URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Patuhi PPKM Darurat, Seluruh Pasar di Kabupaten SemarangTutup Sehari Penuh

Patuhi PPKM Darurat, Seluruh Pasar di Kabupaten SemarangTutup Sehari Penuh

Patuhi PPKM Darurat, Seluruh Pasar di Kabupaten SemarangTutup Sehari Penuh

featured-img
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Pasar Bandarjo yang ditutup sehari penuh, Jumat (16/7/2021). (Foto/IST)

UNGARAN – Sebanyak 29 pasar yang ada di Kabupaten Semarang tidak beroperasi selama sehari penuh pada Jumat (16/7/2021). Hal itu sebagai salah satu kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang terkait PPKM Darurat.

“Kami bersama forkompimda Kabupaten Semarang melakukan pengecekan bersama ke semua pasar dalam rangka mendukung PPKM Darurat untuk menekan penyebaran Covid-19,” terang Bupati Semarang Ngesti Nugraha, di sela-sela kegiatan mengecek kondisi Pasar Bandarjo Ungaran, Jumat (16/7/2021).

Disampaikan Ngesti, penutupan pasar itu tidak hanya dilakukan di pasar tradisional, melainkan seluruh pasar yang ada di Kabupaten Semarang.

“Pasar yang tutup meliputi pasar tradisional ada 27, pasar sayur dan pasar hewan masing-masing 1. Ini sudah kami sosialisasikan jauh-jauh hari dan harapannya semua bisa menaati peraturan,” ujarnya.

Disinggung mengenai bantuan bagi para pedagang, Ngesti menambahkan saat ini tengah dilakukan pendataan terutama bagi para pedagang kaki lima (PKL).

“Bantuan secara langsung memang belum kami berikan. Namun demikian, kami melalui Diskumperindag tengah mendata para PKL yang ada. Bagi pedagang pasar kami beri keringanan retribusi selama PPKM Darurat. Sedangkan PKL akan kami beri bantuan berupa paket sembako sesuai kemampuan keuangan daerah,” urainya.

Senada dengan Bupati Semarang, Kepala Diskumperindag Kabupaten Semarang Heru Cahyono menyampaikan penutupan pasar dilakukan guna menekan angka positif covid-19 di Kabupaten Semarang.

“Sosialisasi penutupan pasar sudah dilakukan jauh-jauh hari supaya tidak ada gejolak. Kami sampaikan secara baik sehingga alhamdulillah para pedagang bisa menerima,” ungkapnya.

Selama penutupan pasar, kata Heru, petugas akan melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke seluruh area pasar.

“Kita sterilkan seluruh bagian pasar agar steril dan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pedadang dan pengunjung pasar nantinya,” jelas Heru.

Terkait jam operasional, Heru menambahkan ada penyesuaian terutama pasar pagi.

“Jam operasional pasar pagi yang semula pukul 02.00 sampai 07.00 disesuaikan menjadi pukul 06.00-10.00 WIB selama PPKM Darurat,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menilai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus bersaing dengan ritel modern. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau Kopdes Merah Putih di Bergas Kidul dan Lodoyong, Selasa (21/7/2026), dengan syarat kelengkapan barang, dukungan fasilitas, dan kepastian regulasi pengelolaan koperasi terus diperkuat.
DPRD Kabupaten Semarang Nilai Kopdes Merah Putih Berpotensi Saingi Ritel Modern, Asal Pasokan Barang Lengkap
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta