Perusakan APK, Polsek Tengaran Lakukan Investigasi, Kepala Dispermasdes Menghimbau Semua Pihak Agar Tidak Terpancing

Pasca Perusakan APK, Polsek Tengaran Lakukan Investigasi, Kepala Dispermasdes Menghimbau Semua Pihak Agar Tidak Terpancing

featured-img

Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dispermasdes Kabupaten Semarang Moh Edy Sukarno, saat dihubungi Rasika FM, Selasa 25 Oktober 2022 malam.

Menurut Edy, adanya kasus perusakan APK didesa Duren kecamatan Tengaran pada Selasa dinihari dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab “Bisa jadi itu ulah orang yang tak bertanggung jawab dan sengaja ingin membuat keruh situasi untuk tujuan tertentu” terangnya.[irp posts=”44361″ name=”5 Hari Jelang Pilkades Duren, Sejumlah APK Dirusak Orang Tidak Dikenal”][irp posts=”44380″ ]

Disatu sisi Edy Sukarno berharap semua pihak dapat bersama sama mewujudkan Pilkades yang damai, aman, lancar bermartabat dan tanpa ekses. Apalagi saat ini ada 71 orang Cakades yang akan memperebutkan 24 kursi kepala desa di 14 kecamatan, dengan 83.135 orang pemilih.

“kami menghimbau semua pihak agar tidak terpancing dengan kejadian tersebut” tambahnya.

Sementara sehari pasca kejadian, Polsek Tengaran Polres Semarang langsung melakukan investigasi terkait rusaknya alat peraga kampanye (APK) salah satu calon Kepala Desa Duren.

Kapolsek Tengaran, Iptu Supeno bahkan langsung koordinasi dengan Camat serta Danramil Tengaran untuk mengecek ke TKP.

“Setelah di TKP, ternyata benar ada sembilan titik APK yang dirusak oleh orang yang tidak dikenal,” kata Supeno.

Pihaknya lalu melakukan investigasi terhadap beberapa saksi agar pelaku segera ditemukan.

“Mudah-mudahan dengan kerjasama bersama warga hal ini dapat segera kita ungkap,” jelasnya.

Meski demikian, Sebelum adanya perusakan APK, pihaknya sudah melakukan patroli rutin untuk menghimbau agar pilkades ini tetap jaga kondusif dan tidak terpancing emosi agar pilkades ini berjalan dengan baik.

“Sebenarnya sebelum adanya perusakan, kami sudah melakukan patroli sambang ke calon-calon maupun ke tokoh-tokoh agar berjalan dengan aman, sukses dan baik,” paparnya.

Kapolsek Tengaran Iptu Supeno saat diwawancarai rasika FM

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara